Cara Menghitung Zakat Emas serta Dalil dan Syaratnya, Pemilik Logam Mulia Ini Wajib Paham!

Reporter : Arini Saadah
Jumat, 15 Juli 2022 20:01
Cara Menghitung Zakat Emas serta Dalil dan Syaratnya, Pemilik Logam Mulia Ini Wajib Paham!
Ketahui cara menghitung zakat emas dan manfaatnya berikut ini.

Dream – Emas dikenal sebagai barang mewah nan mahal. Logam mulia baik dalam bentuk batangan maupun perhiasan ini merupakan jenis bahan mineral yang mudah ditempa. EMas terbuat dari proses magmatisme atau pengkonsentrasian di permukaan.

Dengan nilai dan stok yang terbatas, emas sudah sejak lama menjadi barang investasi bagi banyak orang. Dalam Islam sendiri, kepemilikan emas juga diatur. Barang siapa yang memiliki emas dalam jumlah tertentu maka diwajibkan menunaikan zakat.

Zakat adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh umat Islam yang sudah memenuhi syarat. Zakat termasuk ke dalam rukun Islam yang ketiga. Dalam agama Islam ada dua macam zakat, yaitu zakat fitrah dan zakat mal.

Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib ditunaikan pada bulan Ramadhan. Sedangkan zakat mal adalah zakat karena harta kepemilikan sudah mencapai batas syarat minimum yang wajib untuk dikeluarkan.

Pada dasarnya zakat mal terdiri dari berbagai macam jenis zakat yang masing-masing memiliki ketentuan berbeda-beda. Macam-macam zakat mal antara lain: zakat emas, zakat perak dan sejenisnya, zakat pertanian dan perkebunan, zakat perniagaan, zakat peternakan, zakat pertambangan, dan zakat penghasilan.

Zakat mal yang ditunaikan di Indonesia identik dengan zakat harta kekayaan berupa tabungan, uang, perdagangan atau pun emas dan perak.

Lantas bagaimana cara menghitung zakat emas menurut Islam? Mari simak penjelasan selengkapnya berikut ini, dilengkapi dalil al-Quran, syarat dan golongan yang berhak menerima.

1 dari 6 halaman

Memahami Zakat Emas

Dilansir dari laman baznas.go.id, cara menghitung zakat emas dihitung dari kepemilikan harta emas. Zakat emas merupakan zakat yang dikenakan atas emas yang telah mencapai nishab dan haul. Nishab adalah harta kepemilikan yang sudah mencapai ketetapan syara'. Sementara haul adalah batasan waktu satu tahun hijriyah atau 12 (dua belas) bulan qomariyah sebagai tanda wajib mengeluarkan zakat.

Kewajiban mengeluarkan zakat emas atau perak telah tertuang dalam Al-Quran Surat At-Taubah Ayat 34, yang artinya:

۞ يٰٓاَيُّهَا الَّذِينَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ الْاَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُوْنَ اَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗوَالَّذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُوْنَهَا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙفَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ اَلِيْمٍۙ

“ Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim dan rahib-rahib mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil, dan (mereka) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih.”

Sementara itu, kewajiban mengeluarkan zakat emas juga tertuang dalam hadis, antara lain:

“ Jika engkau memiliki perak 200dirham dan telah mencapai haul (satu tahun), maka darinya wajib zakat 5 dirham. Dan untuk emas, anda tidak wajib menzakatinya kecuali telah mencapai 20 dinar, maka darinya wajib zakat setengah dinar, lalu dalam setiap kelebihannya wajib dizakati sesuai prosentasenya.” (HR. Abu Dawud)

2 dari 6 halaman

Syarat Wajib Menunaikan Zakat Emas

Sebelum lebih lanjut mempelajari tentang cara menghitung zakat emas, kita perlu mengetahui syarat-syarat yang mewajibkan seorang muslim untuk mengeluarkan zakat emas. Adapun syarat-syarat menunaikan zakat emas adalah sebagai berikut:

Harta emas adalah milik sendiri secara sempurna, bukan bukan pinjaman atau milik bersama orang lain.

Sudah sampai haul, artinya emas dan perak tersebut sudah tersimpan selama satu tahun berjalan.

Sudah sampai nisab, artinya emas dan perak yang dimiliki sudah mencapai batasnya untuk dikategorikan sebagai harta yang wajib dizakati. Untuk nisab zakat emas sendiri sebesar 85 gram emas dan untuk perak sebesar 595 gram.

3 dari 6 halaman

Cara Menghitung Zakat Emas

Cara menghitung zakat emas sama dengan cara menghitung zakat perak. Zakat emas yang wajib dikeluarkan jika harta tersebut sudah tersimpan dan melebihi nishabnya yaitu 85 gram. Kadar emas yang wajib ditunaikan adalah 2,5 persen.

Agar lebih jelasnya, mari kita simak rumus cara menghitung zakat emas berikut ini:

2,5% x Jumlah emas/perak yang tersimpan selama 1 tahun

Langsung saja simak contohnya berikut:

Bapak Ridwan adalah seorang pengusaha kaya. Ia memiliki emas yang tersimpan selama satu tahun sebanyak 100 gram (melebihi nishab). Jika Bapak Ridwan hendak menunaikan zakat emas dalam bentuk uang, maka ia harus mengkonversikan nilai emasnya dengan harga emas saat hendak menunaikan zakat. Jika harga emas saat ia akan mengeluarkan zakat adalah 900 ribu rupiah per gram, maka 100gram emas setara dengan uang senilai 90 juta rupiah.

Maka zakat emas yang perlu Bapak Ridwan keluarkan adalah sebesar:

2,5% x Rp90.000.000,00 = Rp2.250.000,00.

4 dari 6 halaman

Cara Menunaikan Zakat Emas

 

Setelah mengetahui cara menghitung zakat emas, kamu juga perlu mengetahui kepada siapa saja zakat itu diberikan. Masih dilansir dari baznas.go.id, ada berbagai cara untuk menunaikan zakat emas maupun perak.

Sahabat Dream bisa menunaikan zakatnya berupa emas secara langsung atau bisa dikonversikan terlebih dahulu ke dalam nilai rupiah. Tapi lebih mudah adalah dengan mengonversikan ke nilai rupiah terlebih dahulu.

5 dari 6 halaman

Golongan yang Berhak Menerima Zakat

Kemudian siapa saja golongan yang berhak menerima zakat tersebut? Menurut Al Quran Surat At Taubah ayat 60:

۞ اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلْفُقَرَاۤءِ وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْعَامِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغَارِمِيْنَ وَفِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَابْنِ السَّبِيْلِۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ

" Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana."

Delapan golongan orang yang berhak menerima zakat berdasarkan ayat tersebut adalah:

  1. Fakir atau orang yang tidak memiliki harta.
  2. Orang miskin atau orang yang memiliki harta tapi tidak mencukupi kebutuhan.
  3. Riqab atau hamba sahaya atau budak).
  4. Gharim atau orang yang mempunyai banyak utang.
  5. Mualaf atau orang yang baru masuk Islam.
  6. Fisabilillah atau orang yang berjuang di jalan Allah.
  7. Musafir dan pelajar perantauan.
  8. Amil atau panitia penerima dan pengelola zakat.
6 dari 6 halaman

Keutamaan dan Manfaat Membayar Zakat

Demikian itulah cara menghitung zakat emas yang perlu diketahui, khususnya bagi Sahabat Dream yang memiliki tabungan emas dalam jumlah melebihi nishab. Umat Islam hukumnya wajib mengeluarkan zakat mall, karena akan memberikan banyak manfaat.

Sebagaimana dikemukakan al-Sayyid Salim, ini dia keutamaan dan manfaat membayar zakat yang penting dipahami:

1. Zakat yang telah ditunaikan merupakan salah satu sifat yang dimiliki oleh orang-orang baik penghuni surga. Ungkapan ini sesuai dengan firman Allah dalam Surat Al-Dzariyat ayat 15-19:

" Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan mata air, mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik; mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam; dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah). Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta."

2. Orang yang membayar zakat memiliki salah satu sifat yang dimiliki orang-orang mukmin yaitu mereka yang berhak memperoleh rahmat Allah SWT. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat At-Taubah ayat 71:

" Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana."

3. Kegiatan membayar zakat akan menumbuhkembangkan dan memberikan keuntungan bagi muzakki (orang yang wajib membayar zakat. Manfaat ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 276: " Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa."

Kalimat 'memusnahkan riba' yang dimaksud adalah meniadakann berkah dari harta yang dimilikinya. Sementara kalimat 'menyuburkan sedekah' artinya hartanya akan bertambah dan berlipat ganda.

4. Orang yang membayar zakat diberi jaminan perlindungan dan pertolongan Allah pada hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda: " Ada tujuh golongan yang mendapatkan  pengayoman dan pertolongan kecuali pertolongan Allah antara lain: seseorang yang bersedekah (zakat) dengan cara menghasilkannya, sehingga seandainya tangan kanan melakukan sedekah tangan kiri tidak mengetahuinya."

5. Zakat akan menyucikan harta yang halal dan bukan yang diperoleh dengan jalan tidak halal. Zakat juga akan membuka pintu rezeki bagi muzakki. Rasulullah SAW bersabda: " Sedekah (zakat) tidak akan mengurangi nominal harta yang dimiliki."

Beri Komentar