Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ada Alasan Di Balik Penolakan Kenaikan Gaji.
Dream – Di Kanada ada lebih dari 500 dokter dan 150 siswa medis protes ke pemerintah di Quebec, Kanada. Mereka menolak kenaikan gaji.
“ Kami, para dokter di Quebec, Kanada, meyakini adanya sistem publik yang kuat, menentang kenaikan gaji yang baru-baru ini dinegosisasikan oleh sejumlah federasi medis kami,” tulis surat protes itu, dilansir dari CNBC, Jumat 9 Maret 2018.
Para dokter ini tersinggung ketika mengetahui gajinya akan naik, sementara para perawat dan pasien “ berjuang mati-matian”.
Tim medis seperti perawat, petugas medis, dan pegawai rumah sakit menjalani pekerjaan yang sulit. Mereka harus melakukannya di tengah pasien yang kekurangan layanan kesehatan karena banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) dan sentralisasi kekuasaan di Kementerian Kesehatan.
Para perawat dan tim medis harus bekerja lebih keras untuk melayani pasien karena jumlah tenaga kerja semakin berkurang.
Para dokter percaya ada jalan untuk bisa mendistribusi ulang sistem kesehatan di Quebec tanpa harus memporsir perawat dan petugas medis: membatalkan kenaikan gaji.
“ Kami, para dokter Quebec, meminta kenaikan gaji dibatalkan dan uangnya didistribusikan ulang ke petugas medis dan peningkatan layanan kesehatan untuk masyarakat Quebec,” tulis surat itu.
Sekadar informasi, menurut laporan resmi dari Canadian Institute for Health Information, seorang dokter di Kanada mendapatkan upah sebesar US$260.924 (Rp3,6 miliar) per tahun. Rata-rata satu dokter keluarga dapat tunjangan kesehatan senilai US$211.717 (Rp2,9 miliar) per tahun, sedangkan dokter spesialis US$354.915 (Rp4,9 miliar) per tahun.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya