Bertahan Lewati Pandemi, GoFood-Kemenkop Dorong Transformasi Digital UMKM

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 30 Juni 2020 12:48
Bertahan Lewati Pandemi, GoFood-Kemenkop Dorong Transformasi Digital UMKM
digitalisasi juga untuk mendorong proses bisnis mereka lebih efisien dan bisa bersaing, serta bisa mengakses pembiayaan yang lebih besar.

Dream - Pandemi virus Covid-19 yang tengah melanda Indonesia turut memukul pebisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang kuliner. Dengan pemberlakuan pembatasan aktivitas masyarakat di luar rumah, UMKM kuliner harus segera beradaptasi dengan pesanan take-away dan delivery.

Menteri Koperasi dan UKM (Kemkop UKM) RI, Teten Masduki dalam webinar 'Resep UMKM Bangkit Bersama GoFood' yang digelar pada Senin, 29 Juni 2020 mengungkapkan 236.980 pelaku UMKM melaporkan usahanya terkena dampak pandemi dan digitalisasi merupakan solusi dari permasalah yang dihadapi pelaku UMKM.

Menurut Teten, saat ini pemerintah sudah mencoba membantu masalah cashflow UMKM dengan memberikan restrukturisasi utang salah satunya bebas kewajiban membawa cicilan selama enam. Pemerintah juga memberikan subsidi kredit termasuk menghapuskan pajak untuk UMKM.

Ke depannya, Teten mengakui digital record kesehatan usaha akan menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam memberikan referensi pembiayaan dibandingkan dengan aset. Pertimbangan in penting karena UMKM umumnya tidak mempunya aset.

" Tapi kalau seperti GoFood, mitranya kan UMKM, dari cashflownya mereka bisa ketahuan, mana anggota UMKM yang sudah bergabung dengan GoFood yang sehat. Jadi, nanti bank tinggal tanya GoFood mana perusahaan yang sehat dari segi bisnis. Itu akan mempermudah bank dalam memberikan pembiayaan," kata Teten.

1 dari 3 halaman

Menurut Kemenkop, digitalisasi bukan hanya sekadar memperluas akses market untuk UMKM agar lebih besar, baik di pasar dalam negeri maupun luar. Namun, digitalisasi bisa mendorong proses bisnis UMKM agar lebih efisien dan bisa bersaing, serta bisa mengakses pembiayaan yang lebih besar.

Dia melanjutkan, UMKM yang bisa bertahan di situasi pandemi sekarang adalah UMKM yang melakukan adaptasi bisnis dan inovasi produk.

" Kementerian Koperasi sudah lama dari sejak awal mencoba membantu mereka (UMKM-red) melakukan adaptasi bisnis dengan the new normal. Maka, menjadi penting kerja sama dengan teman-teman di marketplace online ini, baik dalam bentuk pelatihan-pelatihan agar semakin banyak pelaku kuliner misalnya yang jualan di GoFood."

2 dari 3 halaman

Sementara itu Chief Food Officer Gojek Group, Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan pandemi saat ini memberikan pelajaran pada banyak hal. Di awal berdiri, GoFood berkomitmen meningkatkan skala bisnis para pelaku UMKM kuliner dan kini tengah mengambil satu langkah lebih maju dengan menyediakan ekosistem terlengkap yang lebih dari sekedar teknologi.

" Salah satunya, kami menambahkan keterampilan para pelaku UMKM kuliner lewat platform edukasi dan berjejaring (networking) sehingga mereka memperoleh pengetahuan lebih dalam tentang berbisnis langsung dari sesama pelaku usaha. Kami juga terus menghimpun arus permintaan dengan ekspansi layanan dan kategori makanan yang disesuaikan dengan perilaku baru masyarakat saat ini," paparnya.

Gojek dan GoFood menghadirkan solusi bisnis paling lengkap di industri untuk mendukung seluruh kebutuhan UMKM kuliner maupun non-kuliner antara lain platform digital yang memudahkan pelanggan menemukan UMKM, fasilitas dapur kolektif, layanan marketplace belanja bahan baku dengan harga terjangkau, opsi pembayaran nontunai; layanan logistik dan pengiriman cepat; manajemen bisnis yang efisien dengan perangkat terintegrasi; serta pelatihan keterampilan berusaha dan networking.

Sejak awal pandemi, GoFood terus aktif meluncurkan inovasi baru untuk membantu UMKM beradaptasi dengan kebutuhan baru pelanggan dan senantiasa bangkit. Salah satu inovasi yang dilakukan antara lain meluncurkan inisiatif dan program yang membantu meningkatkan transaksi merchant.

3 dari 3 halaman

Program promo GoFood yaitu Hari Kuliner Nasional sukses meningkatkan penghasilan UMKM, di mana pada periode tersebut omzet UMKM kuliner rata-rata yang ikut serta lebih tinggi 12 persen dibandingkan merchant yang tidak mengikuti promo.

Pelanggan GoFood juga bisa menikmati promo PSBB (Promo Sambil Berbuat Baik) yang kini masih berlangsung mulai dari tanggal 20 Juni - 31 Juli 2020 dengan pilihan diantaranya diskon menu 15-20 persen, diskon total belanja Rp 25.000-Rp 50.000, diskon ongkir Rp 5.000.

Solusi-solusi tersebut merupakan kelanjutan dari berbagai upaya GoFood mendukung UMKM untuk melewati masa pandemi. Untuk memaksimalkan pendapatan UMKM, GoFood juga menggelar berbagai inisiatif yang meningkatkan permintaan, seperti program 'Paket Makan Keluarga' gratis dari 10.000 mitra GoFood untuk 213.000 mitra driver dan mengirim 176.000 paket makanan dari mitra GoFood untuk tenaga kesehatan di 15 rumah sakit.

Memasuki tatanan baru, GoFood juga menyadari bahwa dukungan kebersihan dan keamanan makanan menjadi kunci bagi para UMKM kuliner untuk tetap dipercaya pelanggan. Oleh karenanya, GoFood menerapkan protokol kesehatan dan kebersihan makanan sesuai standar dan panduan BPOM, sekaligus memberikan paket sanitasi berupa sabun cuci tangan, hand sanitizer dan masker untuk operasional UMKM.

Salah satu mitra GoFood, pemilik UKM Kuliner Pempek Pistel Kiarin Bandung, Dodi Sandra mengapresiasi dukungan yang diberikan GoFood untuk mendorong keberlangsungan bisnis mitra merchant selama masa pandemi.

" Selama masa pandemi, kami sangat terbantu dengan adanya GoFood. Alhamdulillah pesanan juga tetap ada, malah semakin ramai setiap harinya. Kalau dulu lebih banyak yang makan di tempat, selama PSBB hampir semua pesanan datang dari GoFood," ujarnya.

Menurutnya, mereka (para pelaku UMKM kuliner) juga terbantu dengan aplikasi khusus mitra merchant karena laporan penghasilan bisa langsung diakses dengan transparan sehingga mereka sebagai pedagang bisa fokus untuk jualan makanan yang berkualitas agar pelanggan tetap senang.

Beri Komentar