'Dihajar' Corona, Zara Tutup 1.200 Toko di Seluruh Dunia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 11 Juni 2020 19:33
'Dihajar' Corona, Zara Tutup 1.200 Toko di Seluruh Dunia
Lalu, bagaimana nasib karyawannya?

Dream – Pandemi Covid-19 tak kenal ampun saat “ menghajar” siapa pun. Brand ritel milik Inditex ini terpaksa menutup 1.200 toko di seluruh dunia karena dihantam badai corona.

Dikutip dari The Guardian, Kamis 11 Juni 2020, Inditex akan menutup 1.000-1.200 toko setelah mengumumkan kerugiaan di merek-merek lain, seperti Bershka, Pull&Bear, dan Massimo Duti.

Penutupan toko Zara ini terkonsentrasi di Asia dan Eropa. Dengan pengurangan 1.200 toko, jumlah toko Zara akan turun dari 7.412-6.700-6.900.

Lantas bagaimana dengan karyawannya? Perusahaan milik Amancio Ortega ini mengatakan tak ada pengurangan karyawan. Karyawan diminta untuk melayani pembelian melalui online.

Sekadar informasi, Inditex terpukul keras karena pandemic corona. Pada periode 1 Februari-30 April 2020, penjualannya merosot 44 persen menjadi 3,3 miliar euro (Rp52,43 triliun).

Tak hanya itu, perusahaan ritel tersebut mengantongi kerugian hingga 409 juta euro (Rp6,50 triliun) pada kuartal I.

1 dari 1 halaman

Untung Ada Penawaran Online

Untunglah, ada pertumbuhan penjualan online yang dikantongi Inditex. Dikatakan bahwa pada kuartal I penjualan online naik 50 persen yoy dan 95 persen yoy untuk April 2020.

Inditex akan mendorong penjualan onlinenya untuk bersaing dengan kompetitornya seperti Fast Retailing, pemilik H&M dan Uniqlo.

Inditex memprediksi penjualan online lebih dari 25 persen pada 2020. Toko yang lebih besar akan bertindak sebagai pusat distribusi penjualan online.

Nantinya, perusahaan ini berencana untuk menghabiskan 1 miliar untuk penawaran online pada 2022 dan 1,7 miliar euro untuk memperkuat bisnis onlinenya. 

Beri Komentar