Dukung Perekonomian Peternak Lokal, Dompet Dhuafa Jalankan Tebar Hewan Kurban

Reporter : Wuri Anggarini
Kamis, 11 Juli 2019 11:00
Dukung Perekonomian Peternak Lokal, Dompet Dhuafa Jalankan Tebar Hewan Kurban
#JanganTakutBerkurban, Dompet Dhuafa kembali jalankan Tebar Hewan Kurban tahun ini.

Satu lagi hari besar umat muslim yang paling dinantikan akan segera tiba, yaitu Hari Raya Idul Adha. Momen yang juga dikenal dengan sebutan Hari Raya Kurban ini biasanya diisi dengan gegap gempita pembagian hewan kurban untuk sesama. Namun, permintaan daging kurban yang tinggi membuat harga hewan kurban di pasaran mulai merangkak naik, sementara pasokan dari sentra ternak mulai berkurang karena musim kemarau tiba.

Bagi yang sudah memiliki niat untuk berkurban, nggak perlu panik. Pasalnya beberapa lembaga sudah menyiapkan pasokan hewan kurban yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, seperti yang dilakukan Dompet Dhuafa. Tahun ini, Dompet Dhuafa kembali melakukan Tebar Hewan Kurban (THK) sebagai upaya untuk mendukung perekonomian peternak lokal. Lewat program THK tersebut, Dompet Dhuafa sudah mengamankan pasokan hewan kurban, lengkap dengan standar memadai dan berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau.

Adapun berkurban lewat lembaga terpercaya memiliki keistimewaan tersendiri. Di antaranya kesehatan ternak yang sudah pasti terjaga, mutu dan kualitas teruji, daging-daging kurban tersalurkan secara tepat, sesuai tujuannya hingga menumbuhkan perekonomian para peternak kecil yang telah menjadi mitra THK Dompet Dhuafa.

“Tahun ini Dompet Dhuafa menargetkan kurban sebanyak 30.000 ekor dan pendistribusiannya menjangkau 34 Provinsi di Indonesia, termasuk juga wilayah terdampak bencana seperti Palu, Lombok, Banten, Samarinda dan Konawe. Selain itu, Dompet Dhuafa mendistribusikan hewan kurban ke tujuh negara seperti Timor Leste, Filipina, Myanmar, Vietnam, Palestina, Thailand dan Bangladesh. Pengadaan hewan kurban telah memenuhi standar dan mutu kualitas, termasuk juga kesehatan hewan kurban  yang terseleksi oleh tim Quality Control (QC).

Melalui pendekatan pemberdayaan peternak lokal yang mandiri dan sudah melewati tahapan seleksi. Kemudian para peternak dapat memastikan kualitas hewan kurbannya lantaran ada pendampingan oleh tim program Dompet Dhuafa,” ucap drg. Imam Rulyawan, MARS., selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi.

Program Kampoeng Ternak Nusantara (KTN) sebagai upaya lembaga untuk memasarkan hewan ternak dari para peternak lokal. Selain itu juga meningkatkan kesejahteraan peternak kecil, membangun jaringan peternakan rakyat. Menyelenggarakan bisnis peternakan dan turunannya untuk menghadirkan keuntungan, pertumbuhan berkesinambungan dan berkah bagi peternak dhuafa. Sehingga mereka dan keluarganya dapat menikmati hasilnya, yaitu terwujudnya kemandirian melalui penyelenggaraan bisnis peternakan dan turunannya yang memguntungkan.

Setiap tahunnya THK menjadi program puncak atau panen bagi peternak pemberdayaan tersebut. Kepastian pasar mereka dapatkan melalui THK Dompet Dhuafa, termasuk menjadi garda depan penyebaran hewan kurban ke seluruh pelosok Indonesia. Dengan tujuan agar daging kurban terasa merata manfaatnya dan tidak menumpuk di kota-kota besar saja.

Ayi Rahmat (35), selaku Ketua Kelompok Ternak Al-Ikhwan. Pertemuannya dengan Dompet Dhuafa bermula pada 2007, ketika ia bergabung menjadi relawan bencana longsor yang menimpa Kota Santri tersebut. Hingga di 2009, ia terus berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa sebagai Mitra Pendamping. Ia memotivasi para anggotanya, untuk menghasilkan produk pertanian unggul dan bersaing hingga lahirlah produk padi dengan kualitas tinggi khas Cianjur, juga beras hasil pertanian Gapoktan Al-Ikhwan, yang kita kenal dengan nama ‘Beras Sae’. Berawal dari mengawal pendampingan kelompok tani beras, ia merambah ke ternak doka (domba kambing) di Cianjur.

Namun ternaknya gagal, karena banyak pencurian hewan ternak, juga warga lebih mengutamakan pertanian. Berangkat dengan 20 ekor doka dan gagal, berikutnya di 2016, Dompet Dhuafa memberikan 50 ekor dan terus berkembang. Saat ini di kelompok ternak tersebut terdapat 300 ekor doka.

Terkait basis data penyaluran, Dompet Dhuafa memiliki data penyaluran dan penerima manfaat dengan detail. Kerja sama dengan berbagai lembaga dan pengembang data, memungkinkan Dompet Dhuafa mendapat laporan data penyalur secara detail. Sistem digitalisasi pengelolaan zakat lebih memudahkan lembaga filantropi Islam tersebut dalam pengelolaannya. Saat ini, Dompet Dhuafa berupaya mengembangkan global information system (GIS) yang berisi data dan lokasi sebaran penerima manfaat dalam bentuk peta geografik. Dompet Dhuafa bekerja sama dengan e-commerce (niaga elektronik) dan fintech (penggunaan teknologi keuangan) dalam mengembangkan sistem digitalisasi pengelolaan zakat dan kurban. Karena digitalisasi memudahkan pengumpulan dan pengelolaan zakat, serta kurban.

Semangat #JanganTakutBerkurban akan terus bergelora untuk memeriahkan Idul Adha 1440H, tentu hadir juga dengan kemudahan berkurban yang senantiasa ditawarkan oleh Dompet Dhuafa. Selain pendistribusian yang luas, pekurban dapat berkurban melalui kanal-kanal kemudahan layanan berkurban seperti QR Code, payment online, e-commerce, jemput kurban dan masih banyak lagi.

Beri Komentar