Bupati Banyuwangi Ajak Pemda Manfaatkan Dana Desa untuk Teknologi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 17 Desember 2020 13:33
Bupati Banyuwangi Ajak Pemda Manfaatkan Dana Desa untuk Teknologi
Dana desa tak hanya bisa digunakan untuk membuat infrastruktur di pedesaan.

Dream – Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menyarankan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan dana desa salah satunya untuk mengembangkan teknologi. Dana itu bisa dioptimalkan karena satu-satunya anggaran yang tidak direalokasi pemerintah pusat untuk penanganan pandemi Covid-19.

Menurut Anas, dana desa lebih bermanfaat jika digunakan untuk pengembangan digital dibandingkan membangun jalan. 

“ Rugi sama sekali kalau tidak dipakai untuk (pengembangan) digital,” kata dia dalam webinar “ Indonesia Digital Conference 2020” yang diselenggarakan oleh Asosiasi Media Siber Indonesia, Rabu, 16 Desember 2020.

Anas menyampaikan langkah ini sudha mulai diterapkan di Banyuwangi sejak 2014 dengan program Wi-Fi gratis dan Smart Kampung. Sebagai pendukungnya, kecanggihan teknologi juga diterapkan di Pemerintah Daerah Banyuwangi, seperti E-Monitoring System untuk memantau perkembangan kegiatan pembangunan di desa serta E-Village Budgeting sebagai aplikasi manajemen keuangan desa.

Agar desa-desa bisa menerapkan teknologi, Anas memastikan tak perlu menunggu kepala desa bisa mahir menggunakan teknologi. Anas memanfaatkan para lulusan SMK untuk membantu penerapan teknologi digital di daerah-daerah itu.

“ Ini jalan dan langsung cepat sekali layanannya,” kata dia.

1 dari 3 halaman

Bilik Transparan di Kampung Mandar, Spot Kuliner Seru di Banyuwangi

Dream - Menyantap hidangan spesial sambil menikmati pemandangan indah saat ini memang sulit untuk dilakukan. Pandemi membuat kita lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan memesan makanan.

Bagi kamu pemburu kuliner istimewa ada spot baru yang bisa didatangi di Banyuwangi, yaitu Ikan Bakar Pondok Terawang, Kampung Mandar, Kecamatan Kota Banyuwangi. Tempat makan ini membangun bilik khusus yang transparan sehingga para pengunjung bisa sambil menikmati pemandangan muara sungai Pantai Boom yang menjadi tempat perahu perahu nelayan bersandar.

Bilik Kuliner Transparan Banyuwangi© Merdeka.com

Konsep tempat makan dengan bilik transparan ini terinspirasi dari restoran ikonik di Belanda, Mediamatic Eten. Bilik ini diterapkan dengan physical distancing protokol kesehatan pencegahan Corona (Covid-19)

 

2 dari 3 halaman

Resto Pinggir Sungai

Mereka yang datang ke pondok Ikan Bakar bisa duduk di bilik transparan dengan kapasitas tempat duduk untuk satu keluarga, 2 sampai 4 orang. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, konsep rumah rumah kaca transparan tersebut merupakan langkah baru di era new normal yang meniru model restoran di Belanda.

Bilik Kuliner Transparan Banyuwangi© Merdeka.com

" Tren orang ke Banyuwangi tinggi meski di tengah Covid-19, tapi risikonya tinggi kalau risikonya tidak dijaga. Ini adalah contoh restoran di pinggir sungai di Belanda, sekarang di-copy di Kampung Mandar. New normal orang bisa makan ikan bakar, sekaligus bisa mendapatkan tempat untuk pengalaman ya, new normal tapi keren," kata Anas, dikutip dari Merdeka.com.

 

3 dari 3 halaman

Physical Distancing

Sementara itu, Camat Kota Banyuwangi, Muhammad Lutfi mengatakan, berdirinya rumah makan Pondok Terawang merupakan hasil kerjasama antara Kecamatan Kota, Bank Jatim dan masyarakat Kampung Mandar.

Ikan Bakar Banyuwangi© Merdeka.com

Langkah tersebut kata Lutfi bakal menjadi model untuk warung-warung makan yang ada di Kampung Mandar agar turut menerapkan disiplin physical distancing. Saat ini di Kampung Mandar masih terdapat 10 bilik transparan steril untuk menikmati ikan bakar dengan aman dan nyaman.

" Insyaallah dari pagu indikatif (perkiraan pagu anggaran) kecamatan, warung-warung ini sudah sama semua. Alhamdulillah semakin hari semakin ramai di tempat ini, tentunya kita jaga dengan protokol Covid-19 agar tidak ada penularan," jelasnya.

Laporan Muhammad Ulil/ Sumber: Merdeka.com

Beri Komentar