Maksimalkan Tanah Wakaf, OJK Terbitkan Sukuk

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 10 Mei 2019 18:14
Maksimalkan Tanah Wakaf, OJK Terbitkan Sukuk
Aset wakaf di Indonesia mayoritas masih berupa tanah.

Dream Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti tanah wakaf yang masih menganggur. OJK mengusulkan sesuatu agar potensi tanah wakaf bisa lebih optimal. Caranya, menerbitkan sukuk wakaf.

Direktur Pasar Modal Syariah OJK, Fadhilah Kartikasasi, mengatakan, menurut data Badan Wakaf Indonesia (BWI), tanah wakaf Indonesia seluas 4,1 miliar meter persegi. Mayoritas tanah wakaf digunakan untuk pembangunan masjid, mushola dan sekolah.

“ Sisanya berupa tanah,” kata Fadhilah di Jakarta, Kamis 9 Mei 2019.

Dia mengatakan banyak aset wakaf berupa tanah karena masyarakat Indonesia menganggap wakaf merupakan aset yang tidak bergerak.

“ Sementara, wakaf uang belum populer,” kata dia.

Fadhilah mengatakan tanah wakaf ini bisa dioptimalkan nilai dan potensinya. Misalnya, dibuat untuk hotel syariah.

“ Padahal, tanah wakaf bisa dibuat menjadi aset komersial dan meningkatkan manfaat wakaf,” kata dia.

1 dari 1 halaman

Gunakan Sukuk Wakaf

Fadhilah mengatakan aset wakaf bisa dioptimalkan nilainya dengan sukuk wakaf. Nazir alias pengelola wakaf tidak bisa menerbitkan instrumen keuangan syariah itu. Mereka harus bermitra dengan perbankan untuk merilis sukuk wakaf.

“ Wakaf ada yang terorganisasi dan perorangan. Itu mesti gandeng (perbankan) dulu,” kata dia.

Fadhilah mengatakan pembuatan sukuk wakaf masih dalam tahap studi. Dia optmistis sukuk tersebut akan dirilis tahun ini.

Dikatakan bahwa sukuk wakaf bisa diluncurkan di tanah yang tempatnya strategis. Produk keuangan syariah ini nantinya akan memberikan permodalan untuk mengelola aset wakaf.

“ Kami melihat potensi lokal yang strategis bisa menjadi aset komersial. Tanah yang tidak bisa digunakan untuk apa pun, (dengan) sukuk ini, bisa digunakan untuk membangun hotel syariah, misalnya, yang menghasilkan sewa, kata dia. (ism)

Beri Komentar
Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo