Hadapi New Normal, Wapres Dorong Ambil Peluang Ekonomi Syariah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 5 Juni 2020 14:46
Hadapi New Normal, Wapres Dorong Ambil Peluang Ekonomi Syariah
Pelaku UMKM ekonomi syariah didorong turut andil dalam menghadapi kelaziman baru.

Dream – Dalam masa transisi menuju “ Kenormalan Baru”, pemerintah terus berupaya mengkaji penerapannya agar tetap aman dari Covid-19. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap produktif agar tetap mampu mendorong pergerakan ekonomi, termasuk ekonomi syariah.

“ Pemberlakuan tatanan baru membuat aspek kesehatan dan higienitas menjadi hal yang mutlak. Di sinilah peluang industri halal yang jika diterapkan secara baik, Insya Allah dapat menjadi pilihan,” ujar Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin, dikutip dari laman wapres.go.id, Jumat 5 Juni 2020. 

Ma’ruf, yang menjadi narasumber Webinar Nasional Ekonomi Syariah di Indonesia: Kebijakan Strategis Pemerintah Menuju New Normal Life yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, mengimbau UMKM ekonomi syariah juga turut menyediakan produk dan jasa terkait kesehatan, seperti masker, pelindung wajah, dan hand sanitizer.

Perubahan masyarakat ini perlu mendapatkan oleh pelaku ekonomi syariah. “ Contohnya, transaksi perbankan akan lebih fokus pada layanan internet banking, sementara pembelanjaan produk juga akan semakin fokus pada transaksi online,” kata dia.

1 dari 4 halaman

Pentingnya Adaptasi

Ma’ruf menekankan pentingnya adaptasi sesuai kondisi. Pelaku ekonomi syariah harus bisa menyesuaikan diri dengan memanfaatkan teknologi digital dan transaksi online dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.

Ma’ruf juga mengungkapkan pemerintah melakukan refocusing dan realokasi APBN serta pelebaran defisit. Hal ini ditujukan untuk memberikan keleluasaan dalam menangani permasalahan kesehatan dan menyediakan anggaran bantuan sosial yang cukup besar.

“ Pemerintah juga memberikan stimulus, baik fiskal maupun non-fiskal serta memastikan anggaran tersedia untuk program pemulihan ekonomi,” kata dia.

2 dari 4 halaman

Sambut New Normal, Begini Aturan ke Pasar Tradisional yang Perlu Diperhatikan

Dream - Pemerintah Indonesia saat ini mulai merencakan aturan penerapan The New Normal. Masyarakat Indonesia akan beraktifitas seperti biasanya di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Dalam penerapan The New Normal, protokol kesehatan sangat ditekankan demi tetap menjaga agar tidak tertular ketika berada di sarana publik.

 © Dream

 

Salah satu aturan The New Normal yang perlu diperhatikan adalah tata cara ke pasar tradisional. Protokol kesehatan ke pasar tradisional harus diperhatikan karena tempat publik punya potensi besar terhadap penularan virus corona.

Menurut Liputan6.com, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) terus mendorong pengelola pasar untuk memfasilitasi pedagang agar bisa menerapkan protokol kesehatan dalam masa pandemi Covid-19. Hal ini dilakukan guna mendukung segera diterapkannya kebijakan new normal hingga ke pasar tradisional.

 

3 dari 4 halaman

Pengelola Pasar Perlu Mengatur Jarak Lapak Pedagang Kembali

 Kondisi Penjual di Pasar Tradisional© Pixabay.com

Ketua bidang Infokom Dpp Ikappi, Reynaldi Sarijowan, mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang diterima, sedikitnya terdapat 382 pedagang di 64 pasar berbagai daerah positif Covid-19. Korban yang meninggal mencapai 25 orang. Angka tersebut diungkapkan Reynaldi perlu menjadi perhatian pengelola pasar untuk memastikan keamanan transaksi jual beli di pasar tradisional.

" Pasar tradisional merupakan pusat pertemuan pedagang dan pembeli, dan ujung dari distribusi pangan rakyat. Jadi memang pasar menjadi tempat potensial dari penyebaran virus corona covid-19 yang sangat tinggi. Apalagi pasar biasanya melakukan transaksi tawar-menawar dan penggunaan uang tunai." tambah Reynaldi.

Ikappi pun mengambil tindakan untuk menyebar panduan singkat protokol bagi pengelola dan para pedagang yang bisa dengan cepat dan mudah dipahami. Hal ini dilakukan agar pengelola pasar mengatur ulang jarak lapak antar pedagang satu dengan yang lain.

 

4 dari 4 halaman

Begini Aturan ke Pasar Tradisional

Untuk memasuki pasar tradisional, ada berbagai aturan yang perlu dilakukan. Untuk keamanan,  pengelola pasar bisa melakukan tes suhu kepada pengunjung sebelum masuk pasar. Selain itu juga menyediakan skat plastik antar pedagang dan pembeli.

Para pedagang dan pembeli juga wajib memakai masker di lingkungan pasar dan harus selalu menjaga jarak dengan pembeli minimal 1 meter.

" Selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan setelah melakukan transaksi dan interaksi. Pengelola pasar juga harus mempersiapkan tempat pencuci tangan di masing-masing blok pasar sekaligus penyemprotan desinfektan," jelas Reynaldi.

Reynaldi menambahkan, pihaknya juga telah melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah di beberapa provinsi. Bahkan, beberapa daerah telah menjalani rapid test atau swab di pasar.

" Saat ini, Padang telah melewati tahapan protokol kesehatan di pasar. Dan telah dinyatakan sebagai pasar paling aman di indonesia," ungkapnya.

Beri Komentar