Tak Lagi Murni, Ternyata Seberat Ini Kandungan Emas di Medali Olimpiade 2020

Reporter : Sugiono
Rabu, 4 Agustus 2021 10:35
Tak Lagi Murni, Ternyata Seberat Ini Kandungan Emas di Medali Olimpiade 2020
Berapa sebenarnya 'nilai' sekeping medali emas yang diberikan kepada para atlet di pesta olahraga empat tahun itu?

Dream - Memenangkan medali emas dalam setiap cabang olahraga merupakan sebuah prestasi yang membanggakan. Apalagi jika berhasil memenangkan medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 yang saat ini sedang berlangsung di Jepang.

Medali emas merupakan benda paling berharga yang diincar para atlet dunia saat berlaga di ajang olahraga. Tak hanya meningkatkan prestise, medali emas Olimpiade adalah pencapaian tertinggi seorang atlet yang telah berlatih seumur hidupnya. 

Seperti prestasi yang baru saja ditorehkan oleh tim bulutangkis Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Pasangan ini menorehkan tinta emas dalam sejarah olahraga Indonesia saat merebut medali emas di kelas ganda putri di ajang tersebut.

1 dari 5 halaman

Nilai Sekeping Medali Emas Olimpiade yang Mengejutkan

Tanpa mengurangi nilai dari dua medali lainnya, medali emas Olimpiade menjadi incaran semua atlet top dunia. Tapi pernahkah Sahabat Dream bertanya-tanya, berapa besar kandungan emas di dalam medali idaman atlet dunia itu.

Sebelum membahas kandungan emasnya, kamu harus tahu dahulu ika medali emas di ajang Olimpiade Tokyo 2020 ditaksir bernilai US$810 hingga US$820 satu kepingnya. Jika dirupiahkan, sekeping medali emas hanya sekitar Rp11,6 hingga Rp11,7 juta saja.

Begitu tahu perkiraan nilai medali emas Olimpiade itu, mungkin banyak yang mencibir. Menganggap nilai tersebut tidak sepadan dengan pengorbanan yang harus dilalui para atlet untuk meraihnya.

2 dari 5 halaman

Ternyata Ini Kandungan Medali Emas Olimpiade

Jangan mengira Greysia dan Apriyani hanya mengantongi hadiah berupa medali emas saja. Mereka juga mendapat bonus atas kerja keras hingga meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.

Greysia Polii / Apriyani Rahayu© Badmintonindonesia.org

Pemerintah melalui Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akan memberikan bonus sebesar Rp5 miliar kepada Greysia dan Apriyani.

Sekeping medali emas Olimpiade jika dilihat dari harganya memang bisa dikatakan kecil karena kandungan logam mulia di dalamnya tak seperti yang dibayangkan. Mungkin sebelumnya kamu berpikir medali emas itu terbuat sepenuhnya dari emas yang dibentuk menjadi sebuah medali.  

Dalam kenyataannya, satu keping medali emas ternyata hanya mengandung enam gram emas. Sisanya adalah kandungan logam jenis perak seberat 550 gram.

3 dari 5 halaman

Medali Emas Murni di Olimpiade

Satu-satunya medali dari emas murni pernah dibuat untuk Olimpiade tahun 1904. Olimpiade tersebut dikenal sebagai Olimpiade Musim Panas ke-3.

Olimpiade tersebut digelar di St. Louis, Missouri, Amerika Serikat. Itu merupakan Olimpiade pertama yang digelar di luar Eropa.

Medali emas murni juga pernah dibuat untuk Olimpiade London yang digelar di Inggris pada tahun 1908.

Meski nilainya yang dianggap 'rendah', medali emas menjadi lambang kebanggaan para atlet yang berjuang di pesta olahraga empat tahunan itu.

4 dari 5 halaman

Medali Olimpiade Tokyo 2020 yang Unik

Menariknya lagi, semua medali yang diberikan kepada para atlet di Olimpiade Tokyo 2020 sangat unik.

Semua medali di Olimpiade kali ini terbuat dari bahan daur ulang yaitu perangkat elektronik berukuran kecil, seperti telepon seluler (ponsel).

Medali Olimpiade Tokyo 2020 dibuat dari bahan daur ulang.© Lobak Merah

Bermula dari April 2017, perangkat eletronik bekas berukuran kecil itu dikumpulkan dari seluruh Jepang untuk menghasilkan kira-kira 5.000 medali emas, perak dan perunggu.

5 dari 5 halaman

Terbuat dari 79 Ribu Ton Sampah Elektronik

Usaha pengumpulan 'sampah' peralatan elektronik bekas tersebut dinamakan Tokyo 2020 Medal Project dan berakhir pada 31 Maret 2019 lalu.

Menurut juru bicara Tokyo 2020 Medal, kira-kira enam juta ponsel bekas telah dikumpulkan dari 1.621 wilayah di seluruh Jepang.

Sampah berupa komponen ponsel bekas seberat 79 ribu ton itu kemudian digunakan untuk menghasilkan medali Olimpiade daur ulang.

Sumber: LobakMerah

Beri Komentar