Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Tahun depan memberikan suatu pencerahan bagi pasar modal Tanah Air. Bagaimana tidak, pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal mengeluarkan aturan-aturan baru yang mampu menggairahkan sektor keuangan syariah ini.
Pengamat pasar modal syariah, Gunawan Yasni menyebutkan pemerintah tampaknya akan menerbitkan banyak utang syariah alias sukuk. Langkah ini guna menambal APBN 2016 sebagai ancer-ancer, jika penerimaan pajak tidak memenuhi target seperti yang terjadi pada tahun ini.
" Kita bicara sukuk, seperti yang sudah-sudah sukuk negara kita bertitik di ritel, dan sekarang sudah berbasis proyek. Jadi ke depan, jika pajak tidak memenuhi target maka pemerintah akan mengeluarkan sukuk," ujarnya kepada Dream.co.id, Jumat, 13 November 2015.
Sukuk negara menjadi satu-satunya instrumen keuangan yang bisa membiayai proyek karena kalau obligasi negara itu hanya untuk membiayai belanja rutin. " Maka, nanti sukuk ini jadi primadona di pasar modal syariah," tegasnya.
Tidak hanya sukuk, Gunawan menilai reksadana syariah pun bisa lebih menggeliat di tahun depan. Pasalnya, OJK tengah menggodok aturan agar masyarakat dapat memli saham-saham di pasar modal luar negeri tetapi dananya melalui pasar modal syariah dalam negeri.
" Jadi daripada dananya langsung diparkir di luar negeri, lebih bagus berinvestasi di pasar modal syariah dalam negeri tetapi bisa beli saham di luar negeri. Ini animo masyarakat besar, meski masih investor besar karena minimal dananya US$ 10 ribu," ungkapnya.
Menurut Gunawan, dengan aturan yang segera rampung ini maka akan memberikan dampak besar bagi pasar modal syariah. Apalagi di tengah sektor riil yang masih lesu, maka pasar modal syariah bisa menjadi instrumen investasi yang lebih menjanjikan dan stabil.
" Dengan tambahan aturan ini maka akan ada sebuah milestone besar, jadi tambah bergairah," pungkasnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya