Indeks Syariah Berbalik Melemah, Rupiah Naik Tipis

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 7 April 2020 16:56
Indeks Syariah Berbalik Melemah, Rupiah Naik Tipis
Bagaimana dengan IHSG?

Dream - Penguatan indeks saham syariah yang terjadi awal pekan kemarin hanya berlangsung sesaat. Kondisi jenuh beli dan kabar cadangan devisa Indonesia akhir Maret 2020 yang turun membuat investor sementara menahan diri masuk ke lantai bursa.

Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa Indonesia akhir bulan lalu turun US$9,4 miliar ke US$121,0 miliar dari posisi akhir Februari 2020 sebesar US$130,4 miliar. 

 

Meski beberapa indeks sektoran menunjukan penguatan, aksi beli selektif investor membuat tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini, Selasa, 7 April 2020 bergerak turun.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melorot 0,963 poin (0,68%) ke level 140,985. Di awal sesi perdagangan, ISSI dibuka menguat di level 141,948 saat sesi pra-pembukaan perdagangan. Laju ISSI sempat menanjak hingga level tertinggi di 145,850. 

Namun 30 menit usai pembukaan, tekanan jual semakin mengaut dan menjatuhkan ISSI ke teritori negatif hingga sesi penutupan berakhir.

Koreksi juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang melemah 5,551 poin (1,07%) ke level 510,978. Sementara indeks JII70 terkoreksi 1,436 poin (0,84%) ke level 170,090.

Kondisi pelaku pasar yang berhenti melantai setelah empat hari terakhir melakukan aksi beli membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beristirahat sejenak. IHSG hari ini ditutup melorot 33,188 poin (0,69%) ke level 4.778,639.

1 dari 5 halaman

Sektor yang Memimpin pun Kini Berganti

Jika kemarin menguat, kini indeks infrastruktur dan barang konsumsi berbalik melemah. Indeks sektor infrastruktur terpangkas 2,04 persen, barang konsumsi 1,86 persen, dan manufaktur 1,20 persen.

Sebaliknya, indeks pertanian terangkat 2,94 persen, pertambangan 0,48 persen, dan industri aneka 0,25 persen.

Saham syariah penghuni top gainer di perdagangan kali ini adalah AALI yang menanjak Rp550, BTPS Rp550, PRDA Rp250, ERAA Rp220, dan SMAR Rp200.

Emiten syariah yang mendekam di top loser adalah GMTD yang harga sahamnya turun Rp1.725, INTP Rp550, ITMG Rp375, POLL Rp225, dan INDF Rp200.

Dari pasar keuangan, kurs rupiah terhadap dolar AS menguat tipis. Pada perdagangan pukul Pada 16.02 WIB, mata uang Negeri Paman Sam turun tipis 87 poin (0,53%) ke level Rp16.325.(Sah)

 

2 dari 5 halaman

Indeks Syariah Kompak Menguat 4 Hari Berturut-turut

Dream - Bursa saham Indonesia perlahan-lahan terus bergerak menguat dalam empat hari terakhir. Pada perdagangan awal pekan ini, Senin, 6 April 2020, investor juga berhasil menutup perdagangan di zona positif meski dibayangi aksi jual pemodal asing. 

Sentimen penguatan bursa regional, salah satunya KOSPI Korea Selatan, mendorong adrenalis investor untuk berburu saham-saham yang memang sudah turun tajam.

Aksi beli investor ini turut memompa tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia. Emiten sektor properti dan infrastruktur menjadi motor perdagangan kali ini.

Dikutip dari papan perdagangan BEI, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat tajam 5,290 poin (3,87%) ke level 141,948. ISSI menguat seharian di zona hijau setelah dibuka menguat di level 136,658 saat sesi prapembukaan.

 

 © Dream

 

Kenaikan lebih tinggi dicetak indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang menanjak 21,698 poin (4,44%) ke level 516,529.

Sementara indeks saham syariah paling bungsu, JII70 tercatat naik tajam 7,759 poin (4,74%) ke level 171,526.

Kembalinya aksi beli menggairahkan lantai bursa yang kemarin sempat syok dengan dampak wabah corona pada perekonomian nasional. Setidaknya ini terlihat dari laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melonjak 188,398 poin (4,07%) ke level 4.811,827.

 

3 dari 5 halaman

Saham Properti dan Infrastruktur Jadi Idola

Investor ramai-ramai melantai di bursa dengan beburu saham properti, infrastruktur, dan pertanian yang naik cukup tajam. Ketiga sektor ini naik di atas 5 persen masing-masing sektor properti terangkat 7,13 prsen, infrastruktur 5,57 persen, dan pertanian 5,09 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah INTP yang harga sahamnya menguat Rp1.025, UNTR Rp850, AALI Rp500, TPIA Rp450, dan BTPS Rp425.

Sebaliknya, emiten-emiten yang mendekam di posisi top loser kali ini adalah EPMT yang harga sahamnya terkoreksi Rp150, FASW Rp125, LINK Rp100, MAPB Rp100, dan PLIN Rp100.

Dari pasar uang, pada 16.53, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menanjak 162 poin (0,97%) ke level Rp16.657 per dolar AS.(Sah)

4 dari 5 halaman

Indeks Syariah Menguat, Saham Industri Memimpin

Dream - Bursa saham Indonesia berhasil menembus zona hijau setelah di awal perdagangan terlihat malas-malasan bergerak. Relatif bergerak flat cenderung melemah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 2 April 2020. 

KOndisi lebih baik dialami indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lebih banyak bergerak di zona hijau, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISIS) menguat signifikan di sesi penutupan. 

 

 © Dream

 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 2,398 poin (1,82%) ke level 134,128. ISSI bergerak fluktuatif di awal perdagangan setelah dibuka melemah di level 130,176 saat sesi pembukaan.

Kenaikan singifikan juga diukit indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menanjak 14,618 poin (3,12%) ke level 482,419. Sementar aIndeks JII70 naik 4,343 poin (2,79%) ke level 159,662.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini menutup perdagangan dengan mengaut 65,648 poin (1,47%) ke level 4.531,685.

5 dari 5 halaman

Sektor Industri Rajai Perdagangan

Sektor industri merajai perdagangan kali ini. Indeks sektor industri dasar menguat 4,27 persen, barang konsumsi 3,95 persen, manufaktur 3,91 persen, dan industri aneka 3,02 persen,

Indeks properti melemah 0,77 persen dan keuangan 0,08 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah STTP yang harga sahamnya naik Rp1.050, TPIA Rp675, INDF Rp450, UNTR Rp275, dan ISAT Rp185.

Sebaliknya, harga saham POLL terkoreksi Rp700, INTP Rp350, GMTD Rp325, PRDA Rp150, dan MAPA Rp125.

Pada 16.29, rupiah kembali melemah. Dolar AS naik 78 poin (0,47%) ke level Rp16.528. 

Beri Komentar