Ide Megabank Gantung Nasib Bank Syariah BUMN

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 9 November 2016 16:14
Ide Megabank Gantung Nasib Bank Syariah BUMN
"Kalau menunggu terlalu lama, ini akan meredam laju pertumbuhan di samping makro yang cukup challenging,"

Dream - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sempat mengeluarkan wacana megabank syariah dengan menggabungkan sejumlah perusahaan bank syariahnya Namun, rencana tersebut belum terealisasi sampai tahun ini.

Sebagai salah satu milik bank pelat merah, PT BNI Syariah menunggu kepastian pemerinth terkait rencana merger bank syariah milik pelat merah.

" Kalau buat kami, tantangan spesifiknya adalah plan Kementerian BUMN yang belum clear," kata Direktur Utama PT BNI Syariah, Imam T. Saptono, dalam acara " Embracing The Future of Islamic Banking" di Jakarta, Rabu 9 November 2016.

Imam mengatakan pihaknya menanti apakah rencana tersebut akan dilanjutkan atau tidak pada tahun 2017. Hingga kini perusahaan masih menunggu arahan dari pemerintah.

" Kalau tidak, semua bank yang ada di bawah pemerintah akan wait and see. Kalau menunggu terlalu lama, ini akan meredam laju pertumbuhan (bank syariah) di samping makro yang cukup challenging," kata dia.

Sekadar informasi, Kementerian BUMN berencana akan membentuk dua raksasa bank BUMN syariah. Konsep ini berubah dari niat semula yang ingin menggabungkan bank syariah milik bank pelat merah menjadi satu.

Teknisnya, konslosidasi terjadi ketika dua bank syariah merger dengan membentuk perusahaan patungan, lalu pemerintah mencari investor yang tertarik untuk menyuntikkan dana kepada bank syariah hasil merger.

Rencananya, bank syariah yang berpeluang terkena merger adalah BNI Syariah dan BTN Syariah.(Sah)

Beri Komentar