Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Uji laboratorium yang dilakukan oleh PT Sucofindo menunjukkan bahwa beras plastik yang beredar di Pasar Mutiara Gading, Bekasi, Jawa Barat, mengandung bahan berbahaya. Sampel beras yang diambil dinyatakan positif mengandung bahan baku pipa paralon, yaitu polivinil.
" Kalau kita makan beras tersebut, sama saja kita menelan pipa paralon," kata Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, sebagaimana dikutip Dream dari www.sucofindo.co.id, Kamis 21 Mei 2015.
Tak hanya laboratorium PT Sucofindo yang berada di Cibitung saja. Penelitian beras plastik ini juga dilakukan di beberapa laboratorium lainnya. Antara lain laboratorium milik Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Balai Pertanian Kota Bekasi, Badan Ketahanan Pangan Daerah (BKPD) Provinsi Jawa Barat, dan Badan Pengembangan Mutu Barang Kementerian Perdagangan.
Namun, hingga kini baru penelitian yang dilakukan di laboratorium Sucofindo saja yang sudah keluar. Empat laboratorium lainnya belum melaporkan hasil penelitiannya. Sementara, hasil penelitian laboratorium PT Sucofindo sudah diumumkan dalam konfrensi pers hari ini. Sementara,
Beredarnya beras plastik di masyarakat sangat meresahkan. Bahkan, beras palsu ini dikabarkan tak hanya beredar di Indonesia saja. Melainkan juga tersebar di sejumlah negara Asia, antara lain Vietnam dan India. Beras-beras ini banyak beredar di negara yang memiliki populasi pedesaan tinggi. Baca Juga: Awas, `Beras Plastik` Dicampur Getah Sintetis Beracun Dampak Konsumsi `Beras Plastik` Bagi Kesehatan Perut Sakit Tidak Selalu Pertanda Maag Ini Alasan untuk Memulai Hindari Konsumsi Makanan Cepat Saji Mengenal Bahaya Penyakit yang Diderita Didi Petet Bersin Bisa Membuat Bola Mata Copot? Senin Pagi, Warga Dunia Memiliki Suasana Hati yang Buruk
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya