Ditjen Pajak Malu Kalah dari Malaysia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 19 Juli 2017 19:15
Ditjen Pajak Malu Kalah dari Malaysia
Direktorat ini pun mendorong masyarakat Indonesia untuk berkontribusi membayar pajak.

Dream – Rasio pajak di Indonesia tercatat masih mencapai sebesar 10,3 persen. Dengan capaian minimnya pembayaran pajak dibandingkan jumlah wajiba pajak tersebut, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan malu dengan capaian tersebut.

Apalagi, untuk kawasan ASEAN, rasio pajak Indonesia kalah dengan Malaysia, Singapura, Thailand, bahkan Vietnam.

“ Kami di Ditjen Pajak tentunya malu. Kok, masih 10,3 persen.  Tapi, kami juga ingin bapak-bapak malu, kok, Indonesia baru segitu,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Hestu Yoga Saksama, di Jakarta, dilansir dari Merdeka.com, Rabu 19 Juli 2017.

Yoga mengatakan pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih aktif dalam membayar pajak. Tak hanya itu, peran masyarakat ini juga bisa meningkatkan rasio pajak dari 10,3 persen menjadi 16 persen.

“ Ini sesuatu yang harus dijawab bersama-sama,” kata dia.

Menurut Yoga, dengan membayar pajak, masyarakat sebetulnya telah membantu pemerintah dalam membiayai segala kebutuhan negara, seperti pembiayaan pembangunan infrastruktur. Sebab, pemerintah selama ini harus berutang untuk membiayai pembangunan infrastruktur.

“ Kalau masyarakat membayar pajak dengan benar, tax ratio naik, penerimaan pajak naik, utang pemerintah tidak akan naik, (justru) berkurang, bahkan pemerintah tak perlu berutang lagi,” kata dia.

Yoga berharap masyarakat bisa meningkatkan kepercayaannya kepada pemerintah, terutama dalam membayar pajak. Sebab, pajak yang dibayarkan akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan bangsa dan negara.

“ Jadi, jangan ragu-ragu bayar pajak sepatuh-patuhnya. Ayo, kita lebih tingkatkan lagi,” kata dia.(Sah)

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone