Kinerja Emiten Buat Cemas, Indeks Syariah Ditutup Melemah

Reporter : Syahid Latif
Senin, 7 Maret 2016 16:20
Kinerja Emiten Buat Cemas, Indeks Syariah Ditutup Melemah
Sebaliknya, rupiah justru terus bergerak menguat dan sempat berada di level 12.995 per dolar AS.

Dream - Bursa saham syariah bergerak fluktuatif di awal pekan. Kecemasan pada kinerja sejumlah sektor saham mendorong Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah.

Padahal indeks ISSI dan JII memulai sesi perdagangan dari zona hijau. Investor asing juga meningkatkan porsi belanja sahamnya.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 7 Maret 2016, indeks ISSI turun 0,604 poin (0,39%) ke level 153,838. Indeks JII juga terkoreksi 3,964 poin (0,61%) ke level 650,558.

Indeks ISSI memulai perdagangan dari teritori positif dengan menguat ke level 154,650. Aksi beli sempat mendorong ISSI ke level tertinggi di 154,953.

Namun mulai munculnya laporan keuangan emiten membuat investor berhati-hati. Saham-saham di sektor komoditas menjadi safe heaven investor.

Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 3,35 miliar dengan 37 miliar saham berpindahtangan. Aksi beli saham mendorong 99 emiten syariah menutup perdagangan di zona hijau. Sementara 87 lainnya terserang aksi jual dan 57 emiten ISSI bertahan stagnan.

Papan perdagangan indeks JII juga dilanda tekanan jual. Lebih dari separuh, atau 17 emiten bluechips syariah ditutup melemah. Hanya 12 emiten yang masih diburu investor dan 1 emiten bertahan stagnan.

Emiten sektor pertambangan memimpin laju kenaikan usai meroket 4,13 persen. Diikuti emiten perkebunan 1,82 persen, keuangan 0,50 persen dan properti 0,13 persen.

Sementara koreksi dalam terjadi pada emiten sektor barang konsumsi yang turun 2,19 persen, manufaktur 1,68 persen, dan industri dasar 0,75 persen.

Emiten bluechips syariah pencetak top gainer kali ini dihuni AALI yang naik Rp 675. Diikuti ITMG Rp 400, INCO Rp 160, MIKA Rp 110, dan ADRI Rp 65 per saham.

Sedangkan saham UNVR terkoreksi Rp 1.050 per saham yang membuatnya jadi pemuncak daftar top losser. Penghuni lainya ICBP yang turun Rp 425, LPPF Rp 325, INTP Rp 300, dan UNTR Rp 100 per saham.

Dari pasar keuangan, laju penguatan kurs rupiah seolah tak terhenti. Rupiah bahkan sempat menembus level terkuatnya di bawah 13.000 per dolar AS atau tepatnya 12.995 per dolar AS.

Sore ini, rupiah kembali menguat 51 poin (0,39%) ke level 13.080 per dolar AS.

Beri Komentar