Indeks Syariah Perkasa Seharian, Saham Sektor Manufaktur Melesat

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 30 Agustus 2019 16:48
Indeks Syariah Perkasa Seharian, Saham Sektor Manufaktur Melesat
IHSG dan rupiah mengekor penguatan indeks syariah.

Dream - Menutup perdagangan akhir pekan, indeks syariah kompak bergerak menguat. Pergerakan ini sesuai prediksi sejumlah analis yang mencatat laju indeks di bursa saham Indonesia sedang berada dalam tren menguat jangka pendek.

Indeks saham sektor manufaktur jadi penggerak utama perdagangan di pasar modal Indonesia.

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jumat, 30 Agustus 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menguat 2,326 poin (1,22%) ke level 192,862. ISSI bertahan di zona hijau setelah dibuka di 190,536 di sesi pra-pemmbukaan.

Laju ISSI sudah menguat sejak bel tanda perdagangan di mulai. ISSI kembali tancap gas dengan melaju ke level 190,426. Aksi beli investor membuat indeks ini sempat menembus level tertinggi di 192,862.

Aksi beli investor juga turut mendorong indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) naik signifikan. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini melonjak 11,161 poin (1,61%) ke level 702,590.

Indeks JII70 juga turut naik 3,136 poin (1,33%) ke level 238,049.

Kenaikan di atas 1 persen sayangnya tak bisa diikuti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dengan sektor barang konsumsi yang tertekan cukup besar, IHSG hanya bisa naik 39,351 poin (0,63%) ke level 6.328,470.

1 dari 5 halaman

Sektor Manufaktur Diidamkan Investor

Investor gencar membeli saham, terutama di sektor manufaktur. Hal ini membuat indeks sektor manufaktur meroket 3,36 persen.

Penguatan indeks ini diikuti oleh properti sebesar 1,59 persen, perdagangan 0,92 persen, dan keuangan 0,83 persen.

Hanya ada satu indeks sektoral yang terkoreksi, yaitu barang konsumsi sebesar 0,82 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya naik Rp1.000, POLL Rp805, TCID Rp525, PICO Rp520, dan ITMG Rp350.

Sebaliknya, harga saham SHID terkoreksi Rp210, AMFG Rp100, ITMA Rp95, MDKA Rp75, dan SSTM Rp56.

Pada 16.14, rupiah menguat terhadap dolar AS. Dolar AS melemah 24 poin (0,17%) ke level Rp14.186 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

Ekonomi Dunia Belum Kondusif, Indeks Syariah Naik Terbatas

Dream - Indeks syariah kompak menguat pada penutupan perdagangan Kamis, 29 Agustus 2019. Namun laju penguatan ini masih relatif tipis mengingat sentimen kondisi ekonomi global yang dianggap belum kondusif.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 0,278 poin (0,15%) ke level 190,536 saat sesi perdagangan berakhir. ISSI menguat seharian usai dibuka di level 190,402 saat sesi prapembukaan perdagangan.

Memasuki sesi perdagangan, ISSI kembali menanjak ke level 190,575 dan bergerak terbatas di zona positif. ISSI mampu menyentuh level tertingginya di 191,284.

 © Dream

Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga naik 2,407 poin (0,35%) ke level 691,429. Sedangkan Indeks JII70 bertambah 0,626 poin (0,27%) ke level 234,913.

Meski masih ada aksi beli, kecemasan investor dengan kondisi ekonomi global seperti belum sepenuhnya hilang. Ini terlihat dari laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik tipis 7,473 poin (0,12%) ke level 6.289,119.

3 dari 5 halaman

Masih Tahan Diri?

Investor masih menahan diri melantai di bursa. Mereka cenderung membeli saham industri dasar, pertambangan, keuangan, dan infrastruktur. Kelima indeks sektoral ini masing-masing menguat 1,23 persen, 0,72 persen, 0,44 persen, dan 0,24 persen.

Sebaliknya, indeks sektor pertanian melemah 1,11 persen, barang konsumsi 0,77 persen, properti 0,52 persen, industri aneka 0,25 persen, dan manufaktur 0,13 persen.

Harga saham FISH naik Rp600, INTP Rp525, PICO Rp490, ITMG Rp425, dan ICBP Rp175.

Emiten syariah top loser kali ini adalah MKPI yang harga sahamnya melemah Rp900, BUKK Rp435, OMRE Rp355, ACST Rp290, dan TCID Rp225.

Dari pasar keuangan, laju rupiah pada perdagangan pukul 16.19 WIB menguat pelan. Dolar AS sore ini melemah 38 poin (0,27%) ke level Rp14.221.

4 dari 5 halaman

Yakin Perang Dagang Berakhir Damai, Indeks Syariah Kompak Menguat

Dream - Laju indeks syariah masih belum terbendung pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 28 Agustus 2019. Adanya harapan perdamaian dari Perang Dagang Amerika Serikat dan China membuat investor tak ragu berburu saham. 

Penguatan indeks saham di BEI juga ditopang oleh indikasi teknikal yang menunjukan indeks tengah berada dalam posisi tren naik.

Sektor saham industri dasar dan manufaktur kali ini memimpin laju penguatan bursa.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 0,374 poin (0,19%) ke level 190,258 di sesi penutupan perdagangan. ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka di level 190,287 saat sesi prambukaan dan masih melaju ke level 190,419 saat bel perdagangan dibunyikan. 

 © Dream

Laju ISSI di pertengahan pekan ini tak sepenuhnya berjalan mulus. Sejam jelang penutupan, ISSI sempat terpeleset masuk zona merah namun diselamatkan oleh aksi beli jelang penutupan. ISSI menyentuh level tertinggi di 190,991 dan terendah 189,745.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga turut naik 2,517 poin (0,37%) ke level 689,022. Sementara Indeks JII70 menanjak 0,723 poin (0,31%) ke level 234,287.

Kembali melantainya pelaku pasar membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 3,475 poin (0,05%) ke level 6.281,646.

5 dari 5 halaman

Dua Sektor Ini Jadi Primadona

Mayoritas indeks sektoral menguat. Investor getol membeli saham, terutama di sektor industri dasar dan manufaktur. Indeks industri dasar menguat 1,22 persen dan barang konsumsi 1,14 persen.

Sebaliknya indeks sektor properti terkoreksi 1,08 persen, industri aneka 1,06 persen, infrastruktur 0,49 persen, dan keuangan 0,41 persen.

Emiten syariah yang mencetak top gainer dari sisi kenaikan harga saham kali ini adalah UNVR yang menguat Rp600, PICO Rp400, PDES Rp200, UNTR Rp200, dan AKRA Rp180.

Sebaliknya, harga saham FIRE terkoreksi Rp300, JSMR Rp175, INPP Rp105, POLL Rp100, dan MERK Rp90.

Pada pukul 16.08, rupiah melemah terhadap dolar AS. Nilai tukar dolar AS menguat 17 poin (0,12%) ke level Rp14.272 per dolar AS.

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'