Alasan Facebook-an di Kantor Bukan Ide yang Baik

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 8 Maret 2016 10:01
Alasan Facebook-an di Kantor Bukan Ide yang Baik
Ada anggapan mengakses Facebook beberapa saat saja di jam kerja bisa menyelematkan. Keliru, anggapan itu tak sepenuhnya benar

Dream - Inikah kebiasaan kamu? Baru beberapa menit mengerjakan tugas kantor, tiba-tiba tangan sudah sibuk menjelajah Facebook atau media sosial lainnya. 

Tenang, kebiasaan ini bukan dialami kamu sendiri. Hal ini juga dilakukan para pekerja lain.

Tapi tahukah kamu, sibuk bersosial media di jam kantor ternyata tak hanya berpengaruh pada pribadi tapi juga berpotensi merusak karir profesional kamu.

Intinya, terlalu sering mengintip media sosial di saat bekerja, akan mengganggu produktivitas Anda. Alasannya, media sosial dapat mendistorsi persepsi kamu tentang teman dan suasana hati, tanpa kamu sadari.

Selain itu, media sosial juga bisa membuat penggunanya memiliki kecenderungan mengalami depresi. Salah satu media sosial yang memiliki efek buruk terhadap produktivitas kerja adalah Facebook.

Sebuah artikel dari Psych Central merangkum sejumlah studi yang menunjukan masalah tersebut. Menurut artikel tersebut, menggunakan media sosial terlalu sering dapat memiliki efek negatif pada diri seseorang, terutama karena orang cenderung hanya mengunggah informasi yang baik-baik saja dari kehidupan mereka di media sosial.

Penggunaan Facebook yang berlebihan juga dikaitkan dengan peningkatan kecemasan dan kesulitan tidur. Dengan kata lain, kamu cenderung merasa tegang dan gelisah setelah menelusuri status dan komentar kamu atau orang lain dalam waktu yang lama.

Artikel tersebut tidak mengherankan menyebut kebiasaan menghabiskan waktu istirahat kerja dengan bermain Facebook adalah ide yang buruk. 

Bagaimana Jika Akses Facebook Diatur?

Bagi sebagian orang, menjelajah Facebook secara teratur memang tidak akan menimbulkan perasaan negatif. Tetapi, meski Anda kebal terhadap efek negatif media sosial, berlama-lama di depan media sosial bisa menjadi perangkap bagi pekerja profesional.

" Ada gangguan normal di hampir setiap bidang kehidupan sekarang, termasuk di tempat kerja," tulis Frances Booth, kontributor Forbes seperti dikutip Dream dari laman cheatsheet.com, Selasa, 8 Maret 2016.

Booth telah banyak menulis tentang gangguan digital, terutama di tempat kerja. Dan ia telah menemukan bahwa Ponsel bergetar di saku, mudahnya mengakses email, dan kebiasaan berselancar di Internet menyebabkan penurunan produktivitas di tempat kerja.

Bahkan meskipun Anda sudah berusaha sebisa mungkin untuk mengabaikan pengalih perhatian digital tersebut saat sedang bekerja.

Dalam satu artikel, Booth menganggap email dan Facebook adalah pengalih perhatian paling umum di tempat kerja. Seorang pekerja biasanya hanya butuh beberapa detik atau menit untuk terpecah konsentrasinya saat bekerja karena ada gangguan digital tersebut.

Menurut Booth, masalah yang lebih besar terletak pada tugas yang mudah bisa diselesaikan dalam beberapa menit. Anda dapat dengan mudah membalas email pendek, mengunggah di media sosial untuk tujuan kerja, atau sesuatu yang lain yang relatif sederhana.

Tapi tugas yang lebih kompleks cenderung mengalami penundaan atau selesai lebih lama dari yang seharusnya. " Jika tugas terlalu sulit atau terlalu membosankan, alih-alih mengerjakan tugas tersebut, banyak yang mengalihkan perhatian ke gangguan digital tadi," tulisnya.

Masalah lainnya, inovasi dan kreativitas membutuhkan pemikiran yang mendalam. Ini artinya, Anda tidak bisa mengalihkan perhatian, meski setiap lima menit, ke pengalih perhatian digital. Anda harus duduk memikirkan tentang tugas dan diri Anda sendiri sebelum beralih ke Google untuk mencari jawabannya.

Ketergantungan terhadap Facebook juga tidak akan membantu.

" Menyerah pada pengalih perhatian digital akan menghasilkan pemikiran yang setengah jadi, tidak orisinal, dan argumen yang itu-itu saja," kata Booth.

Beri Komentar