Kisah 5 Siswa Jujur Yogya Bongkar Kebocoran UN

Reporter : Sandy Mahaputra
Kamis, 23 April 2015 18:31
Kisah 5 Siswa Jujur Yogya Bongkar Kebocoran UN
Keberanian mereka diapresiasikan banyak orang.

Dream - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan apresiasi kepada lima siswa asal SMA 3 Yogyakarta. Apresiasi diberikan karena keberanian mereka melaporkan dugaan terjadinya kebocoran soal Ujian Nasional.

Kelima siswa itu adalah Zar Bela Hanifa, Khalid Umar, Daffa Abhista, Inria Astari Zahra dan Tsaqif Wismadi.

Sebelum pelaksanaan UN, Tsaqif dan teman-temannya mendapatkan tautan di sebuah situs berbagi yang berisi soal mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada awalnya, mereka mengira itu merupakan soal latihan. Ada sebagian yang mengunduh untuk latihan, ada yang tidak.

Namun ternyata saat hari pertama UN, Senin 13 April, Tsaqif menyadari soal-soal dari link tersebut sama 100 persen dengan soal UN yang dihadapinya.

Sepulang sekolah di hari itu juga, Tsaqif mengirimkan email kepada Universitas Gajah Mada. Dia mengaku emosi dan sangat kecewa. " Saya saat itu sangat emosi dan kecewa. Saya ingin mencari keadilan," ujar Tsaqif dikutip Dream dari laman kpk.go.id, Kamis 23

Tsaqif mengatakan keputusan untuk berani melaporkan terkait bocoran UN muncul karena tergerak melihat lingkungan di sekitarnya.

" Saya lihat teman-teman sudah belajar dengan serius untuk persiapan UN dan menyita waktu dan dana orang tua maka saya putuskan untuk mencari keadilan dengan melaporkannya, jadi saya berpikir tak bisa diam," ungkapnya.

Sebagai bentuk apresiasi, KPK diberikan dalam bentuk penyematan pin " Berani Jujur Hebat" oleh Fungsional Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) Pauline Arifin.

KPK juga memberikan penghargaan bagi SMA Negeri 3 Yogyakarta yang memberikan pengajaran kejujuran pada siswanya.

" Mereka ini berani jujur dan menyuarakannya, sehingga harusnya memang menjadi role bagi masyarakat yang jujur namun masih diam. KPK mengapresiasi keberanian siswa-siswa ini untuk bersuara," kata Pauline. (Ism) 

Beri Komentar