Bank Investasi Korsel Suntik Modal Bukalapak

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 4 Oktober 2019 17:45
Bank Investasi Korsel Suntik Modal Bukalapak
Valuasi Bukalapak meningkat lebih dari Rp35 triliun.

Dream - Platform e-commerce Bukalapak kembali mendapat suntikan modal dari investor baru. Shinhan GIB, perusahaan perbankan investasi asal Korea Selatan berkomitmen menyuntikan dana segar untuk Bukalapak.

Dalam keterangan tertulis diterima Dream, Shinhan GIB menanamkan investasi pada putaran pendanaan Seri F Bukalapak. Hal ini disahkan lewat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.03-0337851 tertanggal 26 September 2019.

Seri pendanaan ini meningkatkan valuasi Bukalapak melampaui US$2,5 miliar atau lebih dari Rp35 triliun. Dana investasi yang didapat Bukalapak dialokasikan untuk menjalankan rencana strategi bisnis jangka panjang. 

Sedangkan dalam pendanaan Seri F ini, Shinhan menanamkan uangnya bersama beberapa investor lainnya seperti institusi investor global dan Emtek.

Shinhan GIB sendiri merupakan bagian dari Shinhan Financial Group. Grup ini memiliki total aset senilai US$413 miliar dengan kapitalisai pasar mencapai US$19 miliar dan peringkat surat utang A1 Credit Rating dari Moody’s.

Selain itu, SFG mengelola portofolio bisnis yang seimbang, termasuk Bank Komersial, Bank Investasi, Permodalan, Asuransi, Kartu Kredit dan sebagainya.

Sedangkan Bukalapak saat ini diakses lebih dari 70 juta pengguna. Selain itu ada lebih dari 4 juta pelapak serta lebih dari 2 juta warung dan agen di seluruh Indonesia telah menjadi mitra Bukalapak.

1 dari 5 halaman

Jokowi Ingin Milenial jadi Menteri, Bos Gojek atau Bukalapak?

Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin memasukan salah satu generasi milenial dalam kabinet kerja untuk periode kedua pemerintahannya. Rencana ini menuai teka-teki bagi sejumlah ekonom.

Tokoh-tokoh besar di industri e-commerce tak lepas dari penilaian ekonom.

Ada dua tokoh muda yang dinilai kuat sebagai calon menteri. Dia adalah CEO Bukalapak, Achmad Zaky, dan CEO PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek Indonesia), Nadiem Makarim.

Ekonom Insitute For Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira, menilai Nadiem dan Zaky unggul kalau terlibat pada posisi atau bidang ekonomi kreatif dan digital.

" Saya pikir mereka cocok jadi menteri muda. Kenapa? Karena mereka ini terbukti kreatif, jaringannya luas, memahami dunia ekonomi digital, dan tentunya punya integritas," kata Bhima kepada Liputan.6com, dikutip Dream, Kamis 4 Juli 2019.

Bhima mengatakan mereka cocok menjadi pimpinan Badan Ekonomi Kreatif atau menteri ekonomi digital. Jika menjadi pimpinan di ekonomi digital, sektor ini akan semakin maju di Indonesia.

“ Mereka paham selama ini apa hambatan ekonomi digital di Indonesia,” kata dia.

2 dari 5 halaman

Potensi Generasi Muda Indonesia Jadi Menteri Sangat Besar

Ekonom Centre of Reform on Economics (CORE), Piter Abdullah mengatakan, potensi generasi muda RI untuk menjadi menteri memang sangatlah besar. Piter menuturkan, mulai dari kalangan partai politik hingga pengusaha sukses, masyarakat tak bisa antipati pada keberadaan dan kinerja cemerlang anak muda dalam negeri.

" Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) oke, kenapa tidak? Angela Tanoesoedibjo, jelas oke, kita jangan underestimate,” kata dia.

Piter mencontohkan sosok yang semula tak diperhitungkan, seperti pengusaha mebel, bisa menjadi walikota dan menjadi presiden.

" Dan Menteri Susi dulu pertama kali jadi menteri semua orang underestimate. Ternyata beliau termasuk menteri terbaiknya Pak Jokowi," kata dia.

3 dari 5 halaman

Berkaca dari Malaysia?

Sebelumnya, sejumlah ekonom menilai keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengangkat menteri dari generasi muda atau negerasi milenial pada periode selanjutnya sangat mungkin dilakukan.

Ekonom Insitute For Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira menjelaskan, Indonesia dapat meniru Malaysia dalam mengangkat Syed Syaddiq sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

Bhima melanjutkan, potensi anak muda RI untuk terlibat di bidang kepemerintahan sangatlah besar. Apalagi, saat ini jumlah milenial Indonesia sudah menyentuh 90 juta orang.

" Malaysia sudah punya Menpora usia muda, Syed Sadiq. Kenapa Indonesia tidak bisa? Banyak milenial yang potensial. Apalagi kita akan menyambut puncak bonus demografi di 2030. Anak muda itu kreatif, inisiatif, berani dan relatif tdak tunduk pada tekanan politik," tuturnya kepada Liputan6.com, Rabu, 3 Juli 2019.

 

4 dari 5 halaman

Sebaiknya Menteri dari Generasi Muda Tempati Posisi Ini

Namun, pada kesempatan ini, Bhima berpesan bahwa Presiden Jokowi sebaiknya mengisi anak muda untuk posisi Kemenpora, Bekraf, hingga Menteri Pariwisata.

" Syukur-syukur ada kementerian ekonomi digital. Itu bisa di isi pos anak muda," terangnya.

Seirama, Ekonom Centre of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengungkapkan, anak muda atau generasi milenial sebaiknya ditempatkan untuk posisi yang membidangi olahraga ataupun seni dan budaya.

" Saya kira bukan untuk posisi-posisi vital khususnya dibidang politik hankam dan ekonomi. Generasi muda atau milenials sangat mungkin untuk posisi menteri yang membidangi olahraga dan seni budaya, atau menteri bidang sosial dan peran wanita," ujarnya.

" Kalaupun untuk bidang ekonomi, posisi yang bisa diisi oleh generasi muda saya kira adalah ekonomi kreatif," kata dia.

 

(Sumber: Liputan6.com/Bawono Yadika)

5 dari 5 halaman

Kembangkan Ekonomi Syariah, Bukalapak dan Tokopedia Dilibatkan

Dream – Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) menggandeng banyak lembaga untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Misalnya, mengajak e-commerce untuk mendukung ekonomi syariah.

“ Hari ini kita tidak akan hanya menyaksikan prosesi peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024, tetapi kami juga menyisipkan agenda penandatanganan beberapa Memorandum of Understanding (MoU) antara KNKS dengan berbagai lembaga yang mendukung pengembangan ekonomi syariah Indonesia,” kata Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang P. S. Brodjonegoro, dalam peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 15 Mei 2019.

Bersamaan dengan peluncuran MEKSI 2019-2024, KNKS juga turut menekan sejumlah nota kesepahaman dengan berbagai lembaga negara serta pemain pasar. Komite ini menggandeng Bukalapak dan Tokopedia untuk mewujudkan konsep marketplace yang mengakomodasi kebutuhan umat Muslim di Indonesia.

Pengguna dapat lebih mudah mencari dan mengidentifikasi produk-produk dengan nomor sertifikasi halal. Tidak hanya itu, nantinya pengguna juga dapat lebih mudah untuk melakukan investasi pada instrumen syariah seperti reksadana syariah melalui platform e-commerce.

“ KNKS ingin bersama-sama membangun ekosistem e-commerce yang mendukung penjualan produk-produk halal melalui platform digital marketplace,” kata Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal KNKS, Afdhal Aliasar.

Afdhal mengatakan hal ini dimulai dengan mengajak marketplace yang sudah ada saat ini, yaitu Bukalapak dengan Tokopedia. Tujuannya untuk menghadirkan produk-produk halal dan keuangan syariah di masing-masing e-commerce.

“ Diharapkan ke depannya akan lebih banyak lagi pemain e-commerce yang turut bergabung dalam ekosistem ini,” kata dia. 

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik