Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Sempat menyentuh level 5.200, pelaku pasar menahan sedikit laju kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Emiten tambang yang semula menjadi motor pergerakan indeks justru berbalik ditutup melemah.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 5 November 2014, IHSG menguat 10,83 poin (0,21%) ke level 5.187,99.
Pemegang saham dari 146 emiten bisa tersenyum bahagia menyambut libur akhir pekan seiring penutupannya di zona hijau. Sebaliknya, 157 emiten bergerak melemah dan 106 lainnya memilih diam di tempat.
Pasar modal Indonesia terbilang sepi dari traksasi jual beli karena hanya ada perputaran dana sebesar Rp 4,78 triliun. Pelaku pasar memperdagangkan 59,74 juta saham.
Investor asing tampaknya mulai menarik investasinya di pasar modal Indonesia setelah mencetak nett sell Rp 733,53 miliar.
Emiten tambang yang menjadi penggerak motor bursa justru berbalik memimpin pelemahan indeks sektoral sebesar 0,4 persen. Diikuti sektor properti yang turun 0,21 persen, barang konsumsi 0,17 persen, dan industri dasar 0,11 persen.
Penguatan indeks saham acuan Indonesia justru disokong kenaikan indeks sektor pertanian sebesar 1,5 persen, diikuti industri aneka 1,47 persen, dan keuangan 0,35 persen.
Aksi jual jelang penutupan perdagangan saham juga melanda dua indeks saham syariah di BEI.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) hanya naik tipis 0,08 poin (0,05%) ke lebel 167,31.
Laju ISSI sebetulnya bergerak nyaman di zona hijau jelang libur akhir pekan ini. ISSI sempat menyentuh level tertinggi di 167,89 dan terendah 167,30.
Meski menguat, daftar penghuni ISSI justru dipenuhi koreksi harga saham. Sebanyak 106 emiten syariah mengakhiri perdagangan di zona merah sementara 86 lainnya masih bisa bertahan menguat.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai 41,93 juta lembar dengan nilai Rp 3,23 triliun.
Tekanan jual jelang penutupan perdagangan juga melanda indeks saham bluechips syariah. Beruntung indeks Jakarta Islamic Index (JII) sanggup bertahan di zona hijau dengan menguat 1,58 poin (0,23%) ke level 682,27.
Sebanyak 14 emiten syariah bergerak menguat dan 12 lainnya terpaksa lengser ke zona merah.
Perubahan laju indeks saham juga dialami sejumlah pasar modal Asia. Nikkei Jepang dan Kospi Korea Selatan yang sempat melemah akhirnya menutup perdagangan dengan menguat tipis 0,19 persen dan 0 persen.
Sementara indeks Hang Seng dan Shanghai Composite sanggup mempertahankan laju penguatannya dengan naik 0,71 persen dan 1,32 persen.
Dari pasar keuangan, rupiah kembali belum beranjak dari tekanan pasar. Kurs rupiah bertahan stagnan di level 12.290 per dolar AS. (Ism)
Advertisement