Ilustrasi Smartphone.
Dream – Sahabat Dream yang ingin membeli smartphone, alangkah lebih baik berhati-hati ketika membeli gawai ini. Perhatikan secara cermat kondisi barang yang dibeli.
Jangan sampai membeli barang palsu seperti dialami seorang pelajar Malaysia ini.
Dilansir dari Mynewshub, Senin 27 Mei 2017, seorang pelajar bernama Jaya terpaksa gigit jari setelah membeli ponsel J dengan harga 890 ringgit (Rp2,77 juta). Pemuda berusia 18 tahun ini membeli telepon genggam di pusat elektronik pada 12 April 2017. Dalam sepekan gawainya itu ternyata sudah rusak.
Sial nasib Jaya, yang didapatnya adalah smartphone replika.
“ Seminggu kemudian dia rusak dan tidak bisa on. Saya pergi ke toko lain untuk bertaya masalah telepon saya, tapi penjualnya itu mengatakan ponsel saya itu ponsel replika,” kata dia di Seremban, Malaysia.
Lalu, dia kembali ke toko tempat dia membeli J5. Petugas toko mengatakan ponsel itu bisa diperbaiki dengan biaya 60 ringgit (Rp187.150). Jaya pun setuju.
© Dream
Seminggu kemudian, dia datang. Ketika hendak mengambil teleponnya, Jaya mendapati smartphonenya dengan layar yang retak. Penjual menawari Jaya untuk tukar tambah ke Samsung J7 dengan tambahan uang 35 ringgit (Rp109.170).
“ Sekali lagi saya sadar ditipu ketika hendak membeli casing yang ukurannya tidak sesuai dengan ukuran casing Samsung J7,” kata dia.
Jaya pun membuat laporan ke Samsung terkait smartphone yang dibelinya. Ketika mendapatkan pernyataan kalau telepon yang dibelinya adalah palsu, pemuda ini langsung membuat laporan kepada polisi pada 22 Mei 2017.
Lembaga hukum yang mengawal kasus Jaya, Gabungan Memartabatkan Pejuang Negara (GMPN), mengatakan tak segan membawa kasus ini kepada Kementerian Dalam Negeri, Koperasi, dan Kepenggunaan (KPDNKK) jika pihak toko tidak memberikan gawai asli kepada Jaya.
“ Dalam tiga hari pihak toko tidak memberikan telepon asli kepada pelajar ini, saya akan membawa masalah ini kepada KPDNKK,” kata pimpinan GMPN, Razali Zakaria.
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global