IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 7 Oktober 2026 09:41
IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI
IHSG membuka perdagangan pada Rabu, 7 Oktober 2026 dengan menguat tipis. Laju IHSG hingga 12 menit perdagangan terpantau masih menguat meski mulai muncul tekanan.

DREAM.CO.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih terus melanjutkan penguatannya pada sesi pembukaan perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026. Penguatan ini terjadi di tengah laju indeks saham regional, HSI Hong Kong, KOSPI Korea, dan Nikkei Jepang yang bergerak melemah.

IHSG pada sesi pembukaan dibuka menguat 17,30 poin (0,28%) ke level 6.192,93 hingga pukul 09.01 WIB. Data BEI mencatat IHSG juga bergerak naik ke level 6.204,79 pada sesi pembukaan.

Hingga perdagangan pukul 09.12 WIB, laju IHSG masih cukup kuat untuk bertahan di zona hijau. IHSG kembali didorong naik 11,36 poin (0,18%) ke level 6.204,28.

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

Penguatan ini ditopang oleh menguatnya harga saham dari 312 emiten, sementara 244 lainnya mengalami koreksi dan 314 saham stagnan.

Volume perdagangan tercatat mencapai 85,11 juta dengan nilai transaksi mencapai Rp1,42 triliun.

Pergerakan indeks sektoral pagi ini dibuka bervariasi dengan penguatan tertinggi terjadi pada saham-saham energi yang naik 1,10%. Kenaikan juag dialami indeks sektor keuangan 0,21%, industri dasar 0,12%, dan propersi 0,07%.

Koreksi dialami indeks sektor barang konsumsi cylical yang turun 0,73%, infrastruktur 0,61%, dan teknologi 0,28%.

Sentimen positif juga datang dari pasar keuangan dimana kurs rupiah pagi ini tercatat menguat terhadap mata uang negeri Paman Sam. Rupiah tercatat berada di level Rp17.860 atau naik 0,30% terhadap Dollar AS.

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

Mata Uang Amerika Serikat pagi ini tercatat melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia seperti Yen Euro (-0,17%), Jepang (-0,10%), Dollar Australia (0,09%) dan stagnan terhadap dollar Singapura.

BRI Danareksa Sekuritas dalam reseacrh-nya menilai penguatan IHSG yang naik 1,21% ke level 6.192,93 pada Selasa (6/10/2026) tercatat melanjutkan penguatan tiga hari beruntun setelah sebelumnya menguji area psikologis 6.000. Penguatan cukup broad-based dengan 489 saham menguat, sementara sektor transportasi (+3,16%), teknologi (+3,09%), dan energi (+2,67%) menjadi penggerak utama.

" Namun, investor asing masih mencatat net sell sekitar Rp -597miliar, sehingga rebound masih perlu dikonfirmasi oleh perbaikan foreign flow," tulis BRI Danareksa Sekuritas.

Menghadapi sesi perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan investor akan memberikan perhatian besar pada rilis FOMC Minutes dari rapat 15–16 September, terutama untuk melihat pandangan anggota The Fed terhadap arah suku bunga setelah FFR dinaikkan ke 3,75%–4,00%.

" Data tenaga kerja AS yang lebih lemah sebelumnya telah meningkatkan ekspektasi kebijakan yang lebih akomodatif, tetap yield UST 10Y masih berada sekitar 5,3%, sehingga ruang penguatan aset emerging market masih menghadapi risiko dari biaya dana global yang tinggi," tulis BRI Danareksa Sekuritas.

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

Secara teknikal, rebound IHSG semakin terkonfirmasi setelah berhasil bertahan di atas support 6.017 dan menembus resistance 6.140. Momentum Jika mampu mempertahankan 6.140, IHSG berpeluang melanjutkan technical rebound menuju 6.240. Sebaliknya, pelemahan kembali di bawah 6.140 berpotensi membawa indeks masuk fase konsolidasi.

Sementara Phintraco Sekuritas dalam risetnya menyampaikan penutupan IHSG di atas level MA10 secara teknikal menunjukan Histogram negatif MACD IHSG berlanjut menyempit dan Stochastic RSI menguat di area pivot. Potensi penguatan IHSG lebih lanjut masih terbuka dengan menguji leve l 6,230-6,280.

Investor hari ini diperkirakan akan menantikan data cadangan devisa Indonesia bulan September 2026 yang sebelumnya meningkat di level US$146.5 miliar pada Agustus 2026 dari US$145.3 miliar di Juli 2026.

Sementara itu penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp240.28 triliun per akhir September 2026, atau setara dengan dengan 71.51% dari total target penerimaan Bea Cukai yang ditetapkan APBN 2026. Penerimaan kepabeanan dan cukai tersebut tumbuh 8.57% YoY.

Sentimen dari eksternal juga datang lewat informasi Bank Dunia yang memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil di level 5.2% pada tahun 2026 dan 2027 mendatang. Bank Dunia memprediksi untuk partumbuhan ekonomi Asia Timur dan Pasifik mencapai 4.5% pada tahun 2026.

Menurut Bank Dunia, aktivitas ekonomi didukung oleh peningkatan pelaksanaan program-program prioritas pemerintah, investasi yang terkait dengan negara, serta subsidi energi. Bank Dunia menilai bauran kebijakan telah mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka pendek namun juga berkontribusi pada ketidakseimbangan fiskal dan eksternal
yang lebih besar.

Beri Komentar