6 Kesalahan Merencanakan Dana Pendidikan yang Sering Tak Disadari

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 12 Juli 2019 08:36
6 Kesalahan Merencanakan Dana Pendidikan yang Sering Tak Disadari
Saat merencanakan pendidikan, dana tak boleh luput dari pembicaraan.

Dream Pendidikan adalah salah satu hal penting yang harus dipersiapkan secara matang. Dengan pendidikan yang baik diharapkan menjadi jalan dalam menggapai cita-cita dan memperbaiki masa depan.

Diperlukan persiapan yang matang untuk mendapatkan pendidikan yang baik, dari segi mental, fisik, maupun dana. Untuk mencapai kesiapan dana, perlu persiapan sejak jauh-jauh hari.

Walaupun sudah dipersiapkan sejak jauh hari, masih saja sering terjadi kesalahan yang pada akhirnya membuat tidak terpenuhinya kebutuhan akan persiapan dana. Apalagi mendekati musim kenaikan kelas seperti saat ini.

Tidak ada salahnya kita belajar dari kesalahan, ini bisa menjadi pelajaran bagi kamu yang ingin mempersiapkan pendidikan untuk buah hati.

Berikut ini adalah kesalahan-kesalahan ketika menyiapkan dana pendidikan bagi anak, dikutip dari Sikapi Uangmu, Kamis 11 Juli 2019.

1 dari 6 halaman

1. Salah Hitung Inflasi Dana Pendidikan

Dana pendidikan merupakan sejumlah dana atau biaya yang akan digunakan di masa yang akan datang, maka dari itu penting untuk memperhitungkan nilai pertumbuhan inflasi.

Setiap tahun biaya pendidikan pasti mengalami kenaikan sehingga penting bagi kamu untuk mempersiapkan hal tersebut sejak awal.

Inflasi biaya pendidikan bisa jadi lebih tinggi apabila dibandingkan dengan inflasi bahan kebutuhan pokok. Beberapa sekolah swasta bahkan menaikkan biaya uang pangkal hingga sebesar 20 persen per tahunnya. Jadi, penting untuk benar-benar tahu berapa sebenarnya inflasi pendidikan yang menjadi regulasi setiap sekolah.

Untuk memastikannya, kamu bisa bertanya langsung pada pihak administrasi sekolah impian, walaupun baru akan bersekolah di sekolah tersebut misalnya 5 tahun mendatang.

Perhitungannya akan jauh lebih rumit, jika ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Selain memperhitungkan inflasi biaya pendidikan, perlu juga mempertimbangkan kurs rupiah terhadap mata uang negara setempat dan jangan lupa perhitungkan biaya hidup di negara tersebut.

2 dari 6 halaman

2. Tidak Diterima di Sekolah Impian

Saat ini, banyak orang tua memilihkan sekolah negeri favorit sebagai sekolah impian untuk anak-anaknya, dengan pertimbangan dana yang perlu disiapkan akan lebih kecil dibandingkan dengan sekolah swasta.

Namun, yang terjadi adalah anak tidak diterima di sekolah tersebut sehingga harus ada dana tambahan yang besar apabila ingin masuk ke sekolah swasta yang dinilai setara dalam kualitas.

Oleh sebab itu, persiapan dana pendidikan untuk anak sebaiknya dibuat dengan perhitungan kemungkinan tertinggi antara sekolah favorit. Kalau tidak diterima pada pilihan pertama, kita mempunyai kecukupan dana untuk melanjutkan di sekolah lain.

3 dari 6 halaman

3. Salah Pilih Instrumen Investasi

Berbagai instrumen investasi bisa dijadikan pilihan sebagai alternatif bagi dana pendidikan anak di masa yang akan datang. Instrumen investasi memiliki hasil imbal balik yang berbeda-beda sesuai dengan jangka waktu.

Kebutuhan untuk investasi jangka pendek tentunya berbeda dengan jangka panjang. Pertimbangan antara potensi mendapatkan hasil yang maksimal, potensi risiko investasi dan jumlah nilai investasi sesuai dengan kemampuan harus menjadi pertimbangan.

Kesalahan yang sering terjadi adalah instrumen investasi yang seharusnya diperuntukkan bagi investasi jangka pendek ternyata ditujukan untuk kebutuhan jangka panjang sehingga hasilnya justru belum maksimal, begitu pula sebaliknya.

4 dari 6 halaman

4. Hanya Pakai 1 Jenis Instrumen Investasi

Rencana dana pendidikan untuk setiap anak sebaiknya dipisah. Selain kebutuhan setiap anak berbeda, jangka waktu investasi juga berbeda. Dengan adanya pemisahan persiapan dana pendidikan untuk masing-masing anak, orang tua juga akan lebih mudah melakukan perhitungan berapa kebutuhan investasi per bulan.

Pemisahan persiapan dana pendidikan setiap anak akan memudahkan kamu dalam memilih instrumen investasi yang sesuai dan mengevaluasi perkembangannya dengan baik.

Saat ini, juga sudah ada beberapa produk keuangan yang dirancang untuk menyiapkan dana pendidikan anak. Misalnya, pendidikan berjangka, deposito, asuransi pendidikan, reksa dana atau lainnya.

5 dari 6 halaman

5. Tidak Mempersiapkan Sejak Dini

Kesalahan yang paling sering dilakukan adalah merasa selalu memiliki waktu untuk mempersiapkan dana pendidikan, sehingga sampai akhirnya terlambat. Padahal dengan investasi sejak dini, dana yang bisa disisihkan bisa jadi sangat terjangkau.

Namun, sayangnya masih banyak orang tua yang mendadak mengumpulkan uang puluhan juta atau bahkan berutang demi anaknya agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

6 dari 6 halaman

6. Memilih Saat Waktu yang Tidak Tepat

Terkadang ada orang tua yang salah menentukan perkiraan antara waktu dan biaya yang dibutuhkan. Ketika menentukan perkiraan waktu, perlu disesuaikan dengan umur anak saat ini. Jika anak masih bayi atau berusia 0 tahun, sedikitnya ada lima tahapan waktu yang harus diperhatikan.

Pertimbangkan biaya masuk playgroup dan taman kanak-kanak (tiga tahun), kebutuhan biaya ini bisa menggunakan investasi jangka menengah.

Untuk masuk sekolah dasar, Sahabat Dream juga bisa melakukan investasi di jangka menengah. Sedangkan untuk kebutuhan biaya masuk maupun selama SMP, SMA, atau kuliah, kamu bisa memilih investasi untuk jangka panjang.

Kamu perlu mengatur jangka waktu ini agar tidak merepotkan di kemudian hari dan pilih instrumen investasi yang tepat sesuai tujuan keuangan.

Beri Komentar
Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi