Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF) Christine Lagerde mengatakan, negara-negara di kawasan Asia dapat mengandalkan inovasi dalam sektor keuangan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, sektor keuangan Asia didukung oleh level pertumbuhan yang luar biasa dan punya kemampuan mempertahankan stabilitasnya dalam gejolak yang begitu cepat.
"Meski demikian, sektor keuangan tetap butuh belajar khususnya dari sektor manufaktur yang secara terus menerus berubah mengikuti nilai tambah produk yang lebih tinggi serta proses pembiayaan yang semakin efektif," ujar Christine Lagerde dalam Konferensi Kerjasama IMF dan Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Rabu 2 September 2015.
Ia melanjutkan, bicara mengenai pendalaman sektor keuangan di beberapa negara berarti juga mesti mengubah pandangan lama mengenai transaksi perbankan. Dari praktik perbankan tradisional yang fokus pada pengambilan deposit dan pinjaman komersil kepada perusahaan.
"Pembiayaan yang lebih dalam (deeper financial) dapat menolong Asia mendapat keuntungan berupa kesempatan adanya kesempatan perdagangan baru, mendorong produktivitas, meningkatkan jumlah tenaga kerja, dan mendukung pendewasaan di sektor-sektor lain," tambahnya.
Bagi konsumen, kata Lagarde, model layanan keuangan baru dapat menyediakan berbagai kemudahan seperti pembayaran otomatis, produk asuransi dan pensiun, sebagaimana sudah diterapkan di Singapura.
Sedangkan bagi pebisnis, inovasi memang berarti sebuah resiko atas modal start up dan kesamaan pendanaan untuk memperluas perusahaan. Hal itu dapat pula menambah peran surat utang dan pasar saham, serta memungkinkan investor untuk melakukan pembiayaan jangka panjang.
Lagarde menegaskan, melalui inovasi sektor keuangan ini ia tak bermaksud mengusulkan model pembiayaan yang beresiko. Menurutnya, sistem deeper financial justru dapat menjadi pelindung dari volatilitas. "Tapi syaratnya, harus ada sistem regulasi keuangan yang baik," ungkapnya.
"Artinya, masih ada sisa-sisa risiko yang mesti dicegah, seperti praktik shadow banking misalnya," tutup Lagarde.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?