Demi Nyawa Anak, Ibu Bersujud Korbankan Diri

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 25 Maret 2015 13:22
Demi Nyawa Anak, Ibu Bersujud Korbankan Diri
Ini adalah kumpulan kisah-kisah mengharukan yang menguras air mata.

Dream - Ini kisah haru setelah terjadi gempa besar di Jepang. Saat tentara dan tim penyelamat mencari satu persatu korban gempa di reruntuhan bangunan, menemukan sebuah keajaiban.

Mereka melihat wanita yang tak lagi bernyawa telah berusaha menyelamatkan anaknya dengan cara bersujud. Saat diselamatkan, bayi itu masih tidur pulas. Setelah selimut itu dibuka, ternyata ada sebuah ponsel. " Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa aku mencintaimu," demikian pesan yang tertulis dalam layar ponsel itu.

Penasaran dengan kisah-kisah mengharukan lain yang menguras air mata? simak halaman berikutnya!

 

1 dari 8 halaman

Guru Jadi Pelacur Demi Murid Tercinta

Dream - Sebuah perjuangan luar biasa datang dari gadis cantik asal Gan Shu, China. Xia harus rela mengorbankan kehormatannya demi keberhasilan murid-murid di bangku sekolah.

Tinggal di pemukiman padat penduduk dengan mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai wanita penghibur. Guru Xia memutuskan menjadi guru sukarela di salah satu sekolah dekat kediamannya. Kecantikan serta keceriaan Xia mampu membuat murid-murid menyayangi Xia dalam waktu cepat. Xia memberikan pelajaran kosa kata chinese dan pengetahuan umum lainnya.

Karena bangunan sekolah yang semakin tak layak untuk digunakan murid-muridnya, kepala sekolah selaku penanggung jawab meminta bantuan pada walikota. Pikiran busuk walikota segera menghampiri. Ia lalu meminta Xia untuk menemui sang walikota yang memiliki niat jahat pada Xia. Bukan uang yang dapat, kehormatan serta keperawanan Xia berhasil direnggutnya.

Harapan Xia akan kebahagian murid-murid masih begitu besar, hingga sebuah keputusan besar harus ia jalani yakni menjadi wanita penghibur demi membiayai pembangunan serta sarana prasarana untuk menunjang proses belajar. Perubahan mulai terlihat seiring dengan uang hasil kiriman Xia yang bekerja di kota besar sebagai wanita penghibur.

Tawaran kencan dengan harga menjulang tinggi datang dari seorang pengusaha, Xia menerima tawaran tersebut dalam keadaan lelah. Kekejaman walikota ternyata tak ada apa-apanya dengan nasib Xia yang begitu miris pada malam itu. Bukan uang yang didapat justru nyawanya hilang karena diperkosa dan dibunuh oleh ketiga pengusaha tersebut.  Nyawa Xia hilang seiring hilangnya harapan murid-muridnya.

2 dari 8 halaman

Suapi Istri 11 Tahun Pakai Mulut

Dream - Foto-foto seorang kakek menyuapi istrinya yang menderita stroke menggunakan mulutnya menghebohkan jagat maya Tiongkok.

Zhang Changshan, 79 tahun, dari Zhuozhou, Hebei, dilaporkan mengunyah makanan dan menyuapkannya kepada istrinya dari mulut ke mulut.

Kebiasaan itu telah dilakukan Zhang selama 11 tahun sejak istrinya menderita stroke dan menjadi lumpuh pada 2003 lalu.

Zhang mengatakan istrinya hanya bisa bertahan selama satu bulan setelah dinyatakan menderita stroke oleh dokter. Mendengar itu, Zhang kemudian membawa pulang istrinya dan belajar teknik pemijatan kuno untuk memijat istrinya setiap hari.

Ajaibnya, istri Zhang malah bertahan lebih lama dari yang diperkirakan dokter. Semua itu berkat cinta dan kerja kerasnya dalam merawat istrinya.

3 dari 8 halaman

Terima Kasih atas Peristiwa 30 Tahun Lalu

Dream - Cerita seorang anak di Thailand yang melakukan apapun demi melindungi orangtuanya. Sampai-sampai ia terpaksa mencuri obat di sebuat apotik yang tak jauh dari kediamannya.

Aksi yang tak pantas mendapat pujian dan mengharukan itu diketahui oleh pemilik toko. Beruntung, bapak paruh baya yang menjual mie di depan apotik itu mencegah. Ia menghampiri si bocah bernama Prajak.

Tanpa ragu bapak penjual mie memberikan uang pada pemilik apotik untuk membayar obat-obatan yang telah dicuri Prajak. Tak hanya itu, ia juga memberikan mie untuk dibawa Prajak pulang.

30 tahun telah berlalu, keadaan penjual mie masih sama seperti dulu. Saat tengah melayani pembeli ia tiba-tiba terjatuh karena sakit. Puteri semata wayangnya segera membawa penjual mie ke rumah sakit terdekat.

Biaya pengobatan serta perawatan ayahnya terlalu mahal. Ia tak punya uang sebanyak itu, puterinya hanya menangis memandangi memandangi kertas biaya pengobatan.

Nah, saat sedang tertidur ia mendapati sebuah kertas tagihan dari rumah sakit dengan total = 0. Rupanya Prajak kecil telah tumbuh besar menjadi seorang dokter. Ia ingin membalas budi pada bapak penjual mie yang telah menolongnya 30 tahun lalu. 

4 dari 8 halaman

Kisah Kakek Berusia `10 Tahun`

Dream - Suasana ramai terlihat di sudut kota Yogyakarta. Terdengar lantunan indah suara ayat suci Alquran. Rupanya diadakan pengajian rutin usai menunaikan salat Isya.

Diantara kerumunan anak-anak dan remaja terlihat sosok yang tak lagi seusia dengan kerumunan yang ada di masjid tersebut.

Kakek berusia sekitar 70 tahun terlihat tengah asyik bergabung bersama anak-anak yang khusyuk membaca ayat suci Alquran. Seorang pemuda yang merasa heran dan penasaran segera mendekati kakek tersebut.

Pemuda itu mulai berbincang-bincang, apakah kakek merupakan guru ngaji di sana. Sontak pemuda itu terkejut, rupanya si kakek hanya murid sama dengan yang lainnya.

" Berapa usiamu kek?" tanya pemuda itu.

" Sepuluh tahun nak," jawab si kakek.

Tak percaya dengan pernyataan kakek, pemuda itu terus bingung mendapati jawaban kakek. Tiba-tiba kakek itu tertawa dan menjelaskan mengapa ia mengatakan berusia 10 tahun.  Baca di sini.

5 dari 8 halaman

Pertemuan Haru Ayah dan Anak yang Diculik 24 Tahun Lalu

Dream - Air mata kedua pria itu terkuras. Mereka saling berpelukan. Bergetar menahan emosi. Sampai-sampai, keduanya sama-sama bersimpuh di lantai, dengan tangan masih saling berdekapan.

Mereka adalah Sun Bin dan ayahnya. Pantas saja air mata keduanya tumpah dalam pertemuan di Sichuan itu. Sebab, pada Selasa itu merupakan pertemuan pertama, sejak 24 tahun, setelah Sun Bin diculik.

Penculikan Sun Bin terjadi pada 1991. Sun Bin diculik saat berada di pasar di Chengdu, Sichuan, di mana sang ayah berjualan sayur. Dia kemudian dibawa ke Xuzhou, Jiangsu. Kala itu usia Sun Bin baru empat tahun.

Setelah berusia 28 tahun, Sun Bin berusaha mencari keluarganya. Dia minta bantuan biro keamanan publik untuk menemukan mereka. Dan upaya itu berhasil. Biro keamanan publik menemukan sang ayah. Pertemuan yang menguras air mata itupun digelar.

6 dari 8 halaman

Rela Berbagi Suami, Demi Anak

Dream - Wanita mana yang mau berbagi suaminya dengan orang lain. Yanti satu dari sekian juta wanita yang rela membagi suaminya dengan orang lain. Ini semua demi kebahagian hidup yang seharusnya diberikan oleh suaminya secara utuh.

Di sudut kota Surabaya, Jawa Timur, Yanti hanya tinggal di salah satu rumah kontrakan dengan fasilitas seadanya. Sementara suaminya tinggal bersama istri barunya yang berprofesi sebagai karyawan PJTKI.

Dua bulan sebelumnya, Yanti tinggal secara terpisah. Namun sejak sang suami jarang mengirimkan uang, Yanti akhirnya rela dan berbesar hati untuk tinggal serumah dengan istri baru suaminya.

Yanti akui itu merupakan kesalahan terbesar saat menyetujui permintaan suaminya yang ingin menikah lagi. Alasannya, terpaksa berbagi suami demi kelangsungan serta uang untuk menghidupi anak-anaknya.

Penasaran dengan kisah Yanti? Yuk simak kisahnya Baca di sini 

7 dari 8 halaman

Pesta Pernikahan Mewah Tragis, Mempelai Wanita Tak Hadir

Dream - Sebuah pesta pernikahan mahal di hotel bintang lima di Singapura, Sabtu pekan lalu, harus berakhir dengan kisah tragis.

Pesta yang harusnya menyenangkan itu berubah 180 derajat, setelah mempelai wanita tidak hadir. Para tamu yang sudah terlanjur datang cuma bengong begitu melihat di pelaminan hanya ada pengantin pria.

Si pria yang minta disebut Liu (26) sudah menyiapkan pesta mewah dengan biaya US$ 20 ribu (Rp 230 juta). Meja dan kursi yang disediakan untuk keluarga pengantin perempuan terlihat kosong.

Berdasarkan laporkan Shin Min Daily News, satu hari sebelum pesta, si pria dan tunangannya terlibat cecok mulut hingga berujung berujung bertengkaran. " Dia menampar saya tujuh kali. Bahu dan dada saya juga memar dipukul oleh dia," kata Liu. (Baca juga: Baru Kelar Ijab Pernikahan, Wanita Ini Langsung Diceraikan)

Insiden itu membuat Liu dan orangtuanya marah. Si wanita pun memilih kabur. Meski pernikahan batal, pesta tetap berjalan tanpa mempelai wanita, lantaran undangan sudah terlanjut disebar. Tidak jelaskan penyebab pertikaian keduanya. 

8 dari 8 halaman

Kisah Pilu Seorang Ibu Dibuang Anaknya

Dream - Perasaan sedih yang mendalam karena dikucilkan dan diabaikan menyelubungi penghuni kompleks Rubat Al-Shakirin, Arab Saudi sebuah tempat penampungan orang-orang tua.

Mereka adalah sisa-sisa generasi tua yang mendambakan perhatian dan kasih sayang, yang selama ini tak diberikan oleh kerabat terdekatnya.

Tempat itu menjadi saksi betapa pengabaian yang disengaja dan kurangnya perhatian menjadi hal yang harus ditanggung penghuninya setiap hari. Bangunan di kompleks itu sudah tidak terawat, tidak ada petugas keamanan dan air bersih.

" Terlepas dari kenyataan bahwa tiga anak laki-laki dan tiga anak perempuan saya tinggal di kota, saya telah menghabiskan hari-hari saya di sini selama lebih dari 15 tahun. Sebelumnya, saya berada di jalanan selama beberapa waktu," kata Khadeejah Aydros, salah seorang penghuni Rubat Al-Shakirin, kepada Arab News, Senin 1 Desember 2014.

Khadeejah mengatakan tak satu pun dari anak-anaknya bersedia merawatnya terutama setelah dia jatuh sakit.

Wanita ini mengeluhkan tak ada seorang pun kerabatnya yang menanyakan kabarnya setelah ia tinggal di Rubat. Semuanya berawal ketika salah seorang menantu perempuan Khadeejah meminta suaminya mengusir ibunya keluar rumah.

Satu malam, mereka meminta Khadeejah turun dari mobil di Rehaili Street dan kemudian meninggalkannya begitu saja. Tak seorang pun anak Khadeejah lainnya yang datang menolong.

" Mereka telah lupa bagaimana saya telah mengasuh mereka saat masih kecil, bahkan setelah itu. Kejadian tersebut telah membuat hati saya hancur," katanya.

Khadeejah kemudian menceritakan setiap Bulan Ramadhan dan Idul Fitri, ia akan berdiri di pintu gerbang kompleks. Berharap anak-anaknya datang untuk mengunjunginya. Tapi itu tidak terjadi selama 15 tahun terakhir ini.

Selama Khadeejah sakit, penghuni lainnya yang mengurus segala keperluannya. Khadeejah tak mampu bergerak karena dia tengah menderita rematik dan hernia. Uang pensiun yang diterimanya tiap bulan tidak mencukupi untuk biaya pengobatan.

Penghuni lainnya, Umi Aishah, 55 tahun, adalah istri imam masjid di Rubat. Sejak terbaring sakit, suaminya sudah tidak bisa lagi memimpin salat. Salah seorang putranya dulu sering membantu mereka.

Tapi kini dia tak lagi mengirimkan sebagian gajinya yang hanya 1500 riyal per bulan. Jadi Umi Aishah dan suaminya hanya mengandalkan sedekah dari orang-orang.

Umi Aishah mengatakan sejak masjid ditinggal mati oleh pemiliknya, tak seorang pun yang mau merawatnya. Pasokan air masjid sudah diputus sejak dua tahun lalu karena lama tidak membayar tagihan air. Sekarang mereka hanya mengandalkan air dari tangki untuk memasak dan keperluan lainnya.

Selain itu, kompleks Rubat kini tak memiliki penjaga dan tukang bersih-bersih. Semua penghuni Rubat Al-Shakirin adalah orang-orang tua yang sakit dan tak terurus, tapi mereka bisa hidup seperti sebuah keluarga yang harmonis.

Beri Komentar