BCA Syariah Salurkan Rp1 Triliun untuk UMKM

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 17 September 2019 19:30
BCA Syariah Salurkan Rp1 Triliun untuk UMKM
Angkanya seperlima dari total pembiayaan yang disalurkan bank.

Dream – BCA Syariah mengucurkan pembiayaan segmen UMKM sebesar Rp1,01 trilun pada Agustus 2019. Besarnya mencapai 20,33 persen dari total portofolio pembiayaan perusahaan yang mencapai Rp4,95 triliun.

Kepala Satuan Kerja Bisnis Retail dan Konsumer BCA Syariah, Dwidadi Sugito, mengatakan, produk pembiayaan BCA Syariah untuk UMKM di antaranya pembiayaan modal kerja dan pembiayaan investasi modal kerja.

Selain menggunakan pembiayaan dalam bentuk angsuran, ada juga pembiayaan rekening koran syariah (PRKS) untuk meningkatkan perputaran usaha. Plafon yang diberikan sampai dengan Rp5 miliar dengan omzet pertahun tak lebih dari Rp50 miliar.

“ Akad pembiayaan beragam, disesuaikan dengan kebutuhan para pengusaha, seperti akad Murabahah, Mudharabah, Musyarakah dan lainnya,” kata Dwidadi di Bandung, Jawa Barat, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 17 September 2019.

Selain itu, BCA Syariah juga mengadakan pelatihan UMKM untuk mendorong masyarakat berwirausaha. Misalnya, mengadakan pelatihan “ How to Start Your Online Store” untuk generasi milenial.

“ Kegiatan Pelatihan UMKM ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan BCA Syariah Peduli untuk meningkatkan kapasitas individu kaum muda dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui kegiatan wirausaha, khususnya dalam sektor ekonomi kreatif,” kata dia.

Acara ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri atas Komunitas Muslim Fashionpreneur, Komunitas Fashion Garment dan nasabah antusias mengikuti pelatihan ini. Dalam kesempatan kali ini, BCA Syariah menggandeng pembicara dari Islamic Trade & Export Development Organization (ITEDO), sebuah lembaga independen yang membantu, mendampingi, mengembangkan individu atau organisasi yang ingin bergerak di bidang perdagangan dan pengembangan ekspor, untuk produk yang memerlukan kreativitas atau merengga gaya baru.

Data Statistik dan Hasil Survei Ekonomi Kreatif dari BEKRAF dan BPS menyebutkan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif telah menyumbangkan Rp922,59 triliun terhadap PDB Nasional.

“ Pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia memiliki peluang yang sangat besar. BCA Syariah sangat mendukung pengusaha muda untuk berkembang, baik melalui pelatihan maupun penyediaan produk dan layanan perbankan syariah untuk memenuhi kebutuhan pewirausaha,” kata Dwidadi.

1 dari 5 halaman

BCA Syariah Dapat Suntikan Modal, Berapa Nilainya?

Dream – PT BCA Syariah mendapatkan suntikan modal dari induknya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Proses suntikan modal sudah sampai di regulator.

Direktur Utama BCA Syariah, John Kosasih, mengatakan suntikan modal yang diajukan kurang lebih Rp1 triliun.

“ Tapi, disetujuinya berapa, (kami) belum tahu,” kata John di Jakarta, Jumat 26 Juli 2019.

John mengatakan modal ini diprediksi akan cair pada kuartal III 2019. Nantinya, suntikan modal ini akan digunakan untuk penyaluran pembayaran ke aktiva-aktiva yang produktif, kemudian disalurkan ke surat-surat berharga yang mempunyai return yang baik.

" Kemudian ke pembiayaan yang tentu saja berkualitas untuk menopang pertumbuhan jangka penddng maupun jangka panjang," ucap dia.

John melanjutkan, BCA Syariah belum dapat mengkalkulasi keuntungan yang didapat dari penyaluran tersebut berkat suntikan modal BCA.

" Profitnya tentu nanti di next year-nya karena ini turunnya pada kuartal ketiga, kuartal keempat," kata dia. 

2 dari 5 halaman

BCA Syariah Bukukan Laba Rp25,8 Miliar

Dream – PT BCA Syariah mencetak laba bersih sebesar Rp25,8 miliar pada semester I 2019. Hal ini dikatakan oleh Kepala Satuan Kerja Keuangan dan Perencanaan Perusahaan Bank Syariah BCA Syariah, Pranata Nazaruddin.

“ Tumbuh 2,2 persen daripada periode yang sama tahun sebelumya,” kata Pranata di Jakarta, Jumat 26 Juli 2019.

Direktur Utama BCA Syariah, John Kosasih, membidik laba tumbuh double digit pada tahun ini. “ Untuk tahun ini pertumbuhan laba target double digit,” kata John.

Pranata menambahkan aset BCA Syariah mencapai Rp7,04 triliun. Angka tersebut meningkat 9,26 persen daripada tahun lalu pada periode yang sama. Peningkatan aset itu dipengaruhi dari tumbuhnya penyaluran pembiayaan sebesar Rp4,9 triliun.

 

 

Pranata mengatakan pembiayaan komersial berpengaruh menyumbang kontribusi sebesar 77,39 persen atau Rp3,8 triliun dari total portofolio pembiayaan.

Angka pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) BCA berada di level 0,68 persen secara gross.

Pada semester I 2019, BCA Syariah juga mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) di angka Rp5,6 triliun atau naik 8,9 persen. “ Pertumbuhan ini ditopang produk deposito Rp58,9 miliar, produk giro Rp229,49 persen, produk tabungan meningkat Rp173,9 miliar dibanding tahun lalu," kata dia.

3 dari 5 halaman

Bank Royal Akan Digabung dengan BCA Syariah, Ini Kata Dirut BCA

Dream – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) belum lama ini mengakuisisi PT Bank Royal Indonesia. Aksi korporasi itu rencananya akan disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada 20 Juni 2019.

Pada Rabu 12 Juni 2019, Direktur Utama BCA, Jahja Setiaatmadja, mengatakan salah satu agendanya adalah meminta persetujuan para pemegang saham terhadap akuisisi Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) I.

Santer terdengar kabar Bank Royal selanjutnya akan digabungkan dengan BCA Syariah.

Menanggapi kabar ini, Jahja mengatakan peleburan ini tak bisa dilakukan secara singkat. Hal ini disebabkan oleh Bank Royal belum punya fokus bisnis.

 

 

Perusahaan rencananya akan memperbaiki dahulu kinerja keuangan Bank Royal.

“ Tunggu harus distabilkan dulu Bank Royal sampai profit, baru kemudian di-merger. Saya rasa tidak bisa tahun ini,” kata dia.

Sekadar informasi, BCA dan BCA Finance mencaplok semua saham Bank Royal senilai Rp1 triliun. Angka ini belum termasuk transaksi material. Tentang rencana akuisisi berikutnya terhadap bank lain, Jahja masih tidak memberikan keterangan lebih lanjut.

" d deh," kata dia.

4 dari 5 halaman

Suntik Rp800 Miliar

Jahja mengatakan perusahaan akan menyuntikkan dana kepada BCA Syariah senilai ratusan miliar. Rencananya, dana ini akan disuntikkan akhir tahun ini.

“ Ada sekitar Rp800 miliar. Kalau bisa, tahun ini pada semester II 2019,” kata dia.

Jahja mengatakan suntikan modal ini akan digunakan untuk ekspansi BCA Syariah salah satunya pembukaan cabang di Aceh.

" Mereka (BCA Syariah) bagus perkembangan kredit dan profitabilitynya. Kita siapkan lah, kapan inject tinggal tunggu kebutuhannya," kata dia.(Sah)

5 dari 5 halaman

Laba Bersih BCA Syariah Tumbuh 22 Persen pada 2018

Dream - PT BCA Syariah (BCA Syariah) membukukan laba bersih sebesar Rp58,4 miliar pada 2018. Angkanya naik 22 persen pada 2017 yang sebesar Rp47,9 miliar.

" Peningkatan laba perusahaan di antaranya ditopang oleh perusahaan pembiayaan sebesar 16,9 persen yoy yang mencapai Rp4,2 triliun pada 2017 menjadi Rp4,9 triliun," kata Direktur Utama PT BCA Syariah, John Kosasih, di Jakarta, Kamis 28 Februari 2019.

John mengatakan, pembiayaan BCA Syariah berada di atas rata-rata pembiayaan industri sebesar 12 persen.

Dia mengatakan aset BCA Syariah tercatat sebesar Rp7,1 triliun. Angkanya meningkat 18,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp6 triliun.


 

Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mendorong pertumbuhan BCA Syariah. Angkanya naik 16,3 persen dari Rp4,7 triliun ke Rp5,5 triliun.

John mengatakan pembiayaan BCA Syariah didominasi pembiayaan sektor produktif. Komposisi pembiayaan pada masing-masing segmen komersial 76,08 persen, UMKM 20,61 persen, dan konsumsi 3,31 persen.

Rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/ NPF) BCA Syariah pada 2018 sebesar 0,35 persen dan 0,28 persen.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone