Menohok! 4 Kesalahan Atur Uang Gara-Gara `Termakan` Tren

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 13 Februari 2020 12:24
Menohok! 4 Kesalahan Atur Uang Gara-Gara `Termakan` Tren
Tren, kalau diikuti, takkan habisnya.

Dream - Hidup pada era perkembangan teknologi memang membuat semua hal terasa lebih mudah, termasuk mendapatkan informasi. Bermodalkan gadget dan akses internet, kamu sudah bisa mencari beragam informasi yang dibutuhkan.

Kemajuan teknologi dengan beragam informasi juga perlahan-lahan mulai mengubah gaya hidup kamu. Tanpa kamu sadari, hidup menjadi lebih konsumtif karena tak kuasa mengikuti tren yang berkembang.

Di sinilah masalah mulai muncul. Demi mengikuti tren kamu mengeluarkan uang tanpa memperhitungkan pendapatan. Padahal belum tentu juga barang atau gaya hidup itu sesuai dengan kebutuhan kamu.

Sering kali kamu juga tak menyadari jika kenaikan gaji sering kali tak sebanding dengan meningkatnya biaya hidup. Contohnya saja kenaikan gaji paling tinggi sebesar 10 persen per tahun tak bisa mengikuti harga properti yang naik sekitar 15 persen-20 persen.

Jika ini yang terjadi, kamu termasuk salah satu dari kebanyak orang yang membuat kesalahan-kesalahan dalam mengatur uang.

Nah berikut ini empat hal keliru dalam mengelola uang:

1 dari 6 halaman

Empat Kesalahan

Pertama, menyisakan uang untuk menabung.

Berapa pun nilainya, kegiatan menabung tetap membawa manfaat yang besar bagi kehidupan kamu. Baik persiapan dana untuk kebutuhan mendesak, maupun untuk persiapkan dana di masa depan.

Menyisakan uang untuk menabung ialah salah satu kesalahan dalam mengatur keuangan, kamu tidak bisa menetapkan target yang akan ditabung bila hanya menyisakan sejumlah uang dari anggaran bulananmu. Mulai sekarang sisihkan uangmu untuk menabung saat awal gajian.

Kedua, menggunakan kartu kredit di luar batas kemampuan.

 Sering Disebut Pemborosan, Begini Trik Hemat dengan Kartu Kredit© MEN

 

Setiap melihat baju dan sepatu yang sedang tren lagi diskon, gesek kartu kredit. Nongkrong dan “ kongkow-kongkow cantik” dengan teman- teman di coffee shop eksklusif, gesek kartu kredit. Ada promo dari travel untuk liburan, gesek kartu kredit tanpa memperhatikan kemampuan bayarmu. 

Pernah membayangkan jika bunga 2,5 persen per bulan kamu jika dikalikan satu tahun bisa menjadi 30 persen. 

Jika kebiasaan ini terus dilakukan, selama hidup kamu tidak pernah terbesars dari utang. Yang ada justru utang akan semakin bertambah. Belum lagi gaji yang didapatkan hanya pas-pasan.

2 dari 6 halaman

Boros Uang Sewa dan Menunda `Dewasa

Ketiga, boros uang sewa.

Buat yang ingin mandiri, tapi belum punya rumah sendiri, apartemen akan menjadi pilihan. Pilihlah tempat tinggalmu dengan biaya yang sesuai dengan dompetmu.

Jika memilih menyewa apartemen yang harganya jauh lebih mahal pasti akan memberatkan keuanganmu.. Jangan sampai uang sewa memakan lebih setengah penghasilan bulananmu. Kamu juga harus bisa menyimpan sebagian uang untuk dana darurat yang sewaktu-waktu dibutuhkan.

Keempat, menunda proses kedewasaan diri.

 4 Kebiasaan Mengatur Uang Pribadi Biar Gaji Bulanan Nggak Cuma Numpang Lewat© MEN

 

Menjelang usia dewasa, seseorang harus mulai menyiapkan diri untuk menyambut proses pendewasaan, seperti biaya untuk membeli tempat tinggal dan berinvestasi untuk masa depan.

Banyak anak muda justru berpikir untuk menikmati kebebasan dengan perilaku konsumtif dan tidak ingin mengambil risiko seperti gagal berbisnis atau gagal berinvestasi. Karena merasa masih muda, kamu mungkin merasa hasil kerja keras lebih baik ‘dinikmati’ saat ini, jadi tidak terpikir untuk menabung atau berinvestasi untuk menyiapkan dana di masa depan nanti.

(Sumber: Sikapi Uangmu)

3 dari 6 halaman

3 Tips Uang Tetap Aman di Dompet Jika Bencana Menerjang

Dream - Bencana alam datang silih berganti sejak musim hujan menerjang Indonesia di awal tahun 2020. Selain banjit di Jabodetabek, curah hujan yang tinggi menimbulkan banjir bandang serta tanah longsor di beberapa daerah.

Kejadian tak terduga ini mengingatkan kita untuk bersiap diri menghadapi kemungkinan munculnya bencana. Selain keselamatan diri, persiapan finansial juga harus dilakukan untuk mengantisipasi dampak dari bencana tersebut.

mengtuip laman Sikapi Uangmu Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rabu 5 Februari 2020, ada empat hal yang harus dipersiapkan untuk menghadapi dampak dari bencana alama. Hal penting yang pertama adalah menjaga kesehatan tubuh dan kebersihan lingkungan. Pada musim hujan, kondisi tubuh akan menurun dan rentan sekali terjangkit penyakit.

Agar daya tahan tubuh terjaga dan bisa melakukan aktivitas biasa seperti biasa istirahat yang cukup, makan makanan yang bergizi, dan jangan lupa minum vitamin. Menjaga kebersihan lingkungan juga penting agar tidak menjadi pemicu timbulnya penyakit dan bencana.

 

 © Dream



Tips kedua berkaitan dengan keuangan. Kamu harus memiliki dana darurat. Selain untuk mengantisipasi kehilangan pekerjaan, dana darurat juga bisa digunakan untuk memperbaiki kerusakan rumah, atau kecelakaan.

Idealnya dana darurat ini seharusnya dikumpulkan sejak pertama kali memiliki penghasilan.
Nominalnya tergantung kebutuhan dari setiap orang. Untuk mereka yang belum punya tanggungan, besaran dana darurat minimal 3-6 kali pengeluaran bulanan. Sedangkan bagi yang sudah memiliki tanggungan atau berkeluarga 6-12 kali pengeluaran bulanan.

Pastikan juga dana darurat ini disimpan di tempat yang aman dan mudah dicairkan sehingga kita tidak kebingungan saat tiba-tiba membutuhkannya. Pisahkan dana darurat dari rekening harian supaya kamu tidak tergoda untuk mengambilnya.

Mulai kumpulkan dana darurat dari sekarang dengan menyisihkan setidaknya 10 persen dari pemasukan bulanan.

4 dari 6 halaman

Jangan Lupa Asuransi dan Investasi

Ketiga, memiliki asuransi. Asuransi ini bisa mengurangi kerugian yang muncul akibat kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Saat kamu sakit atau mengalami kerugian dan harus mengeluarkan sejumlah biaya, biaya yang dikeluarkan akan ditanggung oleh perusahaan asuransi. Untuk bisa mendapatkan klaim dan manfaat ini, tentu saja kamu harus mendaftar dulu.

Asuransi ada dua jenis, yaitu umum dan jiwa. Asuransi umum punya objek pertanggungan berupa harta benda bergerak dan tidak bergerak, seperti rumah dan mobil. Sementara asuransi jiwa memberikan jaminan perlindungan dalam bentuk pengalihan risiko atas meninggal atau hidup orang yang ditanggung. Jaminan juga bisa diperluas dengan kesehatan atau kecelakaan.

Keempat investasi atau tabungan. Ini bisa membantumu agar keuangan tidak goyah setelah mengalami bencana. Ada beragam produk investasi dan tabungan yang bisa kamu coba, seperti sukuk tabungan, deposito atau reksa dana.

5 dari 6 halaman

Sebelum Asuransi, Generasi Milenial Harus Lakukan Ini

Dream - Asuransi penting dimiliki oleh semua orang di segala usia. Terutama, generasi milenial masih memiliki banyak kegiatan, sehingga memerlukan perlindungan lebih.

“ Penting sekali, mengingat mimpinya banyak, keinginannya banyak. Namun, ada risiko di setiap perjalanannya. Banyak kasus klaim yang dipikir akan terjadi pada masa tua, ternyata terjadi di masa-masa muda,” kata Chief Marketing Officer Allianz Life Indonesia, Karin Zulkarnaen, dikutip dari Merdeka.com, Kamis 30 Januari 2020.

 

 © Dream


Untuk milenial yang baru mau memulai berasuransi, ada banyak hal yang harus diketahui agar produk asuransi sesuai dengan kebutuhan. Salah satunya berkonsultasi dengan ahli keuangan atau financial expert.

Hal itu diperlukan untuk memudahkan milenial dalam mengerti produk yang cocok dengan kebutuhannya dan keunggulan yang dibutuhkan. " Biar tidak bingung, (konsultasikan) produk apa yang cocok, dan keunggulannya bagaimana, pembayaran preminya seperti apa, perlu dibantu, kan," kata dia.

6 dari 6 halaman

Konsultasi Juga Dibutuhkan Berdasarkan Kebutuhan

Menurutnya, konsultasi juga dibutuhkan karena melihat kebutuhan dan keadaan setiap orang berbeda.

" Incomenya (pemasukan keuangannya) berbeda, kebutuhan berbeda. Jadi (saat memutuskan untuk berasuransi, disarankan untuk bertemu relationship manager," papar Karin.

Kemudian Karin menambahkan untuk membuat rencana asuransi yang ingin diprioritaskan. “ Mau mengalokasikan kemana dulu nanti, entah dana darurat atau asuransi, kemudian nanti dialokasikan produk yang tepat,” kata dia.

Beri Komentar
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak