Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ochammad Najmul Afad (unnes.ac.id)
Dream - Mochammad Najmul Afad menjadi lulusan terbaik Universitas Negeri Semarang pada wisuda periode I 2015. Pemuda kelahiran Batang, Jawa Tengah, ini lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,87 alias cumlaude.
“ Afad juga contoh mahasiswa yang mandiri,” kata Kepala Humas Unnes, Bambang Priyono, sebagaimana dikutip Dream dari laman unnes.ac.id, Rabu 25 Maret 2015.
Afad lahir dari keluarga sederhana. Sang ayah merupakan petani penggarap sawah orang lain. Sementara, sang ibu merupakan penjual beras eceran dan bekatul.
Dia harus belajar di tengah keterbatasan ekonomi. Bahkan, sempat menumpang selama tiga bulan di tempat kos salah seorang teman karena beasiswa yang belum cair.
Namun, keterbatasan finansial itu tak menyurutkan semangatnya untuk belajar. Afad justru menjadi sosok yang mandiri, terutama setelah sang ayah meninggal, saat Afad masih semester dua.
Di sela kesibukan kuliah, Afad masih sempat membantu perekonomian keluarga dengan menjual kebutuhan pokok pertanian. Selain itu, dia juga menjual donat keliling dan juga buku perkuliahan untuk menambah biaya hidup.
Selain itu, Afad juga aktif dalam kegiatan kampus maupun di masyarakat. Afad bahkan menjadi inisiator program-program kreatif, seperti produksi kaos sablon serta kegiatan-kegiatan keagamaan.
“ Ia berhasil menyeimbangkan kegiatan wirausaha dengan kegiatan akademik sehingga bisa terus mempertahankan prestasi akademik,” ujar Bambang. Baca Juga: Demi Nyawa Anak, Ibu Bersujud Korbankan Diri Kisah Haru Bocah Kembar Rintis Bisnis untuk Saudara Kebaikan Gadis Cantik Belikan Nenek Pengemis Sarapan Video Salat Pemuda `Bertubuh Separuh` Getarkan Netizen Kutipan Terkenal Lee Kuan Yew tentang Homoseksual dan Kematian Foto Dokter Ini Mengharukan Jagat Maya Kisah Gadis Manis Hidupi Keluarga dengan Qasidahan Nenek Ini 43 Tahun Jadi Laki-Laki, Demi Hidupi Keluarga Cara Tunanetra `Tonton` Film Kala Tuna Netra Bisa `Menonton` Youtube
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya