Rupiah Sudah Menguat, Tapi Indeks Syariah Dan IHSG Masih Anteng Di Zona Merah.
Dream - Rontoknya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melumpuhkan laju indeks bursa saham Indonesia. Mata uang negeri Paman Sam itu sempat menyentuh level Rp14.800 dan memicu kekhawatiran pelaku pasar.
Jelang sore hari, rupiah perlahan-lahan mulai menunjukan tajinya. Nilai tukar rupiah mulai kembali menguat ke level Rp14.700 per dollar AS namun tak direspon positif pelaku pasar.
Dikutip dari papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 4 September 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), terkoreksi 2,361 poin (1,34%) ke level 174,448. Dibuka menguat di level 176,839 saat pembukaan, ISSI terperosok ke zona merah.
ISSI sempat menguat ke level tertinggi 177,026 poin dan terendah di 174,256.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga tak bisa berbuat banyak di tengah aksi jual investor. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini terpangkas 9,116 poin (1,41%) ke 642,451. Sedangkan JII70 turun 3,407 poin (1,57%) ke level 214,073.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan harus kembali terlempar dari level 6000. IHSG terkoreksi 62,278 poin (1,04%) ke level 5.905,301.
Investor cenderung melepas sahamnya dan membuat harga 204 saham syariah terkoreksi. Total transaksi perdagangan hingga sesi paska-penutupan kembali turun menjadi Rp3,12 triliun dari 42,64 miliar lembar saham.
Sebagian besar saham sektoral melemah. Investor lebih suka melepas saham industri dasar dan infrastruktur. Alhasil, keduanya melemah masing-masing 2,45 persen dan 1,90 persen.
Industri aneka juga terkoreksi 0,64 persen.
Hanya ada satu indeks yang menguat, yaitu barang konsumsi sebesar 0,64 persen.
Emiten keping biru syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNVR yang harganya naik Rp300 dan WIKA Rp10.
Sebaliknya, yang terkoreksi harganya adalah UNTR sebesar Rp600, INTP Rp325, ITMG Rp325, LPPF Rp300, dan TPIA Rp300.
Di perdagangan sore hari, dolar AS akhirnya lengser dari posisi Rp14.800. Mata uang negeri Paman Sam ini turun 71 poin (0,48%) ke level Rp14.744 per dolar AS.
Setelah menembus Rp14.845 ketika perdagangan dibuka, dolar terus bergerak naik turun. Mata uang ini sempat bertengger di Rp14.849 per dolar As.
Namun, rupiah juga sempat menyentuh level tertingginya di Rp14.718 per dolar AS.