Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lima Siswa SMA Asal Jogja (Antara/Regina Safri)
Dream - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan apresiasi kepada lima siswa asal SMA 3 Yogyakarta. Apresiasi diberikan karena keberanian mereka melaporkan dugaan terjadinya kebocoran soal Ujian Nasional.
Kelima siswa itu adalah Zar Bela Hanifa, Khalid Umar, Daffa Abhista, Inria Astari Zahra dan Tsaqif Wismadi.
Sebelum pelaksanaan UN, Tsaqif dan teman-temannya mendapatkan tautan di sebuah situs berbagi yang berisi soal mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada awalnya, mereka mengira itu merupakan soal latihan. Ada sebagian yang mengunduh untuk latihan, ada yang tidak.
Namun ternyata saat hari pertama UN, Senin 13 April, Tsaqif menyadari soal-soal dari link tersebut sama 100 persen dengan soal UN yang dihadapinya.
Sepulang sekolah di hari itu juga, Tsaqif mengirimkan email kepada Universitas Gajah Mada. Dia mengaku emosi dan sangat kecewa. " Saya saat itu sangat emosi dan kecewa. Saya ingin mencari keadilan," ujar Tsaqif dikutip Dream dari laman kpk.go.id, Kamis 23
Tsaqif mengatakan keputusan untuk berani melaporkan terkait bocoran UN muncul karena tergerak melihat lingkungan di sekitarnya.
" Saya lihat teman-teman sudah belajar dengan serius untuk persiapan UN dan menyita waktu dan dana orang tua maka saya putuskan untuk mencari keadilan dengan melaporkannya, jadi saya berpikir tak bisa diam," ungkapnya.
Sebagai bentuk apresiasi, KPK diberikan dalam bentuk penyematan pin " Berani Jujur Hebat" oleh Fungsional Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) Pauline Arifin.
KPK juga memberikan penghargaan bagi SMA Negeri 3 Yogyakarta yang memberikan pengajaran kejujuran pada siswanya.
" Mereka ini berani jujur dan menyuarakannya, sehingga harusnya memang menjadi role bagi masyarakat yang jujur namun masih diam. KPK mengapresiasi keberanian siswa-siswa ini untuk bersuara," kata Pauline. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya