Cetak Deflasi 0,18%, Indeks Syariah Kompak Melemah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 1 Oktober 2018 16:56
Cetak Deflasi 0,18%, Indeks Syariah Kompak Melemah
Kurang `angin segar`?

Dream - Bursa saham Indonesia seperti turut merasakan duka yang dialami Indonesia usai terjaidnya gempa dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah. Seluruh indeks acuan syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak melemah di awal perdagangan Oktober 2018.

Melemahnya indeks syariah juga merespon data ekonomi terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat terjadinya deflasi 0,18 persen sepanjang September 2018. Kurs rupiah yang kembali bergejolak ikut mempengaruh sikap investor di lantai bursa. 

 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Senin, 1 Oktober 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), terkoreksi 0,885 poin (0,50%) ke level 177,204. ISSI bergerak fluktuatif setelah memerah di 177,297. Meski sempat bergerak mengaut dan menyentuh level tertinggi di 178,516, ISSI akhirnya tak bisa melawan laju aksi jual investor. 

Koreksi juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) meski separuh bluechips syariah bergerak menguat. JII terkoreksi 2,642 poin (0,40%) ke level 662,273.

Sementara indeks JII70, melemah 1,745 poin (0,79%) ke level 219,977.

Aksi tahan diri investor untuk sementara membuat IHSG harus bersabar kembali ke jalur 6000. IHSG awal pekan ini terkoreksi 31,952 poin (0,53%) ke level 5.944,601.

1 dari 1 halaman

Sentimen Positif Tak `Sapa` Pasar Modal

Kurangnya sentimen positif membuat investor enggan melantai di bursa. Mereka cenderung melepas sahamnya sehingga harga 152 saham syariah terkoreksi. Hingga akhir sesi paska-penutupan perdagangan, tercatat dana syariah bergulir di pasar bursa mencapai Rp3,12 triliun dengan 45,52 miliar lembar saham.

Aksi beli investor awa pekan ini sedikit melesu. Setelah akhir pekan lalu menembus lebih dari setengah triliun rupiah, dana asing yang bergulir di pasar modal syariah Indonesia kali ini turun tajam menjadi Rp225 miliar.

Investor lebih suka melepas saham di sektor industri dasar yang mendorong indeksnya turun 2,37 persen. Disusul pertanian 1,49 persen, manufaktur 1,46 persen, dan barang konsumsi 1,46 persen.

Penguatan di sektor pertambangan 1,35 persen, properti 0,66 persen, infrastruktur 0,61 persen, dan industri aneka 0,10 persen belum cukup kuat menopang perdagangan.

Emiten bluechip syariah pencetak top gainer hari ini adalah AKRA yang harga sahamnya naik Rp290, ITMG Rp150, INDF Rp125, WSKT Rp100, dan INDY Rp90.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah INTP yang harga sahamnya turun Rp875, UNVR Rp725, SMGR Rp325, UNTR Rp225, dan TPIA Rp160.

Dari pasar uang, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah melemah 18 poin (0,12%) ke level Rp14.878 per dolar AS, pada pukul 16.24.

Dolar AS berada di level Rp14.896 ketika perdagangan dibuka. Mata uang Paman Sam sempat menyentuh level Rp14.935.

Beri Komentar