Bisnis Wisata ISIS, Bulan Madu Bagi Pengantin Baru

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 24 Juli 2014 18:07
Bisnis Wisata ISIS, Bulan Madu Bagi Pengantin Baru
Bus wisata milik ISIS itu menjalankan tur dua kali dalam seminggu dari Raqa Suriah ke Anbar Irak.

Dream - Kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang menebar teror di Irak dan beberapa negara Arab, ternyata memiliki keinginan untuk mendongkrak perekonomiannya di sektor pariwisata. Kelompok militan yang baru saja menyatakan diri sebagai khalifah itu memberangkatkan para wisatawan menggunakan bus khusus.

Hal yang cukup mengejutkan, ISIS dilaporkan mengajak pasangan militan yang sedang bulan madu dan warga sipil lainnya, untuk mengunjungi bagian lain dari khalifah.

Bus wisata milik ISIS itu menjalankan tur dua kali dalam seminggu dari Raqa Suriah ke Anbar Irak. Bus berbendera ISIS tersebut akan memainkan lagu-lagu perjuangan militan sepanjang perjalanan.

Salah satu klien pertama bus wisata ISIS itu adalah militan asal Chechnya Abu Abdel Rahman al-Shishani, berusia 26 tahun. " Dia membawa istri barunya dari Suriah untuk berbulan madu,” kata aktivis ISIS Hadi Salameh. " Setelah mereka menikah, ia membawa istrinya ke Anbar. Pasangan militan ini sangat romantis."

Tidak seperti perjalanan wisata lainnya, pasangan suami istri itu harus terpisah tempat duduknya. Para wanita duduk di bagian belakang sementara laki-laki di depan.

Salameh seperti dikutip laman Al Arabiya, Kamis, 24 Juli 2014, mengatakan bus berangkat dari Tal Abyad (di perbatasan Turki dan Suriah) dan berakhir di Anbar Irak. Lucunya, penumpang bisa turun di mana saja dan tidak perlu menggunakan paspor saat menyeberang perbatasan.

Ditambahkan Salameh, wisata ini tidak gratis dan perusahaan yang di baliknya mencari keuntungan.

" Tentu saja itu tidak gratis. Harganya bervariasi, tergantung pada seberapa jauh Anda pergi menggunakan bus," kata aktivis yang menyamarkan namanya agar tidak mendapat hukuman dari ISIS ini.

Sementara pemberontak Suriah Abu Quteiba al-Okaidi, yang berasal dari provinsi perbatasan Deir Ezzor, mengatakan sebagian besar pengguna bus pariwisata ISIS ini adalah militan asing.

" Kebanyakan dari mereka adalah orang asing. Mereka berkomunikasi dalam bahasa Inggris, dan mengenakan pakaian Afghanistan yang disukai oleh militan," kata Okaidi kepada AFP melalui telepon.

" Ada penerjemah di bus, yang menjelaskan kepada mereka di mana mereka akan pergi. Orang-orang di bus tidak bersenjata, tetapi dikawal oleh kendaraan bersenjata," tambahnya.

ISIS berasal dari di Irak tapi menyebar ke Suriah pada akhir musim semi tahun lalu. Namun tapi pasti mereka mengambil alih kota Raqa di Suriah utara, dan mengubahnya menjadi bentengnya.

Pada bulan Juni, ISIS memelopori serangan dahsyat di Irak. Sebagian besar wilayah utara Irak dan barat negara itu jatuh ke tangan ISIS. (Ism)

Beri Komentar