Bluechips Diburu, Indeks Syariah Berbalik Menguat

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 19 November 2019 16:50
Bluechips Diburu, Indeks Syariah Berbalik Menguat
Penguatan ini juga terjadi di IHSG.

Dream - Indeks syariah berbalik menguat pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 19 November 2019. Saham-saham di sektor industri dasar dan keuangan memimpin laju penguatan indeks sektoral.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup menguat 0,604 poin (0,33%) ke level 186,136. ISSI dibuka positif di 185,695 dan sempat terpeleset ke posisi terendah di 184,920.

ISSI kembali bangkit terutama jelang bel penutupan perdagangan dibunyikan. 

Dua indeks bluechips syariah juga tak mau ketinggal dengan kakak kandungnya, ISSI. Indeks 30 emiten unggulan syariah, Jakarta Islamic Index (JII), ditutup menguat 9,015 poin (1,33%) ke level 687,054.

Sementara indeks syariah paling bungsi, JII70, mekar 1,711 poin (0,74%) ke level 232,154.

Kembalinya aksi beli pelaku pasar mendorong bursa saham Indonesia ditutup cerah sore ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menanjak 29,465 poin (0,48%) ke level 6.152,090.

Laju IHSG sesuai dengan prediksi para analis yang menyebut laju indeks akan berbalik menguat setelah tertekan oleh sentimen eksternal.

Dikutip dari Liputan6.com, Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya, menjelaskan, pelemahan indeks lebih diakibatkan oleh masih tingginya ketidakpastian dari sentimen global.

1 dari 5 halaman

Mayoritas Indeks Sektor Bangkit

Investor mulai percaya diri dan memberanikan diri untuk melantai di bursa. Sebagian besar indeks sektoral menguat, terutama industri dasar yang melesat 1,25 persen dan keuangan 1,01 persen.

Indeks pertambangan melemah 1,03 persen, pertanian 0,66 persen, properti 0,63 persen, dan perdagangan 0,09 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya naik Rp700, UNTR Rp550, TCID Rp400, INTP Rp300, dan PCAR Rp300.

Sebaliknya, saham BYAN terkoreksi Rp700, POLU Rp395, ENVY Rp385, TPIA Rp300, dan OMRE Rp220.

Dari pasar uang pada 16.33, nilai tukar rupiah menguat. Dolar AS melemah tipis 3 poin (0,08%) ke level Rp14.075.

2 dari 5 halaman

Menanjak Sebentar, Indeks Syariah Tiarap Sejak Awal Perdagangan

Dream - Indeks syariah kompak melemah pada penutupan perdagangan Senin, 18 November 2019. Pasar masih mencermati situasi ekonomi global yang belum menentu dan membuat investor enggan melantai di bursa.

Tanda-tanda pelemahan indeks syariah sudah terasa sejak awal perdagangan. Meski sempat menguat saat bel perdagangan dimulai, laju bluechips syariah sebagai motor penggerak indeks hanya berlangsung singkat. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan melorot 0,182 poin (0,10%) ke level 185,534. ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka melemah di level 185,593.

ISSI relatif bergerak stagnan di awal perdagangan dan mulai tersungkur setelah 15 menit sesi pembukaan dimulai. Sempat terangkat ke level tertinggi 185,834, ISSI menghabiskan sisa perdagangan di teritori merah. Level terendah ISSI tercetak di angka 184,740.

Saham bluechips syariah sempat bergerak naik signifikan di awal sesi. Namun pemodal yang cemas dengan perkembangan ekonomi global memilih menahan diri turun ke lantai bursa.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan turun tipis 2,284 poin (0,34%) ke level 678,039.

Sementara indeks syariah paling bungsu, JII70 turun 0,327 poin (0,14%) ke level 230,443.

Berkurangnya aksi beli investor memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus kembali ke jalur merah. IHSG ditutup melemah 5,720 poin (0,09%) ke level 6.122,625.

3 dari 5 halaman

Indeks Infrastruktur Terjerembab

Pasar masih mencermati perkembangan perang dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok. Minimnya sentimen positif ini membuat investor ramai-ramai melepas saham, terutama di sektor infrastruktur.

Indeks sektor infrastruktur anjlok 1,09 persen. Pelemahan indeks sektoral diikuti oleh perdagangan 0,45 persen dan barang konumsi 0,30 persen.

Hanya tiga indeks yang menguat, yaitu pertambangan sebesar 1,52 persen, pertanian 0,21 persen, dan keuangan 0,17 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini yaitu BYAN yang harganya meningkat Rp2.500, TEBE Rp545, TCPI Rp395, SRTG Rp230, AALI Rp225.

Sebaliknya, harga saham BRAM terkoreksi Rp2.800, ENVY Rp515, UNTR Rp475, INTP 275, GMTD Rp250, dan SMGR Rp250.

Pada 16.30, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat. Kurs dolar AS turun 63 poin (0,48%) ke level Rp14 ribu per dolar AS.

4 dari 5 halaman

Indeks Syariah Berbalik Menguat Usai 2 Hari Tertekan

Dream - Indeks syariah kembali ke jalur hijau setelah dua hari terakhir tertekan aksi jual investor. Meski sempat tertekan di awal perdagangan, laju tiga indeks saham syariah lebih banyak bertahan di teritori positif di perdagangan jelang libur akhir pekan ini. 

Pada penutupan perdagangan BEI, Jumat, 15 November 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 0,567 poin (0,31%) ke level 185,716. ISSI terus menanjak setelah dibuka menguat di 185,446 saat sesi pra-pembukaan.

Bergerak fluktuatif di awal perdagangan, ISSI baru mantap melaju di zona positif setelah 45 usai bel pembukaan dibunyikan. ISSI sempat menembus level tertinggi di 185,988.

 

© Dream

 

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) tak luput dari incaran pelaku pasar. Sama-sama melemah di awal sesi, indeks berisi 30 bluechips syariah ini ditutup menguat 3,479 poin (0,51%) ke level 680,323.

Penutupan positif juga dicetak indeks JII70 yang menanjak 1,290 poin (0,53%) ke level 230,770.

Kembalinya pelaku pasar ke lantau bursa membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut cerah di perdagangan akhir pekan ini. IHSG ditutup menguat 29,395 poin (0,48%) ke level 6.128,345.

5 dari 5 halaman

Investor Mulai Berani Melantai

Investor kembali menggeliat di lantai bursa dan sering membeli saham. Aksi beli ini membuat hampir semua indeks sektoral, termasuk keuangan, meningkat. Indeks keuangan meroket 1,06 persen.

Hanya satu indeks yang melemah, yaitu properti sebesar 0,16 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah BRAM yang harga sahamnya menanjak Rp2.325, BYAN Rp1.200, TCPI Rp290, INTP Rp275, dan INDF Rp175.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah ENVY yang harga sahamnya melorot Rp680, GMTD Rp625, UNVR Rp575, DEAL Rp285, dan ISAT Rp190.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah berbalik menguat. Pada 16.34, kurs dolar terhadap rupiah melemah 32 poin (0,23%) ke level Rp14.055.

Beri Komentar