Mengintip Tren Permainan Terkini di IITE 2018

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 24 Juli 2018 11:15
Mengintip Tren Permainan Terkini di IITE 2018
Para pebisnis bisa memperluas jaringan di event yang akan dihadiri 116 exhibitor dari 5 negara.

Dream – Tak punya agenda bersama anak di akhir pekan ini? Mungkin waktunya memanjakan si buah hati dengan memberikannya permainan baru. 

Bertempat di Jakarta International Expo (JIE), Kemayoran Jakarta, Sahabat Dream bisa mengajak putra-putrinya berburu mainan murah di ajang Indonesia International Toys and Kids Expo (IITE) 2018. Event ini akan berlangsung mulai 26-28 Juli 2018. 

Ketua Asosiasi Mainan Indonesia (APMI), Sutjiadi Lucas, mengatakan para pengunjung IITE 2018 akan dimanjakan dengan sejumlah produk permainan terbaru serta kemunculan robot dobi.

Robot Dobi merupakan robot cerdas yang berhasil mempertahankan rekor dunia sebagai robot yang bisa menari secara bersamaan.

“ Tapi, bukan untuk transaksi jual beli,” kata Lucas di Jakarta, Senin 23 Juli 2018.

Secretary General APMI, Johan Tandanu, memperkirakan tren mainan anak akan banyak didominasi oleh permainan bertema edukasi seperti congklak yang pernah membantu anak-anak berpikir kreatif dan bersosialisasi.

Meski banyak pihak tak menyarankan buah hatinya bermain gadget, Johan memperkirakan permainan di sejumlah gawai juga akan berkembang pada produk-produk yang membantu kecerdasan anak. 

" Tidak menutup kemungkinan ada berkembang model 3D yang seperti sekarang, yaitu catalog lego yang bisa di-scan,” kata Johan.

Mengambil tema “ Tren Mainan Terkini” yang bekerja sama dengan Chayou Expo, IITE 2018 yang sudah memasuki tahun ketiga ini akan dihadiri oleh 116 exhibitor dari 5 negara. 

Tak hanya pameran permainan terkini, IITE 2018 juga menggelar seminar bertemakan perminan dengan salah satunya narasumber mantan menteri tenaga kerja, Muhaimin Iskandar. Ada juga lomba untuk anak-anak yang disponsori oleh Semo Block.

“ Kami berharap IITE bisa merangkul sekaligus berbagi wawasan tentang mainan anak dengan teknologi terkini, sehingga para pengusaha mainan Indonesia dapat lebih berkembang dan inovatif dalam menciptakan mainan anak,” kata Jason.

(Sah, Laporan: Qonita Lutfia)

Beri Komentar