Bluechips Berguguran, Indeks Syariah Terkapar di Zona Merah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 4 Desember 2019 16:52
Bluechips Berguguran, Indeks Syariah Terkapar di Zona Merah
Sektor barang konsumsi terkoreksi paling tajam.

Dream - Indeks syariah mendekam di zona merah sepanjang perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 4 Desember 2019. Sentimen penguatan rupiah tak cukup memikat pelaku pasar untuk terjun ke lantai bursa.

Tanpa sentimen positif signifikan yang masuk ke lantai bursa, investor memilih menyelamatkan portofolionya dengan melakukan aksi jual saham. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan melemah 0,429 poin (0,23%) ke level 183,739. ISSI memulai sesi jual beli dari teritori merah saat dibuka melemah di level di 183,636.

Aksi jual saham membuat indeks ini semakin terdorong ke zona merah dan sempat terperosok ke level terendah di 182,958.

Meski sama-sama ditutup melemah, indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), masih sempat menembus zona hijau. Namun penguatan itu hanya berlangsung saat dan JII terkoreksi 1,837 poin (0,27%) ke level 678,067 di sesi penutupan.

Sementara indeks JII70 mengikuti laju ISSI yang mendekam seharian di zona negatif. Indeks syariah paling bungsu ini merosot 0,820 poin (0,36%) ke level 228,223.

Aksi jual yang cukup kuat di lantai bursa memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi. Terpangkas 21,017 poin (0,34%), IHSG bertengger di level 6.112,879.

1 dari 5 halaman

Indeks Sektor Barang Konsumsi Amblas

Investor lebih suka melepas sahamnya, terutama di sektor barang konsumsi yang terkoreksi sampai 1,27 persen.

Sebaliknya indeks sektor infrastruktur ditutup menguat 0,80 persen, pertambangan 0,61 persen, properti 0,46 persen, dan industri aneka 0,37 persen.

Emiten syariah yang bertengger di posisi top gainer kali ini POLU yang harga sahamnya naik Rp560, POLL Rp500, PLIN Rp390, PICO Rp240, dan JSMR Rp175.

Sebaliknya, yang menjadi " juru kunci" adalah UNVR yang harga sahamnya merosot Rp675, UNTR Rp450, ICBP Rp300, EPMT Rp250, dan MAPA Rp250.

Pada 16.34, kurs dolar AS melemah 86 poin (0,61%) ke Rp14.029 per dolar.

2 dari 5 halaman

Berseberangan dengan IHSG, Indeks Syariah Ditutup Melemah

Dream - Indeks syariah kompak turun pada penutupan perdagnagan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 3 Desember 2019. Koreksi yang dialami indeks syariah ini berseberangan dengan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang lolos dari tekanan.

Pelemahan indeks syariah terjadi di tengah mata uang dolar AS yang kembali menguat terhadap rupiah. Di sisi lain, aksi jual asing di pasar modal Indonesia mulai berkurang di bawah Rp100 miliar. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan koreksi tipis 0,044 poin (0,02%) ke level 184,168. ISSI bergerak fluktuatif setelah sempat dibuka melemah ke level 183,968. 

 

 © Dream

 

Saham syariah sempat kembali menjadi incaran pelaku pasar dengan terdorong naik ke zona hijau. Level tertinggi ISSI dicetak di level 184,580. Sayangnya penguatan ini tak berlangsung hingga sesi perdagangan ditutup.

Koreksi juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 0,628 poin (0,09%) ke level 679,904. Sementara indeks JII70 melemah 0,575 poin (0,25%) ke level 229,043.

Adanya aksi beli pada saham-saham lapis dua menyelamatkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Meski sempat terpeleset, IHSG ditutup naik 3,841 poin (0,06%) ke level 6.133,896.

3 dari 5 halaman

Sektor yang Digemari untuk Dibeli dan Dijual

Investor lebih suka membeli saham  di sektor industri dasar, barang konsumsi, manufaktur, dan pertambangan. Keempat indeks sektoral terangkat 1,36 persen, 0,73 persen, 0,58 persen, dan 0,15 persen.

Sebaliknya, indeks sektoral yang mengalami tekanan kali ini berasal dari emiten industri aneka yang terkoreksi 1,61 persen, pertanian 0,45 persen, dan perdagangan 0,29 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini BYAN yang harganya melesat Rp1.625, INTP Rp325, GHON Rp250, AKSI Rp245, dan PCAR Rp225.

Di jajaran top losser saham syariah bertengger emiten PICO yang terkoreksi Rp980, UNTR Rp575, HEXA Rp210, dan PLIN Rp200.

Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah sore ini mengalami tekanan. Pada perdagangan pukul 16.44 WIB, dolar AS menguat 6 poin (0,04%) ke level Rp14.131 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

Indeks Syariah Kembali Bangkit Meski Terpeleset di Awal Perdagangan

Dream - Indeks syariah mengalami rebound setelah kemarin mengalami tekanan aksi jual yang cukup hebat dari pelaku pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat terhempas dari level psikologis 6000 juga kembali ikut melayang.

Pelaku pasar sepertinya memanfaatkan momentum harga saham yang banyak terkoreksi kemarin untuk melakukan aksi beli. Ini terindikasi dari transaksi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia yang cukup ramai.

Tercatat lantai bursa diguyur dana jual dan beli investor hingga mencapai Rp7 triliun dengan miliaran saham yang berpindah tangan. Aksi beli didominasi pemodal lokal mengingat asing masih melakukan lepas saham namun dengan nominal yang berkurang. 

Menutip data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat 29 November 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 1,343 poin (0,75%) ke level 180,934. ISSI masih memulai sesi pagi di zona merah setelah dibuka melemah ke level 179,551.

 

 © Dream

 

Namun pelemahan itu hanya berlangsung sesaat. ISSI bergerak mantap di zona positif setelah 25 menit usai bel perdagangan dibuka. Hingga sesi penutupan di akhi November 2019 ini, laju ISSI bertahan nyaman di zona hijau.

Penguatan juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang naik 7,354 poin (1,11%) ke level 667,438.

Sementara Indeks JII70  menanjak 2,055 poin (0,92%) ke level 225,042.

Setelah kemarin sempat terhempas dari level 6000, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyambut bahagia libur akhir pekan ii. IHSG menguat 58,770 poin (0,98%) ke level 6.011,830.

5 dari 5 halaman

Sektor Infrastruktur dan Keuangan Meroket

Hampir semua indeks sektoral menguat. Investor lebih suka membeli saham di sektor infrastruktur, keuangan, industri aneka, dan pertanian. Keempat indeks ini masing-masing menguat sebesar 2,28 persen, 1,53 persen, 1,27 persen, dan 1,17 persen.

Pelemahan indeks pertambangan sebesar 1,73 persen tak begitu berpengaruh terhadap perdagangan.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini DSSA yang harga sahamnya terangkat Rp875, JSMR Rp350, MAPA Rp350, AALI Rp325, dan POLL Rp275.

Harga saham BYAN melorot Rp1.200, ITMG Rp350, FIRE Rp165, SMGR Rp150, dan MSKY Rp140.

Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS. Pada 16.25, nilai tukar dolar AS melemah 18 poin (0,13%) ke level Rp14.074 per dolar AS.

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak