Bursa Syariah Turun Tipis, Saham Komoditas Jadi Buruan

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 8 Maret 2016 09:19
Bursa Syariah Turun Tipis, Saham Komoditas Jadi Buruan
Menguatnya saham komoditas mendorong laju ISSI dan JII menguat di sesi pembukaan.

Dream - Bursa saham syariah masih melanjutkan pelemahan di awal pembukaan perdagangan. Namun saham komoditas berhasil mendorong indeks syariah ke zona hijau.

Kondisi regional yang bergerak melemah membuat pemodal sempat cemas. Namun kenaikan harga minyak mentah dan menguatnya Wall Street membuat investor yakin kembali melantai di bursa.

Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 8 Maret 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun tipis 0,033 poin (0,02%) ke level 153,805.

Kurangnya tenaga di awal sesi juga dialami indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 0,579 poin (0,09%) ke level 649,979.

Memasuki sesi pembukaan, tanda-tanda aksi beli investor mulai terlihat. Dimotor emiten komoditas, ISSI berhasil masuk zona hijau. Namun JII masih tertekan di zona merah.

Di sesi pembukaan, ISSI naik tipis 0,021 poin (0,01%) ke level 153,859. Sebaliknya, JII masih terkoreksi 0,395 poin (0,06%) ke level 650,163.

Transaksi senilai Rp 13,42 miliar mengawali perdagangan saham syariah dengan 76,41 miliar saham beralihtangan.

Saham komoditas menjadi motor penggerak indeks saham dengan laju emiten pertambangan dan perkebunan naik 0,48 persen dan 0,22 persen. Sementara saham indusri aneka tertekan 0,59 persen, begitu pula infrastruktur yang turun 0,20 persen.

Tekanan di awal sesi juga sempat dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi 0,524 poin (0,01%) ke level 4.831,051.

Di sesi pembukaan, IHSG berhasil keluar dari tekanan dengan menguat 0,566 poin (0,01%) ke level 4.832,141.

Bursa saham pagi ini menggelar transaksi bernilai Rp 28,27 miliar dengan 100,5 juta saham berpindah pemilik. Pemodal asing memulai sesi pagi dengan nett sell Rp 736 juta.

Dari kawasan regional, indeks utama Asia didominasi pelemahan saat pembukaan perdagangan BEI. Koreksi dalam dialami indes Shanghai Composite (SSEC) yang turun 2,56 persen. Nikkei juga turun hingga 1,80 persen.

Sementara di pasar keuangan, rupiah pagi ini sedikit mengalami tekanan. Turun 20 poin (0,15%) nilai tukar dolar AS terhadap rupiah berada di level Rp 13.080

Beri Komentar