Zhan Dan Xue (Foto: Douyin)
Dream - Seorang pria miskin di China, Xue Wenming, telah menyentuh hati banyak orang di media sosial lantaran membeli dua buah melon untuk pemilik kamar yang disewanya, yang sedang sakit.
Dia rela berjalan selama tiga jam untuk memberikannya ke rumah sakit. Pemilik kamar, Zhan Chenmin, sampai menangis saat melihat Xue berdiri di depan pintu bangsal rumah sakit dengan cucuran keringat pada pada 20 Mei 2023.
“ Dua melon lebih baik daripada sepuluh ribu tael emas,” kata Xue Wenming.
Zhan yang sempat memposting momen tersebut di media sosial Douyin, mengatakan Xue hanya memiliki uang 13 yuan tetapi menghabiskan 11 yuan untuk membeli melon tersebut.
" Dia bahkan tidak punya uang untuk memberi makan dirinya sendiri, tetapi dia membelanjakannya untukku,” kata Zhan.
Pada bulan Maret, Zhan yang memiliki gedung tiga lantai di pinggiran Xian di provinsi Shaanxi, China barat laut itu menyewakan kamar untuk Xue hanya dengan 100 yuan sebulan.
Dia biasanya mengenakan biaya antara 300 dan 500 yuan sebulan, menurut sebuah laporan di outlet media Tiongkok, Xinhuanghe. Dia bahkan tidak meminta Xue untuk membayar deposit.

Zhan menginformasikan, Xue adalah seorang pekerja migran dari provinsi Henan di China tengah. Xue memiliki orang tua yang cacat dan seorang saudara laki-laki yang cacat mental, dia merupakan satu-satunya pencari nafkah untuk keluarganya.
Namun, setelah menemepuh pendidikan, Xue hanya bisa mendapatkan pekerjaan sambilan.
Zhan, yang dirawat karena tumor otak, mengatakan dia tidak bisa makan melon karena menderita diabetes, tetapi dia memamerkannya kepada pasien lain dan kepada 3.000 pengikut media sosialnya.
Ketika Xue akan pergi malam itu, Zhan bersikeras memberinya 100 yuan untuk membayar perjalanan pulangnya. Namun Xue hanya menerima 30 yuan dan berjanji akan mengembalikannya. Zhan sudah menganggap Xue seperti saudara laki-lakinya.
Sumber: South China Morning Post
Dream - Posisi gedung apartemen ini begitu menarik perhatian. Rumah bertingkat itu berada di tengah jembatan layang yang sibuk.
Gedung apartemen 8 lantai ini terkenal dengan sebutan 'Nomor 28 di Yongxing Jie'. Posisinya menjadi daya tarik tidak biasa di Guangzhou, China.
Cerita 'Nomor 28 di Yongxing Jie' dapat ditelusuri kembali ke 2008, ketika sejumlah bangunan di Distrik Haizhu Guangzhou dijadwalkan dibongkar untuk memberi ruang bagi jalan baru.
Sebagian besar penghuni mencapai kesepakatan dengan pengembang dan memutuskan untuk menjual rumah mereka lalu pindah.

Namun tiga penghuni dari gedung apartemen berwarna kuning itu melakukan tawar-menawar yang alot, mereka menolak untuk meninggalkan rumah kecuali tuntutan mereka dipenuhi.
Pada akhirnya, pengembang memutuskan untuk mengabaikan negosiasi dan malah membangun jalan layang di sekitar gedung.
Gedung apartemen tersebut sempat menjadi pemberitaan internasional pada tahun 2015, ketika anomali perkotaan terekam dalam foto Terowongan Zhoutouzui yang baru diresmikan.

Orang-orang lebih tertarik pada rumah kuning yang terisolasi di tengah jalan layang daripada terowongan canggih, dan ketahanan tiga penghuninya yang tersisa menjadi topik berita.
Menurut sebuah artikel tahun 2017 oleh That's Mags, satu-satunya penghuni gedung apartemen delapan lantai yang tersisa adalah Guo Zhiming dan saudara laki-lakinya.
Mereka menolak untuk pindah dari rumah seluas 30 meter persegi. Meskipun hampir tidak ada peluang untuk mendapatkan kompensasi dari pengembang setelah pembangunan jalan layang yang melingkari.

Saat itu, apartemen Guo masih dialiri air dan listrik, dan terkoneksi dengan stasiun bus serta supermarket yang dapat dicapai dengan berjalan kaki.
“ Sebagian besar penduduk menerima sekitar RMB400.000 (Rp854 juta) pada tahun 2011, yang pada saat itu cukup bagi mereka untuk membeli apartemen bekas. Jadi sebagian besar mengambil uang itu untuk membeli rumah lain,” kata Guo kepada Southern Metropolis Daily.
Sumber: Oddity Central