Indonesia Masih Belum Bisa Mengalahkan Malaysia Di Sektor Keuangan Syariah. (Foto: Shutterstock)
Dream – Industri keuangan syariah global tumbuh 6 persen pada 2017. Nilainya kurang lebih US$2,4 triliun (Rp33.440,87 triliun) pada akhir 2017.
Data ini tertuang dalam Global Islamic Finance Report (GIFR) 2018 yang akan dirilis bulan depan di Astana Islamic Economic Forum bulan depan.
Dikutip dari Arabian Business, Rabu 20 Juni 2018, menurut laporan GIFR 2018, pertumbuhan industri keuangan syariah pada 2017 merupakan tahun keempat industri ini tumbuh satu digit.
Tak hanya itu, secara lima tahun berturut-turut pertumbuhan industri keuangan syariah ini mengalami tren penurunan.
“ Ini harus menjadi perhatian bagi para pemangku kepentingan di industri jasa keuangan syariah global,” kata Kepala Editor GIFR dan CEO Edbiz Consulting, Sofiza Azmi.
Akan tetapi, menurut Azmi, tak ada yang tertarik untuk memahami akar penyebab hilangnya momentum pertumbuhan keuangan syariah.
GIFR 2018 juga turut memuat indeks keuangan syariah di setiap negara. Hasilnya, Malaysia memimpin untuk industri keuangan syariah, termasuk sebagai pasar yang paling berpengaruh di industri keuangan syariah. Posisi ini juga disusul oleh Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.
Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia berada di posisi keenam dan menggeser Pakistan. Posisi Pakistan turun satu peringkat menjadi posisi ketujuh. (ism)