Ilustrasi
Dream - Bumi saat ini dihuni sekitar 2,5 miliar orang dewasa. Namun ternyata, hanya separuh dari penghuni planet ini yang memiliki rekening di bank.
Temuan lebih mengkhawatirkan, justru terjadi di negara-negara muslim. Rasio orang dewasa pemilik rekening tabungan justru lebih rendah lagi.
Dari kawasan Timur Tengah, tercatat hanya 18 persen penduduk dewasa yang memiliki rekening tabungan. Sementara di tingkat Organisasi Kerjasama Negara Islami (OKI) angka lebih baik menjadi 22 persen.
Mengutip laporan Zawya, Minggu, 22 Maret 2015, Amin Mohseni-Cheraghlou, seorang peneliti dari American University, Amerika Serikat menyatakan rasio-rasio tersebut berasal dari data pada tahun 2011.
Sekitar 700 juta orang dewasa yang tinggal di negara-negara OKI dilaporkan tidak memiliki rekening bank atau rekening dengan lembaga keuangan konvensional.
Studi Amin ini menunjukkan bahwa salah satu alasan rendahnya rasio ini disebabkan faktor agama.
Sekitar 12 persen orang dewasa di Timteng atau 17 juta orang dan tujuh persen (47 juta orang) mengaku tak mau memiliki tabungan karena alasan agama.
Melihat kondisi tersebut, Amin yakin kondisi akan berbalik jika negara-negara OKI bisa menerapkan keuangan syariah.
Tak hanya meningkatkan keuangan inklusif, bank syariah bisa membantu mengurangi kemiskinan dan mempersempit kesenjangan antara komunitas Muslim di seluruh dunia.
Keuangan syariah sangat efektif bila diterapkan di kawasan Timteng dan negara-negara OKI. Kedua kawasan ini dianggap tak tersentuh bank karena alasan agama.
Studi oleh Mohseni-Cheraghlou tersebut akan dipresentasikan pada International Conference on Islamic Economics and Finance (ICIEF) ke-10 yang diadakan pada 23-24 Maret mendatang di Doha, Qatar.
Advertisement

Satu Kota, Dua Benua: Sejarah Istanbul dan Perjalanan Panjang Perubahan Namanya

BMKG Terangkan Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tidak Dapat Diamati dari Indonesia

Perbedaan Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan, Ketahui Terjadinya dan Fenomenanya

Ingin Mulai Hidup Sehat, Ini Cara Biasakan Ganti Kopi Susu dengan Kopi Hitam

Sejarah Kecap Manis dan Mengapa Ia Begitu Dicintai di Indonesia


Cabe Jawa yang Terlupakan, dan dari Mana Sebenarnya Asal Cabai yang Kita Kenal Sekarang