Emiten Pertambangan & Keuangan Diburu, Indeks Syariah Menguat

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 23 Maret 2017 16:49
Emiten Pertambangan & Keuangan Diburu, Indeks Syariah Menguat
Dua indeks syariah sempat tergelincir ke zona merah.

Dream – Setelah kemarin ditutup melemah, indeks acuan saham syariah di pasar modal Indonesia akhirnya kembali ke jalur hijau. Pemodal lokal memanfaatkan momentum kenaikan bursa Wall Street untuk mengoleksi sejumlah portofolio.

Indeks emiten sektor pertambangan dan keuangan menjadi motor penggerak bursa meski pemodal asing kali ini justru berbalik melakukan aksi jual bersih saham.

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 23 Maret 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menanjak 0,530 poin (0,3%) ke level 178,729. Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga naik 0,510 poin (0,07%) ke level 715,363.

Laju indeks syariah memang bergerak mantap sejak awal pembukaan perdagangan. Dibuka menguat, indeks syariah sempat terpeleset masuk teritori negatif. Namun memulai sesi kedua, gelombang aksi beli pemodal mendorong ISSI dan JII bergerak menguat. 

Transaksi perdagangan saham syariah hingga sesi paskapenutupan perdagangan mencapai Rp 4,34 triliun dengan 70,84 juta saham syariah beralih tangan. Investor asing yang sejak awal pekan melakukan aksi beli, kini justru melepas portofolio syariah. 

Nett sell asing besar terjadi pada jajaran saham ISSI yang mencapai Rp 523 miliar. Sementara di jajaran bluechips syariah mencapai Rp 488 miliar. 

Motor penggerak bursa saham syariah kali ini berasal dari emiten sektor pertambangan dan keuangan yang menguat masing-masing 1,52 persen dan 1,07 persen.

Tercatat hanya satu indeks sektoral yang melaju turun yaitu industri dasar yang melemah 0,07 persen. Namun, koreksi ini tidak mempengaruhi kinerja perdagangan.

Emiten-emiten keping biru syariah top gainer favorit investor adalah SILO yang harga sahamnya naik Rp350, PTPP Rp 110, ASII Rp50, PTBA Rp50, dan WSKT Rp50.

Sebaliknya, emiten-emiten bluechip syariah top loser adalah UNVR yang harganya terkoreksi Rp350, UNTR Rp200, SMGR Rp150, LPPF Rp100, dan INTP Rp75.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah “ perkasa” terhadap dolar AS pada penutupan. Kurs rupiah menguat 8 poin (0,06%) ke level Rp13.321 per dolar AS.(Sah)

Beri Komentar
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak