Curhat Pedagang Beras Ditimpa `Wabah` Beras Plastik

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 22 Mei 2015 09:03
Curhat Pedagang Beras Ditimpa `Wabah` Beras Plastik
Pedagang beras punya alibi mengapa isu beras plastik ini menjadi heboh di masyarakat.

Dream - Merebaknya beras sintetis berbahan baku plastik memukul pedagang beras Cipinang. Konsumen pembeli beras diklaim mulai sepi. Mereka berontak. Isu beras plastik dituding sengaja dihembuskan segelintir pihak yang ingin harga beras turun.

Jamalus, seorang pedagang pasar di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur mengatakan para pedagang kini resah dengan merebaknya isu tersebut. Tudingan pun diarahkan pada pihak-pihak yang tak senang.

Menurut Jamalus, sangat tidak masuk akal jika pedagang sengaja menggunakan beras berbahan plastik untuk mendongkrak penjualannya. “ Harga biji plastik itu lebih mahal dari beras, hampir tiga kali lipat,” geram Jamalus saat berbincang dengan Dream.co.id melalui telepon.

Perbandingan harga yang cukup jauh itu seharusnya menjadi pertimbangan para produsen beras plastik. “ Kan tidak masuk akal, mana ada sih pedagang yang mau rugi?” tambahnya.

Jika mengutip harga polivinil klorida, bahan kimia yang disebut dijadikan bahan pembuatan beras, memang cukup mahal. Untuk 1 ton metrik PVC, perlu dana US$ 1.500-2.500.

Sedangkan beras, harga beras pascakenaikan bahan bakar minyak lalu diperdagangkan di kisaran Rp 9000 per kilogram (Kg) untuk kualitas medium dan Rp 11.000 per Kg untu premium.

“ Bisa saja ada yang bermain di belakang ini semua. Mungkin saja kan, karena produksi gandum saat ini juga sedang turun, mungkin mereka ingin membuat naik kembali dengan menjatuhkan yang lain. Atau pihak lain yang juga bisa saja melakukannya,” ucap Jamalus curiga.

Isu mengenai beras plastik diakui Jamalus memang pernah beredar di kalangan pedagang beras. Namun, ia sendiri belum pernah melihat secara langsung produk beras yang dapat membahayakan kesehatan konsumennya itu.

“ Selama beberapa hari ini ya sepi, ya gimana ini (penjualan beras) kan tergantung pemakaian konsumen, kalau mereka pemakaiannya berkurang ya pedagang ikut berkurang,” tutur Jamalus.

Sayangnya, pedagang beras dari Pasar Induk Cipinang ini belum dapat menghitung berapa jumlah kerugian yang ia derita secara detil.

(Ism, Laporan: Kurnia Yunita Rahayu)

Baca Juga: Beras Plastik Terbukti, Mengandung Bahan Pembuat Paralon Awas, `Beras Plastik` Dicampur Getah Sintetis Beracun Dampak Konsumsi `Beras Plastik` Bagi Kesehatan

Beri Komentar