Dubai, Uni Emirat Arab
Dream - Secara global, tingkat kenaikan harga rumah mengalami perlambatan. Meski Global House Price Index naik selama 8 kuartal berturut-turut, laju pertumbuhan harga melambat dalam tiga bulan pertama 2014.
Hal itu juga berimbas pada indeks harga rumah di Dubai. Pertumbuhan harga properti residensial di kota kosmopolitan ini terlihat melambat akibat kebijakan pengetatan kucuran kredit pemerintah negara petrodolar itu. Dubai memang menaikkan biaya administrasi dan uang muka kredit.
Meski melambat, Global House Price Index dari pialang real estate dan perusahaan riset Knight Frank masih menempatkan Dubai dalam posisi teratas selama empat kuartal berturut-turut. Harga rumah di kawasan ini naik 27,7 persen pada akhir Maret.
Langkah-langkah yang diambil pemerintah Dubai seperti menaikkan biaya administrasi dan uang muka berdampak pada pasar properti salah satu negara emirat tersebut. Rata-rata kenaikan harga rumah hanya 3,4 persen dalam tiga bulan pertama 2014.
Indeks memang menunjukkan pertumbuhan harga lebih lambat pada kuartal pertama 2014. Namun masih terlihat pertumbuhan tahunan mencapai 7,1 persen.
Knight Frank memperkirakan puncak transaksi penjualan rumah biasanya berlangsung pada kuartal terakhir tahun ini. Alasannya, pembeli ingin segera menyelesaikan pembelian sebelum Tahun Baru, atau ketika peraturan pajak baru biasanya mulai diberlakukan.
Untuk pertama kalinya sejak tahun 2008, tidak ada satu negara mencatat penurunan harga tahunan lebih dari 10 persen.
Advertisement

Persahabatan yang Kuat Bisa Memperkuat Kesehatan Mental dan Fisik Milik Seseorang

Fakta di Balik Kemampuan Orang Bajo Melihat Lebih Jelas saat Berada di Bawah Air

Cara Menghindari Kelelahan Mengambil Keputusan yang Kita Lakukan

Cara Agar Anak Tidak Tumbuh Menjadi Pribadi yang Manja dan Menyebalkan


Apa Makna SPL pada Parfum? Ini yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Beda Tenis, Padel, dan Squash: Mengenal Tiga Olahraga Raket yang Sering Tertukar