Garuda Indonesia Luncurkan Layanan Logistik 'Tauberes'

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 12 September 2019 06:13
Garuda Indonesia Luncurkan Layanan Logistik 'Tauberes'
Layanan ini merupakan platform e-commerce yang menyediakan jasa pemesanan logistik, baik kurir, kargo udara, maupun pembayaran yang dikembangkan oleh GTI.

Dream – PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) merilis lini usaha layanan logistik kargo udara terbaru. Namanya, PT Tauberes Indonesia (GTI).

Layanan ini merupakan platform e-commerce yang menyediakan jasa pemesanan logistik, baik kurir, kargo udara, maupun pembayaran yang dikembangkan oleh GTI.

“ Perkembangan pesat industri e-commerce di Indonesia saat ini menjadikan sektor layanan logistik memiliki peran penting dalam menjembatani market e-commerece dengan masyarakat,” kata Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Garuda Indonesia, Mohammad Iqbal, di Jakarta, Rabu 11 September 2019.

Kehadiran Tauberes ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Garuda Indonesia Group dalam menyediakan inovasi layanan digital yang bisa menjawab kebutuhan pengiriman yang cepat, tepat, dan efisien.

Direktur Utama Garuda, Albert Burhan, mengatakan aplikasi ini dilengkapi dengan fitur tracking antar pulau. Fitur ini juga terkoneksi dengan layanan penerbangan.

“ Platform Tauberes akan memudahkan customer untuk memonitor pergerakan paket secara real time,” kata Albert.

1 dari 5 halaman

Bisa Refund Jika Paket Tak Datang On Time

Selain tracking, platform ini juga menawarkan fitur menarik lainnya. Pengguna bisa menarik kembali uang yang dikeluarkan jika paket tidak datang tepat waktu.

Melalui aplikasi Tauberes para pengguna dapat memilih penyedia jasa pengiriman barang yang telah bekerja sama dengan Tauberes. Misalnya, J&T Express, Lion Parcel, Aero Express, SAP dan Si Cepat.

Biaya kargo sekitar Rp13 ribu—Rp40 ribu. Metode pembayaran bisa dilakukan melalui LinkAja atau tunai.

Saat ini, aplikasi Tauberes tersedia di mobile device iOS dan Android.


(ism, Laporan: Vika Novianti Umar)

2 dari 5 halaman

Garuda Indonesia Larang MacBook Pro 15 Dibawa Masuk ke Pesawat

Dream – Pemilik komputer jinjing keluaran Apple, MacBook Pro 15 Inchi dengan teknologi retina, harus siap meninggalkan laptop di rumah saat bepergian. PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero) telah mengeluarkan larang bagi penumpang membawa laptop tersebut. 

Dalam keterangan tertulisnya, maskapai penerbangan pelat merah tersebut mengadopsi ketentuan serupa yang dikeluarkan otoritas keselamatan pesawat di Eropa dan IATA. 

VP Corporate Communication Garuda, M. Ikhsan Rosan menjelaskan kebijakan pelarangan tersebut muncul setelah Apple memutuskan menarik kembali produk MacBook Pro Retina 15 Inchi dari pasar. 

Perusahaan yang dibangun mendiang Steve Jobs itu menyatakan terdapat permasalahan pada baterai yang digunakan pada produk MacBook tersebut. 

" Sehubungan dengan adanya kebijakan penarikan kembali produk laptop MacBook Pro (Retina 15-Inch) oleh Apple, maskapai nasional Garuda Indonesia mengeluarkan larangan bagi penumpang untuk membawa produk tersebut ke dalam pesawat baik di kabin, bagasi maupun layanan kargo,” kata dia.

 

 

Menurut Ikhsan kebijakan pelarangan ini juga sebagai langkah antisipasi dan tata laksana keselamatan dalam layanan penerbangan Garuda Indonesia.

Kebijakan tersebut juga sudah dikeluarkan oleh European Union Aviation Safety Agency (EASA) serta regulasi dari IATA Dangerous Goods Regulations (Special Provisions A154). 

 

3 dari 5 halaman

Berpotensi Ganggu Penerbangan

Menurut Ikhsan, dua otoritas keselamatan penerbangan tersebut menilai baterai pada MacBook Pro tersebut berpotensi menimbulkan gangguan terhadap aspek keselamatan penerbangan.

Namun Ikhsan memastikan larangan membawa perangkat MacBook ini diperuntukkan untuk seri tertentu yang terjual dalam periode September 2015 dan Februari 2017.

Para pemilik MacBook Pro bisa mengetahui informasi lebih lanjut mengenai detail spesifikasi produk yang dilarang masuk ke dalam pesawat dapat mengunjungi https://support.apple.com/en-sg/15-inch-macbook-pro-battery-recall.

“ Garuda Indonesia akan terus berkoordinasi dengan pihak regulator maupun stakeholders lainnya untuk menindaklanjuti larangan membawa perangkat laptop tersebut hingga adanya perkembangan lebih lanjut,” kata dia. 

4 dari 5 halaman

Penjelasan Garuda Soal Viral Larangan Ambil Foto di Dalam Pesawat

Dream - Belum lama ini viral kabar tentang kebijakan PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) yang melarang penumpang dan awak kabin mengambil foto di dalam pesawat. Kabar tersebut dibenarkan maskapai pelat merah tersebut namun hanya untuk kalangan internal dan belum final. 

Dalam keterangan tertulisnya, VP Corporate Secretary Garuda, M. Ikhsan Rosan, menegaskan kebijakan tersebut belum dirilis dan belum berlaku untuk publik.

Dalam aturan yang beredar disebutkan penumpang dan awak kabin dilarang mengambil foto atau video di pesawat. Selain itu, awak kabin juga harus menggunakan bahasa yang santun dalam menyampaikan larangan dokumentasi kegiatan di pesawat, kepada penumpang. Perusahaan akan memberikan sanksi kalau aturan ini dilanggar.

Dia mengatakan aturan itu dibuat agar para penumpang dan awak kabin saling menghormati privasi.

" Garuda Indonesia telah menyempurnakan surat edaran yang dimaksud yang berisi imbauan agar penumpang menghormati privasi penumpang lain dan awak pesawat yang bertugas," kata Ikhsan dalam keterangan tertulis tersebut. 

Menurut Ikhsan, imbauan ini dibuat berdasarkan laporan, saran, dan masukan penumpang yang merasa tidak nyaman dan terganggu dengan pengambilan gambar tanpa izin. Penumpang tetap bisa mengambil gambar asalkan digunakan untuk kepentingan pribadi.

" Penumpang tetap dapat melakukan pengambilan gambar untuk kepentingan pribadi misalnya melakukan swaphoto selama tidak mengganggu kenyamanan atau merugikan penumpang lain," kata Ikhsan.

5 dari 5 halaman

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal