Berapa Harga Jual Vaksin Covid-19 di Indonesia? Ini Kata Erick Thohir

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 3 September 2020 18:12
Berapa Harga Jual Vaksin Covid-19 di Indonesia? Ini Kata Erick Thohir
Vaksin gratis untuk yang tidak mampu, yang mampu secara ekonomi tetap harus bayar.

Dream - Pemerintah saat ini sedang menyiapkan dua skema pengadaan vaksin untuk penanganan Covid-19, yaitu melalui produksi sendiri dan mendatangkan dari luar negeri.

Jika nantinya sudah tersedia, maka vaksin diberikan gratis kepada masyarakat yang tidak mampu. Sementara bagi masyarakat yang mampu membayar, maka akan dikenai biaya.

Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir, menjelaskan nantinya vaksin akan diedarkan dalam skema jual beli. Terkait harga, dia mengatakan akan ditentukan oleh penjualnya, bukan pemerintah.

" Harga dinamika tinggi tergantung masing-masing penjual, dan yang menetapkan harga bukan saya (pemerintah), penjualnya," ujar Erick, dikutip dari Merdeka.com.

1 dari 2 halaman

Pentingnya Kehadiran Vaksin Merah Putih

Erick mengatakan, saat ini Indonesia tengah berusaha mengimbangi negara lain dengan memproduksi sendiri vaksin untuk Covid-19. Dengan begitu, harganya bisa bersaing dengan produk dari negara lain.

" Karena itu, kenapa Vaksin Merah Putih harus dibuat supaya jika negara lain mau beli vaksin, kita juga yang tetapkan harga," kata Erick.

Meski nantinya harganya berbeda, Erick menjamin vaksin produksi dalam negeri punya kualitas hampir sama. Karena seluruh vaksin yang akan disuntikkan ke pasien sudah pasti melalui uji klinis tahap III.

" Kualitas semua bagus sebab sudah melalui uji klinis tahap III jadi kalau sudah uji klinis III kualitas sama. Tapi harganya beda-beda, buka kita yang menentukan, yang buat," ucap dia.

 

2 dari 2 halaman

Harga Vaksin Bisa Variatif

Selanjutnya, Erick mengatakan harga vaksin bisa bervariasi disebabkan biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam proses produksi. Selain itu, kapasitas produksi yang terbatas juga bisa berpengaruh pada tingkat harga.

" Mungkin cara menemukannya lebih mahal, kapasitas produksi lebih sedikit, kan macam macam dinamikanya. Karena itu Vaksin Merah Putih harus dilakukan," kata dia.

Lebih lanjut, kata Erick, jika vaksin dihitung sebagai bantuan, maka pemerintah akan melakukan perhitungan lebih dulu. Tetapi, dia memastikan vaksin yang nantinya digratiskan bukanlah yang paling murah.

" Yang digratiskan vaksin yang harganya paling murah, ya enggak juga. Negara dipastikan hadir untuk rakyat," ucap dia.

Sumber: Merdeka.com/Anggun P Situmorang

Beri Komentar