Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Melesatnya harga saham emiten sektor perkebunan membawa bursa saham syariah menutup perdagangan akhir pekan di zona hijau. AALI dan UNVR menjadi motor penggerak indeks saham bluechips syariah.
Berkurangnya gelombang jual investor asing juga berhasil menahan bursa saham Indonesia kembali masuk zona merah.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 11 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,255 poin (0,91%) ke level 139,419.
Menghabiskan waktu perdagangan di zona positif, indeks ISSI sempat menembus level tertinggi 139,971 dan terendah di 138,875.
Penguatan lebih tinggi dicetak indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menguat 7,834 poin (1,36%) ke level 584,895. JII sempat menembus level tertinggi di 587,138.
Jenuhnya aksi jual investor membawa 97 emiten syariah ke zona positif. Sementara hampir separuh penghuni JII, atau 14 emiten, juga menatap akhir pekan di zona hijau.
Transaksi perdagangan saham syariah relatif sepi dengan hanya mencetak nilai Rp 2,57 triliun. Sebanyak 34,18 miliar saham syariah diperdagangkan investor hari ini.
Emiten bluechips syariah pencetak kenaikan harga tertinggi dihuni AALI yang melesat Rp 1.500 per saham. Disusul UNVR Rp 1.000, INTP Rp 900, ITMG Rp 575, dan UNTR Rp 425 per saham.
Di daftar top losser bertengger saham AKRA yang melemah Rp 150, LPPF Rp 100, PTPP Rp 80, SILO Rp 75, dan SCMA Rp 55 per saham.
Meski dibayangi pelemahan saham sektor properti, keuangan, dan perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga sukses menutup perdagangan di zona hijau.
IHSG ditutup mengat 17,207 poin (0,40%) ke level 4.360,468.
Dari pasar keuangan, rupiah kini justru berbalik melemah. Dibuka di bawah level 14.000, kurs rupiah terhadap dollar AS sore ini melemah 2 poin (0,01%) ke level 14.330 per dollar AS.
Advertisement