Erick Thohir Target Merger 3 Bank Syariah BUMN Tahun Depan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 3 Juli 2020 13:36
Erick Thohir Target Merger 3 Bank Syariah BUMN Tahun Depan
Tiga bank syariah milik BUMN masuk daftar.

Dream – Menteri BUMN, Erick Thohir, berencana menggabungkan bank-bank syariah milik perusahaan BUMN. Ada tiga bank yang akan masuk dalam rencana merger tersebut yaitu yaitu PT BNI Syariah, PT BRIsyariah Tbk, dan PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah).

“ Kami sedang mencoba kaji bank-bank syariah ini. Nanti semua kami coba merger-in. Insya Allah Februari tahun depan jadi satu,” kata Erick dalam sesi webinar, dikutip dari Liputan6.com, Jumat 3 Juli 2020.

Merger bank syariah diyakini akan membuka opsi-opsi pendanaan baru kepada pihak nasabah di Tanah Air.

" Namanya pendanaan macam-macam kan, ada mahal, murah, syariah, kita mesti welcome semuanya itu," kata Erick.

Potensi bank syariah di Indonesia pun besar, lantaran mayoritas penduduknya Muslim.

" Lalu kenapa saya menginginkan merger syariah, karena Indonesia yang penduduk muslim terbesar tidak punya fasilitas itu. Nah, kalau syariah di-merger ia bisa menjadi top bank yang menjadi alternatif pilihan,” kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Maulandy Rizky Bayu Kencana)

1 dari 4 halaman

Bank BUMN Diamanahi Dana Rp30 T, Erick Thohir Janjikan Pemulihan Ekonomi

Dream – Empat bank pelat merah mendapatkan `durian runtuh` setelah pemerintah memutuskan menempatkan dana sekitar Rp30 triliun, Dana tersebut diharapkan bisa disalurkan untuk menyalurkan kredit untuk memutar kembali roda ekonomi di tengah pandemik Covid-19. 

“ Ini adalah sebuah kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada BUMN,” kata Menteri BUMN, Erick Thohir di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis 25 Juni 2020.

Sekadar informasi, penempatan dana pemerintah di bank-bank Himpunan Bank Negara (Himbara) bertujuan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Diketahui bahwa dana ini bertujuan untuk menggerakkan sektor riil.

 

 © MEN

 

Erick mengatakan BUMN menggerakkan sepertiga perekonomian nasional. Dengan penempatan dana ini, dia juga memastikan UMKM, baik di desa dan kota, mendapatkan perhatian karena dampak corona.

“ Korporasi juga menjadi bagian penting, namun sesuai dengan catatan Presiden bahwa harus memiliki track record yang baik di perbankan dan merupakan industri padat karya,” kata Erick.

Kementerian BUMN dan Himbara memastikan pemulihan ekonomi bisa berjalan dengan baik. “ Insya Allah kami di Kementerian BUMN bersama dengan Himbara akan memastikan pemulihan ekonomi berjalan dengan baik,” kata dia.

2 dari 4 halaman

Erick Thohir 'Bunuh' 35 BUMN

Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir, terus membenahi institusi yang dipimpin. Langkah terbaru, Erick melakukan efisiensi dengan menyederhanakan jumlah BUMN.

Erick mengatakan, semula jumlah BUMN mencapai 142 perusahaan. Kini, BUMN yang masih beroperasi sebanyak 107 perusahaan akibat konsolidasi.

 

 © Dream

 

" Ini akan kita turunkan terus kalau bisa ke angka 80," kata Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI, disampaikan melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Dia mengatakan pandemi Covid-19 menjadi momen tepat untuk merestrukturisasi dan memperkuat posisi BUMN, baik keuangan maupun industri. Konsolidasi perusahaan dijalankan terutama pada sektor farmasi dan asuransi.

3 dari 4 halaman

Bentuk Holding BUMN Farmasi dan Asuransi

Untuk sektor farmasi, Erick menggunakan skema holding. PT Bio Farma (Persero) ditetapkan sebagai induk perusahaan dengan anggota yaitu PT Kimia Farma Tbk dan PT Indofarma Tbk.

Selain untuk efisiensi, holding ini bertujuan memperkuat kemandirian industri dan meningkatkan ketersediaan produk kesehatan.

Sementara untuk sektor asuransi, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau (BPUI) didapuk menjadi perusahaan induk. Anggotanya yaitu PT Asuransi Jasa Raharja, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo).

Terbentuknya holding asuransi ini dilandasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2020 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara ke Dalam Modal Saham PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI).

 

4 dari 4 halaman

Potensi Konsolidasi Besar

Erick menekankan ke depannya, efisiensi dan restrukturiasi BUMN terus ditingkatkan. Saat ini masih banyak BUMN yang memiliki lini bisnis yang sama dan berpotensi untuk dikonsolidasi.

" Bersama dengan Kementerian Keuangan, kami akan membuat Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai tata kerja pelaksanaan Tim Restrukturisasi BUMN. Saat ini, SKB sedang dikaji oleh Kementerian Keuangan. Selanjutnya kami juga akan berdiskusi dengan kementerian teknis terkait," kata dia.

Beri Komentar