Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Analis Mencatat Pelemahan Rupiah Kali Ini Terlemah Sejak Tahun 1998.
Dream – Rupiah terus terpuruk. Nilai tukar mata uang Indoesia ini terhadap dolar Amerika Serikat terus melemah. Mata uang negeri Paman Sam enggan lengser dari level Rp14.800.
Dikutip dari Bloomberg, Selasa 4 September 2018, dolar AS dibuka ke level Rp14.822. Posisinya menguat 7 poin dari posisis dolar ketika penutupan perdagangan Senin 3 September 2018. Pada pukul 10.45, dolar beranjak turun ke level Rp14.780.

Dikutip dari CNBC, rupiah jatuh ke posisi terlemahnya selama 20 tahun terakhir. Sebut saja ketika dolar AS merangsek ke level Rp14.777 pada Senin 3 September 2018. Ini level terakhirnya sejak tahun 1998 atau turun 8,93 persen sejak awal tahun.
Dikutip dari laman Bank Indonesia, kurs tengah Bank Indonesia (BI) juga melemah. Tercatat kurs tengah hari ini menembus angka Rp14.840, lebih dalam daripada kurs tengah kemarin yang mencapai angka Rp14.767.
Melihat dolar yang semakin menguat, Reuters mengabarkan BI akan melakukan intervensi dalam valuta asing dan pasar obligasi.
Tahun ini, rupiah termasuk salah satu mata uang yang kinerjanya jeblok di kawasan regional. Analis menyebut “ kekacauan” di pasar berkembang disebabkan oleh krisis lira Turki.
“ Kepemilikan asing yang tinggi pada obligasi ditambah dengan utang dolar AS perusahaan Indonesia yang meningkat juga membuat (rupiah) cenderung lebih lemah,” ujar Kepala Ekonomi dan Strategi di Mizuho Bank, Vishnu Varathan.

Porsi utang pemerintah dalam dolar AS mencapai 41 persen. Jika rupiah semakin tergerus, utang akan lebih mahal untuk dibayar kembali.
“ Kalau kenaikan utang di negara berkembang meningkat dan harga minyak naik menjelang sanksi Iran, risiko tembus Rp15 ribu jelas di depan mata,” kata Vishnu.
Ekonom DBS, Radhika Rao, mengatakan, otoristas telah melakukan intervensi terhadap pasar. Namun, kata dia, intervensi ini tidak efektif.
“ Di tengah-tengah penurunan yang lebih luas dalam mata uang regional, upaya intervensi membantu untuk memperlancar downdraft, tetapi akan menjadi tantangan untuk membalikkan arah,” kata dia.

Rao mengatakan, BI melakukan beberapa langkah untuk memperkuat rupiah, seperti membatasi impor dan menaikkan suku bunga BI.
“ Untuk saat ini, pasar melihat Indonesia bekerja keras untuk menjaga stabilitas makroekonomi, misalnya menaikkan suku bunga lebih untuk menangkis volatilitas, nilai tukar, dan mempertahankan konsolidasi fiskal,” kata dia.
Pakar mengingatkan pemerintah untuk waspada terhadap dolar AS yang berpotensi menembus Rp15 ribu. “ Mungkin saja, tetapi belum akan memicu krisis,” kata Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal, dilansir dari Merdeka.com.

Fitra mengatakan pelemahan rupiah ini akan memicu psikologi pasar dan masyarakat. Dua pihak ini akan membandingkan dengan pelemahan rupiah yang juga tembus Rp15 ribu. Walaupun keadaan makroekonominya berbeda, psikologi pasar dan masyarakat akan terguncang.
“ Kita harus waspada terhadap faktor ekspektasi yang semakin liar ketika itu masuk ke level psikologis 15 ribu. Iya betul (seperti tahun 1998),” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya