BNI Syariah Fasilitasi TKI di Hong Kong Hijrah Keuangan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 18 Desember 2018 19:30
BNI Syariah Fasilitasi TKI di Hong Kong Hijrah Keuangan
Potensi bisnis syariah di Hong Kong ternyata cukup besar.

Dream – Para pekerja migran, khususnya di Hong Kong, yang tengah hijrah hijrah keuangan ke sistem syariah tak perlu pusing lagi. PT BNI Syariah telah siap memfasilitasi buruh migran Indonesia (BMI) untuk bertransaksi dengan perbankan syariah.

Hong Kong dipilih sebagai salah satu perluasan bisnis BNI Syariah dengan pertimbangan sebagai negara dengan penempatan BMI terbanyak setelah Malaysia dan Timur Tengah.

“ Alhamdulillah, para migran antusias dengan kehadiran BNI Syariah,” kata Pemimpin Divisi Dana dan Transaksi BNI Syariah, Bambang Sutrisno, di Hong Kong, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 18 Desember 2018.

Potensi bisnis pengelolaan keuangan di negeri ini memang cukup besar. Dari catatan perusahaan, BNI Syariah memiliki dana kelolaan dari para BMI hingga mencapai Rp24 miliar pada 2018. Sementara jumlah nasabah (number of account) BNI Syariah di sana sebanyak 15.778 rekening.

Anak usaha PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero) ini melayani transaksi perbankan, seperti pembukaan rekening, pengiriman uang dengan bisnis remittance, serta transaksi finansial melalui mobile banking dan ATM. Transaksi ATM tersedia di empat lokasi pelayanan remitansi di Hong Kong, yaitu Keswick, Yuen Long, Tsuen Wan, dan Hung Hom.

Selain itu, BNI Syariah juga mendorong BMI di sana untuk hijrah ke perbankan syariah dengan edukasi keuangan syariah. Hal ini bertujuan agar literasi keuangan syariah para pekerja migran bisa meningkat.

Manajemen BNI Syariah kembali menyapa lebih dari 500 migran hadir dalam acara “ Hijrah Dengan Hasanah” yang dihadiri oleh Pemimpin BNI Hongkong, Wan Andi, Direktur BNI Remittance Ltd (BRL) Hong Kong, Eko Kristianto, Ustaz Mufti Syafii, dan CEO Yukbisnis.com, Jaya Setiabudi, dan Bambang Sutrisno.

Acara diisi dengan materi bagaimana berbisnis sesuai syariah dan mengelola keuangan sehingga diharapkan pendapatan yang diterima para migran dapat dikelola secara effisien dan tepat.

Bambang mengatakan edukasi ini juga bertujuan untuk menggali lebih dalam potensi Hong Kong. “ Kami berharap layanan BNI Syariah bersinergi dengan BNI Induk dapat mempermudah para migran untuk bertransaksi dengan cepat, efisien dan prudent sesuai syariah,” kata dia.

1 dari 1 halaman

Tingkatkan Infrastruktur di Hong Kong

Eko mengatakan BNI terus meningkatkan infrastruktur perbankan dan eduasi untuk menambah jumlah nasabah di Hong Kong. Ke depannya, mereka akan bekerja sama dengan pihak ketiga untuk program dompet elektronik.

“ Penyetoran uang dapat dilakukan dengan mendatangi empat lokasi pelayanan remitansi dan BNI juga sudah bekerja sama dengan pihak ketiga yang mempunyai izin untuk penyetoran uang di jaringan ritel seperti Seven Eleven sebanyak 800 gerai di semua Hongkong ditambah dengan jaringan Circle K,” kata dia.

Jaya juga mengajak para migran untuk mempersiapkan masa depan dengan beragam keterampilan yang dimiliki. Salah satunya adalah keterampilan berwirausaha.

“ Selain bekerja sebagai migran, diperlukan keahlian berwirausaha untuk mempersiapkan masa depan setelah kepulangan ke Indonesia,” kata dia.(Sah)

Beri Komentar