Astaga! Pasien Bayar Rp600 Ribu untuk Masker Perawat

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 18 Mei 2020 07:42
Astaga! Pasien Bayar Rp600 Ribu untuk Masker Perawat
Kok bisa?

Dream – Pada masa pandemi corona seperti saat ini, penggunaan masker di ruang publik sangat diperlukan. Apalagi di sekitar rumah sakit yang kontaminasi penyebaran virusnya sangat tinggi.

Tapi, bagaimana perasaanmu jika dikenakan biaya rawat inap rumah sakit untuk membayar masker yang digunakan para staf rumah sakit?

Dikutip dari World of Buzz, Minggu 17 Mei 2020, seorang warganet asal Malaysia kaget bukan kepalang.

Dia harus membayar sekitar 201,6 ringgit (Rp600 ribu) untuk 18 masker yang digunakan oleh para staf rumah sakit.

Seorang netizen bernama Hilman membagikan pengalaman tidak mengenakannya tersebut ke Facebook. Ia sangat terkejut ketika melihat tagihan biaya rumah sakit swasta di Kuala Lumpur.

Total tagihannya yaitu RM201.60 (Rp 600 ribu) untuk 18 masker yang digunakan staf rumah sakit yang merawat putrinya.

“ Kamu menagih saya 201.60 ringgit (Rp600 ribu) untuk 18 potong masker wajah. Berarti kamu menagih saya 11.20 ringgit (Rp 33 ribu) per potong? Serius WTF??? !!!! Di mana etika dan profesionalisme dalam menjalankan bisnis medis?." tulis Hafiz dalam akun Facebooknya.

Sekedar informasi tambahan, harga tertinggi untuk sebuah masker kesehatan di Malaysia hanya RM1,50 (Rp5 ribu) per potong. Jadi, sebenarnya ilegal untuk menagih harga masker begitu mahalnya.

Hilman dengan marah menyatakan, masker wajah adalah barang penting yang harus digunakan oleh staf rumah sakit dan membebankan biaya masker kepada pasien yang sedang dirawat tidaklah masuk akal.

1 dari 5 halaman

Pihak Berwenang Menyelidiki Kasus

Setelah unggahannya menjadi viral di sosial media di Malaysia, Hilman tak berhenti sampai situ. Dirinya melaporkan perbuatan ilegal ini ke pihak berwajib.

Menurut laporan dari Berita Harian, petugas dari Departemen Perdagangan dalam Negeri dan Urusan Konsumen juga kerap menyelidiki kasus ini.

Direktur Penegakan Kementerian mengatakan pihaknya akan membahas tentang masker medis. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, harga tertinggi masker medis per lembar hanya 1,50 ringgit (Rp5 ribu).

2 dari 5 halaman

Keren! Tas Belanja IKEA Disulap Jadi Masker Hypebeast

Dream - Di masa pandemi Covid-19, masker menjadi barang yang wajib dipakai ketika berpergian. Hal ini membuka peluang bagi banyak orang untuk memproduksi masker kain.

Seorang desainer asal Beijing, China turut berinovasi menciptakan masker unik. Zhijun Wang menyulap tas belanja dari toko IKEA menjadi koleksi masker stylish.

Wang memotong kantung belanja IKEA dan merakitnya menjadi masker bergaya edgy. Ia juga memakai sisa bahan menjadi bucket hat kekinian.

Masker IKEA© Foto: Instagram @zhijunwang

Bersama rekannya, Yutong Duan, Wang sudah sering memproduksi masker dari bahan dasar unik seperti sneakers. Ia pertamakali membuat masker pada 2013 ketika Beijing diselimuti asap industri.

Kreatifitasnya semakin terasah ketika banyak orang berburu masker di tengah pandemi. Selama tujuh tahun, ia sudah menciptakan lebih dari 200 masker.

Masker Unik© Foto: Instagram @zhijunwang

Kreasi maskernya disukai dan telah dipakai oleh pesohor dunia seperti Takashi Murakami, Liam Payne dan Jeff Staple. Wang juga pernah berkolaborasi dengan brand ternama diantaranya Nike, Adidas, Reebok dan Puma.

Sumber: High Snobiety

3 dari 5 halaman

Viral Masker Bra Anti Corona dari Jepang

Dream - Masker dari bra sempat viral dan menjadi lelucon di media sosial. Namun tampaknya Jepang menganggap serius ide tersebut dan menjadikannya kenyataan.

Perusahaan pakaian dalam dari Jepang, Atsumi Fashion memproduksi masker dengan memakai bahan pembentuk bra. Lapisan kain bra berwarna-warni itu disulap menjadi masker pencegah Covid-19.

Masker Bra© Foto: Instagram @AtsumiFashion

Foto: Twitter @AtsumiFashion

Perusahaan yang berbasis di Tokoyama itu juga menghiasi masker dengan renda sehingga membuatnya tampak seperti bra. The Lace Bra Mask mampu melindungi sebagian wajah hingga mencapai dagu.

Dilansir dari Japan News, masker dibanderol dengan harga 1,490 Yen atau Rp215 ribu dan terdiri atas warna putih, pink, lime, aqua blue dan hitam.

Masker Bra© Foto: Twitter @AtsumiFashion

Foto: Twitter @AtsumiFashion

Masker tersebut mendapat perhatian besar dan ludes kurang dari seminggu. Atsumi Fashion juga berencana membagikan masker kepada tenaga medis dan orang yang membutuhkan perlindungan selama pandemi corona.

4 dari 5 halaman

Chanel Turut Produksi Masker dan Baju Pelindung untuk Cegah Corona

Dream - Salah satu luxury brand, Chanel, turut gerakan memberantas penyebaran virus corona Covid-19 dengan meluncurkan produksi masker mulut. salah satu alat perlindungan diri ini diharapkan membantu menambah pasokan masker di Prancis yang tengah dilanda wabah Covid-19.

Dilansir dari New York Times, sample untuk masker wajah itu sendiri sedang dikerjakan, dan akan dimulai produksi begitu mereka menerima persetujuan dari otoritas di Prancis.

" Hari ini kami memobilisasi tenaga kerja dan mitra kami, untuk menghasilkan masker dan baju pelindung," kata Chanel.

ilustrasi masker mulut© Shutterstock

5 dari 5 halaman

40 Juta Masker Habis dalam Sepekan

Hingga Sabtu, 28 Maret 2020 lalu, Menteri Kesehatan Olivier Veran Prancis mengatakan pemerintah telah memasok lebih dari satu miliar masker wajah untuk memenuhi kebutuhan dalam beberapa bulan ke depan. Sebagian besar pasokan berasal dari China.

Ia juga mengatakan bahwa Perancis menggunakan 40 juta masker wajah per-minggu, namun dokter, perawat, dan polisi mengeluh kekurangan.

ilustrasi masker mulut© Shutterstock

Untuk itu, Chanel menginfokan tidak akan merumahkan satupun dari total 4.500 karyawannya, karena akan membuat kegiatan ekonomi turun secara tajam.

Laporan: Raissa Anjanique

Beri Komentar