Erick Thohir Kesal Bertemu Bos BUMN Rugi Asyik Makan di Restoran Mewah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 20 November 2019 17:12
Erick Thohir Kesal Bertemu Bos BUMN Rugi Asyik Makan di Restoran Mewah
Mengapa?

Dream - Menteri BUMN, Erick Thohir, kesal dengan petinggi BUMN yang makan di tempat mewah. Padahal, keuangan perusahaan merugi.

“ Pak Erick sempat keras ngomong, dia cerita waktu itu ke restoran di Thamrin, bertemu beberapa eksekutif BUMN yang makan di tempat mewah dan mahal. Tapi, pas dilihat, keuangan BUMN itu rugi," kata Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga, di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 20 November 2019.

Erick, lanjut Arya, menilai petinggi BUMN harus punya hati dan akhlak. Saat perusahaan merugi, mereka seharusnya prihatin dan mengubah gaya hidupnya.

" Di sinilah dikatakan Pak Erick, harus ada akhlak baik. Apalagi mereka orang terbaik pilihan bangsa. Kalau bagi saya, sih, cukup keras ya," kata dia.

Erick juga meminta para direksi BUMN untuk tak melakukan lobi-lobi untuk mempertahankan jabatan. Justru para petinggi harus meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Saat performa membaik, otomatis jabatan direksi akan dipertahankan.

" Pak Erick katakan yang penting adalah bottom line. BL (bottom line) baik, maka akan baik juga," kata Arya.


(Sumber: Liputan6.com/Athika Rahma)

1 dari 5 halaman

Erick Thohir Rombak Total Kementerian BUMN, Pejabat Eselon I Jadi Direksi

Dream - Menteri BUMN, Erick Thohir, merombak struktur Kementerian BUMN. Kini, giliran jajaran eselon I yang diubah.

Dikutip dari Liputan6.com, Senin 18 November 2019, semua eselon I yang membantu Rini Soemarno selama memimpin BUMN akan dipindahkan. Semuanya mengisi pos direksi di beberapa perusahaan pelat merah.

" Betul (SK keluar hari ini)," kata salah satu Eselon I Kementerian BUMN, Wahyu Kuncoro kepada Liputan6.com.

Sebelum diberhentikan, Wahyu menjabat sebagai Deputi Usaha Agro dan Farmasi Kementerian BUMN. Nanti, dia akan ditempatkan menjadi wakil direktur utama PT Pegadaian (Persero).

 



Tak hanya Wahyu, Sekretaris Kementerian BUMN Imam A Putro direncanakan mengisi jabatan sebagai Wadirut Pupuk Indonesia Holding Company, Edwin Hidayat Abdullah bakal sebagai Wadirut PT Angkasa Pura II (Persero).

Deputi Kementerian BUMN lain yang akan mengisi posisi direksi adalah Hambra yang bakal mengisi Wadirut PT Pelindo II (Persero), Aloysius Kik Ro sebagai Dirut Danareksa Sekuritas, Gatot Trihargo bakal menjadi Wadirut Perum BULOG dan Fajar Harry Sampurna akan menjadi Dirut PT Barata Indonesia (Persero).

Hanya saja, kepastian mengenai posisi para Eselon I Kementerian BUMN ini masih menunggu Surat Keputusan (SK) Menteri BUMN yang akan dikeluarkan sore ini.

(Sumber: Liputan6.com/Ilyas Istianur Praditya)

2 dari 5 halaman

Usai Ahok, Erick Thohir Panggil Chandra Hamzah

Dream - Setelah memanggil mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, kini, Menteri BUMN, Erick Thohir, memanggil mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Chandra Hamzah. Mengapa Chandra ke Kementerian BUMN?

Dia mendatangi kantor Erick pada Senin 18 November 2019 pukul 08.30. Pria yang berkemeja batik cokelat itu langsung menuju buku tamu. Saat ditanya tentang maksud kehadirannya, Chandra hanya berkomentar singkat.

“ Saya diajak ngopi-ngopi,” kata dia di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com dari Antara.

 



Tak lama kemudian, Chandra dijemput seorang pegawai Kementerian BUMN menuju ruang kerja Erick Thohir di lantai 19.

Sosok Chandra Hamzah sendiri bukan orang asing di BUMN. Dia pernah menjadi komisaris utama PT PLN (Persero) pada 23 Desember 2014. Dia juga pernah diminta menjadi komisaris PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, tapi tawaran itu ditolak.

(Sumber: Liputan6.com/Septian Deny)

3 dari 5 halaman

Jokowi Soal Ahok Jadi Bos BUMN: Bisa Jadi Direksi dan Komisaris

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok masih harus lolos seleksi untuk menjadi petinggi di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Jokowi menyebut, Ahok bisa menjadi komisaris maupun direksi.

" Bisa dua-duanya. Ini pakai proses seleksi. Masih dalam proses," kata Jokowi, Kamis, 14 November 2019.

Meski demikian, Jokowi tak menjawab secara tegas BUMN mana yang akan ditugaskan untuk Ahok. Dia enggan menjawab karena Ahok harus menjalani proses seleksi terlebih dahulu.

" Itu sangat teknis, tanyakan ke menteri BUMN," ujar dia.

 

 

Jokowi mengatakan, peluang Ahok sebagai petinggi BUMN karena kinerjanya yang dianggap bagus selama ini. Seperti diketahui, Ahok merupakan wakil gubernur saat Jokowi menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta 2012 lalu.

" Kita tahu kinerjanya. Nanti penempatannya di mana, itu proses seleksi yang ada di Kementerian BUMN," kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham)

4 dari 5 halaman

Ditawari Jadi Direksi BUMN, Ahok Jadi Bos Pertamina?

Dream - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, membocorkan informasi tentang Basuki Tjahaja Purnama di BUMN nantinya. Dia memberikan sinyal bahwa Ahok akan menjabat di perusahaan pelat merah sektor energi.

Dikutip dari Merdeka.com, Rabu 13 November 2019, semula Luhut menanggapi positif pertemuan mantan gubernur DKI Jakarta itu dengan Menteri BUMN, Erick Thohir. 

“ Kan bagus dia masuk BUMN,” kata dia di Jakarta.

Namun, dia enggan berkomentar lebih lanjut tentang posisi yang akan diisi oleh Ahok. Awak media sempat menyebut nama Pertamina dan PLN Ahok ditempatkan. 

" Bukan," kata dia.

Saat ditanya tentang kemungkinan Ahok di BUMN energi, Luhut tak sepenuhnya membantah.

" Kira-kira begitu. Kalau saya tahu, masa saya beri tahu kamu," kata dia.

5 dari 5 halaman

Ahok Ngaku Ditawari Erick Thohir Jadi Bos BUMN

Dream - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengaku mendapat tawaran menjabat di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUHM). Tawaran itu disampaikan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir.

" (Tadi) bicara soal BUMN dan saya mau dilibatkan di salah satu BUMN, itu aja," kata Ahok usai bertemu Erick Thohir di kantor Kementerian BUMN, Rabu 13 November 2019.

Dia belum tahu akan ditempatkan di mana, begitu pula dengan penempatan BUMN-nya. Ahok meminta media langsung bertanya kepada Erick.

Ahok juga belum tahu kapan akan bergabung secara resmi dengan BUMN. Dia memperkirakan akan bergabung pada Desember 2019. Saat ditanya kesediaan, pria ini siap membantu demi negara.

" Saya kalau buat negara, ya, saya mau. Apa aja untuk bantu negara saya mau," kata dia.

Sekadar informasi, Ahok keluar dari gedung pukul 10.50 WIB. Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam tersebut membahas tawaran posisi di perusahaan BUMN.

Sumber: Liputan6.com/Athika Rahma

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik