Rupiahku Sayang, Rupiahku Malang

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 4 September 2018 12:46
Rupiahku Sayang, Rupiahku Malang
Rupiah jatuh ke posisi terendah sejak 1998. Nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat menembus Rp14.822.

Dream – Rupiah terus terpuruk. Nilai tukar mata uang Indoesia ini terhadap dolar Amerika Serikat terus melemah. Mata uang negeri Paman Sam enggan lengser dari level Rp14.800.

Dikutip dari Bloomberg, Selasa 4 September 2018, dolar AS dibuka ke level Rp14.822. Posisinya menguat 7 poin dari posisis dolar ketika penutupan perdagangan Senin 3 September 2018. Pada pukul 10.45, dolar beranjak turun ke level Rp14.780.

Dolar AS dibuka di level Rp14.822 per dolar AS

Dikutip dari CNBC, rupiah jatuh ke posisi terlemahnya selama 20 tahun terakhir. Sebut saja ketika dolar AS merangsek ke level Rp14.777 pada Senin 3 September 2018. Ini level terakhirnya sejak tahun 1998 atau turun 8,93 persen sejak awal tahun.

Dikutip dari laman Bank Indonesia, kurs tengah Bank Indonesia (BI) juga melemah. Tercatat kurs tengah hari ini menembus angka Rp14.840, lebih dalam daripada kurs tengah kemarin yang mencapai angka Rp14.767.

Melihat dolar yang semakin menguat, Reuters mengabarkan BI akan melakukan intervensi dalam valuta asing dan pasar obligasi.

1 dari 3 halaman

Dolar AS Bisa Tembus Rp15 Ribu

Tahun ini, rupiah termasuk salah satu mata uang yang kinerjanya jeblok di kawasan regional. Analis menyebut “ kekacauan” di pasar berkembang disebabkan oleh krisis lira Turki.

“ Kepemilikan asing yang tinggi pada obligasi ditambah dengan utang dolar AS perusahaan Indonesia yang meningkat juga membuat (rupiah) cenderung lebih lemah,” ujar Kepala Ekonomi dan Strategi di Mizuho Bank, Vishnu Varathan.

Valuta Asing Dolar AS

Porsi utang pemerintah dalam dolar AS mencapai 41 persen. Jika rupiah semakin tergerus, utang akan lebih mahal untuk dibayar kembali.

“ Kalau kenaikan utang di negara berkembang meningkat dan harga minyak naik menjelang sanksi Iran, risiko tembus Rp15 ribu jelas di depan mata,” kata Vishnu.

2 dari 3 halaman

Pemerintah Harus Kerja Keras

Ekonom DBS, Radhika Rao, mengatakan, otoristas telah melakukan intervensi terhadap pasar. Namun, kata dia, intervensi ini tidak efektif.

“ Di tengah-tengah penurunan yang lebih luas dalam mata uang regional, upaya intervensi membantu untuk memperlancar downdraft, tetapi akan menjadi tantangan untuk membalikkan arah,” kata dia.

Otoritas harus bekerja keras untuk mengintervensi pasar.

Rao mengatakan, BI melakukan beberapa langkah untuk memperkuat rupiah, seperti membatasi impor dan menaikkan suku bunga BI.

“ Untuk saat ini, pasar melihat Indonesia bekerja keras untuk menjaga stabilitas makroekonomi, misalnya menaikkan suku bunga lebih untuk menangkis volatilitas, nilai tukar, dan mempertahankan konsolidasi fiskal,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Juga Waspada

Pakar mengingatkan pemerintah untuk waspada terhadap dolar AS yang berpotensi menembus Rp15 ribu. “ Mungkin saja, tetapi belum akan memicu krisis,” kata Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal, dilansir dari Merdeka.com.

Valuta Asing Dolar AS

Fitra mengatakan pelemahan rupiah ini akan memicu psikologi pasar dan masyarakat. Dua pihak ini akan membandingkan dengan pelemahan rupiah yang juga tembus Rp15 ribu. Walaupun keadaan makroekonominya berbeda, psikologi pasar dan masyarakat akan terguncang.

“ Kita harus waspada terhadap faktor ekspektasi yang semakin liar ketika itu masuk ke level psikologis 15 ribu. Iya betul (seperti tahun 1998),” kata dia.

Beri Komentar