3 Tanda Pelamar CPNS Sedang Jadi Korban Penipuan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 27 September 2021 14:37
3 Tanda Pelamar CPNS Sedang Jadi Korban Penipuan
Jangan sampai jadi korban, ya, Sahabat Dream.

Dream – Selama masa rekrutmen CPNS, ada saja orang-orang yang berusaha mencari kesempatan demi keuntungan pribadi. Salah satunya adalah oknum yang mengiming-imingi peserta CPNS dapat lolos seleksi.

Tentu saja para pelaku menjalankan modusnya itu dengan meminta tarif tertentu sebagai syarat untuk bisa meloloskan si pelamar.

Dikutip dari akun Facebook Badan Kepegawaian Negara (BKN), @BKNgoid, Senin 27 September 2021, BKN mengingatkan masyarakat akan modus penipuan seperti itu. Bahkan, pelakunya bisa berasal dari orang yang dikenal oleh korban.

“ Terkadang modus penipuan kayak gini, nggak selalu datang dari orang asing, lho,” tulis BKN.

Lantas, bagaimana ciri-ciri penipuan berkedok lolos CPNS tanpa tes?

1 dari 6 halaman

Ada 3 Tanda

Pertama, ada janji palsu untuk mengangkat CPNS tanpa seleksi. Malah, ada yang menggunakan seleksi palsu untuk melancarkan modus pelaku.

Padahal, yang namanya ASN harus melalui seleksi yang diumumkan resmi oleh pemerintah.

Kedua, meminta tarif untuk biaya masuk. Sekadar mengingatkan, proses seleksi CPNS dan PPPK tidak memungut biaya apa pun.

Ketiga, memberikan SK palsu dengan mencatut nama instansi pemerintah. Perlu diingat, pemerintah tidak pernah menyampikan penetapan NIP hingga penerbitan surat keputusan secara individu. Pemerintah menyampaikannya kepada publik secara terbuka.

2 dari 6 halaman

3 dari 6 halaman

Pengakuan Guru Korban Dugaan Penipuan Berkedok CPNS oleh Putri Nia Daniaty

Dream - Olivia Nathania atau Oi, putri Nia Daniaty, dituduh melakukan penipuan berkedok penerimaan PNS lewat jalur prestasi. Salah seorang mantan gurunya, Agustin, membuka permasalahan ini ke publik.

" Dia bilang, 'Ada yang mau masuk CPNS, enggak?'," tutur Agustin, dikutip dari Kapanlagi,com.

 

© Dream

 

Kebetulan, anak Agustin baru lulus pada tahun 2018. Agustin pun semakin tertarik dengan janji Oi karena mengaku sudaha empat tahun menjadi perantara masuk CPNS dan ini tahun ke limanya.

" Itu yang buat saya percaya," tambah Agustin.

4 dari 6 halaman

Berkedok Jadi PNS

Agustin tak menaruh curiga sama sekali karena Oi karena merupakan mantan muridnya. Dia semakin percayaa karena Oi memberikan janji-janji manis.

" Yang buat saya yakin karena dia adalah murid saya, enggak mungkin lah seorang murid menipu gurunya. Awalnya gitu dengan diiming-imingi 'saya mungkin adalah murid yang masih care pada gurunya setelah sukses', itulah yang memotivasi saya seolah mau balas budi pada saya," ujarnya.

Trik yang dilakukan Oi adalah dengan menawari jabatan sebagai PNS lewat jalur khusus. Yaitu para kandidat disebut oleh Oi menjadi pengganti untuk CPNS lain yang meninggal atau terindikasi narkoba.

Untuk bisa masuk jalur tersebut, para korban harus mengeluarkan uang mencapai puluhan juta rupiah. " Disitu lah mulai dia bilang tawarkan pada keluarga saya aja mumpung dia masih bisa bantu," kata Agustin.

5 dari 6 halaman

Setoran Puluhan Juta

Karena percaya dengan ucapan manis Oi, ia sampai membawa 16 orang untuk ikut bergabung.

" Dengan nominal awal-awal itu Rp25 juta sampai Rp30 juta. Jadi saya karena saking percaya membawa lah keluarga saya sendiri ada 17 orang," imbuh dia.

6 dari 6 halaman

Lapor ke Polisi

Karena merasa ditipu oleh Oi dan suaminya, Rafly N Tilaar, Agustin melaporkan mereka berdua ke Polda Metro Jaya dengan didampingi kuasa hukumnya, Odie Hodianto.

" Kami laporkan Oli dan RAF yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan bahkan berani palsukan surat dengan kop BKN," kata Odie.

Kata dia, ada sekitar 225 orang yang diduga ditipu oleh Oi dan sang suami dengan nilai kerugian mencapai Rp9,7 Miliar.

Terkait ramainya kasus ini, Nia Daniaty masih belum bisa dihubungi.

Beri Komentar